Langkah Ekstrem Nissan demi Bertahan Hidup, Tutup Tujuh Pabrik Secara Global
Nissan Motor Co., Ltd. bakal menyudahi seluruh tujuh pabrik perakitan global. Sebelumnya sudah masuk daftar penutupan, seperti diwartakan Automotive News. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang kini berjalan lebih cepat dari jadwal. CEO Ivan Espinosa menyampaikan. Pemangkasan sekitar 20 ribu karyawan juga sudah melampaui target waktu ditetapkan. Artinya, agenda efisiensi dicanangkan manajemen mulai menunjukkan progres konkret di lapangan.
KEY TAKEAWAYS
Nissan berencana menghentikan tujuh pabrik perakitan secara global
Dua puluh ribu karyawan juga bakal dipecat dari pekerjaanBeban restrukturisasi menggerus profitabilitas perusahaan
Nissan membukukan rugi 28,3 miliar yen atau sekitar US$185 juta pada Q4 2025Laporan Kerugian Kuartal Keempat 2025
Di saat bersamaan, Nissan mengklaim berhasil memangkas proyeksi rugi operasional. Sinyal ini memberi napas bagi pabrikan Jepang itu. Mereka tengah berupaya bangkit dari tekanan kinerja dalam beberapa periode terakhir. Perusahaan melaporkan kerugian yang makin dalam pada kuartal keempat yakni Oktober–Desember 2025. Beban restrukturisasi menggerus profitabilitas perusahaan. Perseroan membukukan rugi 28,3 miliar yen atau sekitar US$185 juta. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya. Mencatat minus 14 miliar yen.
Penjualan kuartalan ikut terkoreksi 6 persen menjadi hampir 3 triliun yen dari 3,2 triliun yen pada tahun lalu. Tekanan pasar global belum benar-benar mereda, sementara biaya pembenahan internal terus berjalan. Pucuk pimpinan menyebut kondisi ini sebagai konsekuensi logis. “Saat melakukan restrukturisasi pasti ada ongkos yang timbul. Itu sudah kami perkirakan,” ucap Ivan Espinosa.
Ia menilai arah perbaikan sudah tepat, meski mengakui tantangan datang dari tarif era presiden Amerika Serikat Donald Trump dan perlambatan permintaan di sejumlah pasar. Pabrikan pembuat Nissan Leaf serta lini mewah Infiniti ini menargetkan bisa kembali mencetak laba operasional pada akhir tahun fiskal 2026. Namun untuk tahun fiskal yang berakhir Maret nanti. Mereka memperkirakan tetap merugi secara operasional dengan proyeksi rugi bersih mencapai 650 miliar yen.
Perlu Strategi Tambahan Nissan untuk Bertahan di Industri Otomotif
Espinosa, eksekutif asal Meksiko yang telah dua dekade berkarir di Nissan, dipercaya memimpin agenda turnaround sejak tahun lalu. Sejumlah langkah ekstrem ditempuh. Perusahaan memangkas tenaga kerja, melepas gedung kantor pusat, hingga menutup pabrik andalan di Oppama sebagai bagian dari restrukturisasi produksi global.
Sejumlah analis menilai tren kendaraan listrik mulai melambat, situasi bisa berdampak kepada Nissan yang sejak awal agresif menggarap segmen tersebut. Espinosa mengakui perlu strategi tambahan untuk memikat konsumen EV, termasuk pengembangan baterai generasi baru. Ia tetap optimistis terhadap model Nissan Leaf terbaru bisa diserap konsumen global. Di sisi lain, saham perusahaan yang sempat tertekan sepanjang setahun terakhir naik tipis 0,5 persen pada perdagangan kemarin. Di level global, pabrikan masih menjalin aliansi strategis dengan Renault serta Mitsubishi Motors guna memperkuat daya saing. (ALX/TOM)
Baca Juga:
Nissan Perkenalkan Gravite, Rival Suzuki Ertiga untuk Pasar India
Nissan Pajang Navara Pro-4X di IIMS 2026, Sinyal Comeback Double Cabin Tangguh?
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
Model Mobil Nissan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan Nissan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Nissan Terbaru di Oto
Artikel Mobil Nissan dari Carvaganza
Artikel Mobil Nissan dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature