Hati-hati Mobil Kebanjiran, Hal Penting Ini Wajib Dilakukan Agar Tak Tertolak Asuransi
Pastikan konsumen memiliki asuransi mobil (komprehensif) dengan perluasan perlindungan banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di sejumlah titik. Tak hanya pemukiman warga, ratusan kendaraan roda empat pun ikut menjadi korban, terendam air hingga setengah bodi bahkan lebih. Dalam kondisi seperti ini. Pemilik mobil yang memiliki perlindungan asuransi komprehensif dengan perluasan jaminan perlindungan banjir wajib bersikap cermat.
KEY TAKEAWAYS
Kenapa dilarang menyalakan mesin mobil setelah banjir?
Untuk menghindari Water Hammer dan korsleting listrik yang bisa menghanguskan modul ECUApakah semua asuransi mobil menanggung banjir?
Tidak otomatis. Pastikan polis Anda memiliki perluasan jaminan perlindungan banjir (Bencana Alam)Salah penanganan sejak awal bukan hanya memperparah kerusakan. Malah berpotensi menggugurkan klaim. Agar risiko dapat ditekan dan hak klaim tetap terjaga, ada beberapa langkah penting yang sebaiknya dilakukan pemilik kendaraan sejak awal banjir terjadi.
Pastikan Mobil Berada di Posisi Aman
Langkah pertama dan paling ideal tentu memindahkan kendaraan ke lokasi yang lebih tinggi dan aman sebelum air naik. Namun, bila kondisi tidak memungkinkan dan mobil terlanjur terjebak, setidaknya lakukan upaya pencegahan awal. Salah satunya dengan menutup lubang knalpot dan air intake agar air tidak masuk ke ruang mesin.
Bagi pemilik kendaraan yang diasuransikan, seperti nasabah Garda Oto, bantuan darurat bisa langsung diakses. Layanan Garda Siaga dapat dihubungi melalui aplikasi myGarda atau Garda Akses 24 Jam untuk membantu proses evakuasi maupun penanganan awal di lokasi.
Lepas Kabel Negatif Aki
Saat potensi banjir tak terhindarkan, melepaskan kabel negatif aki menjadi langkah krusial. Tujuannya mencegah korsleting listrik yang dapat merusak modul elektronik dan sistem kelistrikan kendaraan. Pencabutan kabel sebaiknya dilakukan sebelum air menyentuh bagian bawah mobil. Kabel negatif aki ditandai dengan simbol minus (–) dan umumnya berwarna hitam polos. Melepaskannya dapat meminimalkan risiko kerusakan komponen sensitif yang nilainya tidak murah seperti Electronic Control Unit (ECU).

Periksa Kondisi Oli Mesin
Setelah banjir surut, pengecekan oli mesin tidak boleh diabaikan. Air banjir sangat mungkin masuk dan bercampur dengan oli. Jika hal ini terjadi, oli harus dikuras seluruhnya sebelum mesin dioperasikan kembali. Ciri paling mudah oli tercampur air adalah perubahan warna menjadi putih keruh menyerupai kopi susu. Proses pengurasan dan penggantian oli sebaiknya dilakukan di bengkel resmi untuk memastikan seluruh sistem benar-benar bersih dan aman.
Jangan Sekali-kali Menyalakan Mesin
Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pemilik kendaraan adalah mencoba menyalakan mesin saat mobil masih terendam atau baru saja terkena banjir. Tindakan ini berisiko besar menyebabkan korsleting pada aki, merusak sistem kelistrikan, hingga menimbulkan water hammer akibat air masuk ke ruang bakar.
Dalam kondisi tersebut, langkah paling aman adalah menghubungi bengkel resmi atau layanan darurat asuransi. Nasabah juga bisa memanfaatkan layanan Garda Siaga untuk pemeriksaan awal tanpa biaya tambahan.
Segera Hubungi Asuransi, Jangan Perbaiki Sendiri
Fakta di lapangan menunjukkan, banyak pemilik kendaraan tidak sempat menyelamatkan mobil karena air naik terlalu cepat. Dalam situasi seperti ini, langkah paling bijak adalah segera menghubungi pihak asuransi untuk proses pelaporan dan inspeksi. Pemilik kendaraan sangat tidak disarankan melakukan perbaikan sendiri sebelum ada persetujuan dari perusahaan asuransi.
Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan klaim ditolak. Mengacu pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Pasal 3 ayat 4, perusahaan asuransi tidak menjamin kerugian apabila kendaraan dikemudikan secara paksa meski secara teknis sudah dalam kondisi rusak atau tidak laik jalan.
Keselamatan Tetap Prioritas
Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, Iwan Pranoto, menegaskan bahwa kendaraan yang terendam banjir tidak boleh dipaksakan untuk digunakan. Selain berisiko merusak mobil, keselamatan pengemudi juga menjadi taruhan. Dengan penanganan yang tepat sejak awal, risiko kerusakan bisa ditekan dan proses klaim asuransi tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Kami sangat menekankan aspek keselamatan pelanggan. Begitu mengetahui kendaraan terendam banjir. Sebaiknya pelanggan langsung menghubungi Garda Siaga melalui aplikasi myGarda atau Garda Akses 24 Jam. Tim kami siap membantu kapan saja. Jangan menyalakan mesin atau melakukan perbaikan sendiri. Tunggu hingga tim kami melakukan pemeriksaan,” jelas Iwan. (ALX/ODI)
Baca Juga:
Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature