jakarta-selatan
Bahasa en | id

Toyota CHR

Informasi terkini Toyota CHR

UPDATE 16 AGUSTUS 2017 - Mobil ini dipertunjukkan di GIIAS 2017. Kabarnya mobil ini akan dijual di rentang harga Rp 500-600 jutaan. Toyota C-HR yang beredar di Indonesia menurut PT Toyota Astra Motor akan menggunakan mesin 1,5 liter atau mesin 1m8 liter hybrid. Kemungkinan besar mesin tersebut masih satu famili dengan lini mesin NR. Pasar negara lain yang memasarkan mobil ini, memanfaatkan mesin yang lebih unik, 1,2 liter turbo yang berasal dari keluarga mesin sama.

Harga Toyota CHR

Varian Harga OTR Spesifikasi  
1.2L Petrol Turbo     5 Kursi, 115 hp, 1498 cc, Yang Akan Datang
Tanggal Peluncuran: Des 01, 2017

Video Toyota CHR

Lihat video terbaru Toyota CHR untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar Toyota CHR

Warna Toyota CHR

  • Silver

  • Silver Metallic

  • White

Review Toyota CHR

Tinjauan

Kehadiran Toyota C-HR merupakan ancaman serius bagi pasar crossover dunia. Saat selubung crossover ini tersibak di Geneva Motor Show 2016, tak ada kata lain selain decak kagum atas keberanian desain terbaru dari Toyota.

Seolah menggambarkan visi masa depan Toyota akan sebuah crossover. Didesain dengan penuh kebebasan namun dijunjung kreativitas tinggi dari dalam hati. Sejauh ini, Toyota C-HR menjadi produk Toyota paling mencolok. Bukan saja di line-up mereka, tapi juga di segmen yang dihuni oleh C-HR.

Bermulai dari mobil konsep bernama sama, C-HR Concept, diperkenalkan di Paris Motor Show 2014. Merupakan konsep crossover stylish bergaya coupe 2-pintu, yang akhirnya memasuki fase versi produksi 2 tahun kemudian. Tapi dengan tambahan 2 pintu belakang, tanpa merombak total tampilan versi konsepnya.

Produksi pertama dimulai oleh Toyota Motor Europe (TME), yang menyerahkan seluruh proses perakitan crossover ini di tangan Toyota Motor Manufacturing Turkey, Sakarya, Turki. Kemudian C-HR meluncur di Jepang pada Desember 2016, dan diposisikan sebagai pengganti Daihatsu Terios/Toyota Rush. Awal 2017, C-HR akan merambah ke pasar Amerika Utara, Australia dan kawasan Asia lainnya.

Thailand dan Indonesia disinyalir menjadi basis produksi di kawasan ASEAN. Di Indonesia, santer terdengar rumor mengenai kemunculan versi produksi C-HR versi lokal yang bakal diperkenalkan di Indonesia International Motor Show 2017. Namun kabar lain berhembus, C-HR baru akan muncul di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017 mendatang, dan dipasarkan paling lama awal 2018.

Terlepas dari kabar burung itu semua, kehadiran C-HR di tanah air sudah dinanti dan besar kemungkinan pasti terwujud. Karena pihak PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai produsen Toyota di Indonesia, sudah menyanggupi dan siap jika mendapat perintah merakit C-HR oleh prinsipal di Jepang. Keyakinan tersebut pun semakin diperkuat dari perkembangan pabrik terbaru Toyota di kawasan Karawang. Tempat dimana Sienta, Yaris dan Vios juga dirakit.

Indikasi lainnya adalah, berakhirnya siklus hidup Daihatsu Terios di Jepang yang digantikan C-HR. Di Indonesia, Terios dan Rush sudah beredar dari 2007 yang berarti sudah berusia 10 tahun. Sementara saudara satu platform mereka, Xenia dan Avanza, telah melangkah maju dengan menggunakan mesin baru NR Series. Tentu, sudah tidak menguntungkan jika terus mempertahankan dua SUV itu lebih lama lagi.

Dari situ spekulasi dapat diambil. Sangatlah mungkin jika C-HR juga akan menggantikan posisi Toyota Rush, mengingat bermain di rentang harga yang hampir sama. Selain itu, kesenangan Toyota akan multi platform, sepertinya mudah saja merakit C-HR disini. Karena mesin baru 2NR-FE 1,5-liter dan transmisi CVT sudah dirakit secara lokal. Perpaduan yang sangat masuk akal untuk disematkan di crossover ini kelak, karena pasarnya pun sudah tersedia.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Performa mesin

Kelebihan

• Desain berani yang sangat atraktif

Kekurangan

• Tidak akan ada tipe mesin turbo dan hybrid

Eksterior

Desain menjadi kekuatan terbesar dari Toyota C-HR. Profil kabin coupe yang ramping, mengkombinasikan postur bodi rendah dan ground clearance tinggi. Lekukan-lekukan ekstrim, menciptakan desain timeless dan tak akan lekang dimakan waktu.

Identitas “Keen Look” sebagai bahasa desain terbaru milik Toyota, terpapar jelas dari wajah depannya. Grille depan yang tipis menyatu rapi dengan head lamp LED model mata elang. Tarikan garis diambil dari ujung head lamp, guna membentuk fender menggembung mengalir hingga belakang.

Pergerakan garis tersebut menciptakan rocker panel kokoh dan membentuk otot kekar di belt line. Tampilan coupe-like semakin dipertegas oleh sudut landai pilar-C yang sekaligus tempat bersembunyinya gagang pintu belakang.

Model gagang tersembunyi seperti itu, sudah tidak lagi ide yang original. Karena diadopsi terlebih dahulu oleh Honda HR-V dan Nissan Juke. Yang pasti, Toyota sangat mempertahankan desain versi konsep, untuk diaplisaki di versi produksi. Contohnya bagian buritan. Lampu LED model boomerang, tak hanya menonjolkan sisi kokoh dan gagah, namun juga futuristis.

  • What we like
    • Sejauh ini, desain Toyota paling berani dan menarik

  • What we dislike
    • Ide gagang pintu di pilar-C sudah tidak original

Performa mesin

Di pasar luar negeri, C-HR memiliki beberapa pilihan mesin. Termasuk generasi hybrid terbaru yang dikombinasikan dengan mesin 2ZR-FXE 1,8-liter. Mesin hybrid ini lebih efisien 40% dengan performa meningkat tajam dibandingkan generasi hybrid sebelumnya.

Pilihan lainnya, tersedia mesin bensin 1,2-liter turbo 8NR-FTS yang juga menghuni bonnet Toyota Auris. Mesin ini bertenaga 115 hp dengan pilihan transmisi manual 6-kecepatan atau Continuously Variable Transmission (CVT). Varian mesin turbo, khusus dikembangkan untuk memenuhi respon konsumen di Eropa.

Sementara untuk pasar Amerika Utara yang menggemari mesin-mesin berkapasitas besar, ada pilihan 2,0-liter 3ZR-FAE yang juga dipakai RAV4, Wish dan Voxy. Transmisi CVT sendiri terdapat pilihan penggerak roda depan (FWD) dan penggerak empat roda (AWD).

Bagaimana untuk pasar Indonesia? Seperti spekulasi yang berkembang, paling masuk akal menggunakan mesin dan transmisi seperti milik Toyota Sienta, Yaris dan Vios. Yaitu mesin 2NR-FE, merupakan mesin penerus 1NZ-FE yang melegenda sejak jaman Vios generasi pertama 2003 silam.

Mesin ini merupakan bagian dari keluarga Toyota NR Engine. Pengembangan yang dilakukan terhadap mesin seri NR mengedepankan efisiensi bahan bakar dan gas buang rendah. Teknologi Dual VVT-i pun disematkan dan meningkatkan rasio kompresi hingga mencapai 11,5:1. Tenaga dihasilkan sebesar 106 hp (107 PS) dengan torsi 140 Nm. Untuk transmisi, kemungkinan ada pilihan manual 5-kecepatan selain Continuously Variable Transmission (CVT).

  • What we like
    • Mesin baru yang lebih irit dari 1NZ-FE terdahulu

  • What we dislike
    • Karakter mesin terkenal lemah di putaran rendah

Berita Toyota CHR

Toyota C-HR Meluncur di GIIAS 2017?

Sudah saatnya Toyota meluncurkan C-HR. Memang belum resmi. Tapi kedatangan C-HR di Gaikindo Indonesia International Auto Show kian jelas. Toyota, memang menjanjikan ada satu mobil baru meluncur di GII Baca Selengkapnya

Ditayangkan Pada | Jul 31, 2017 | Dilihat 11518 Kali
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer