Benelli Tunjukkan Tiga Rencana Motor Baru, Ada Rival Ducati Scrambler

Benelli Tunjukkan Tiga Rencana Motor Baru, Ada Rival Ducati Scrambler
Gambar
Review Pengguna

Panggung Chongqing Motor Show tak cuma jadi momen debut Benelli 1200GT, Gran Tourer pertama mereka. Diumumkan pula rencana perilisan tiga motor baru. Dari jenis petualang hingga sport fairing. Tapi paling menarik, merek asal Cina ini bakal membuat rival kuat Ducati Scrambler terkecil.

Leoncino Cross

Adalah sosok bernama Leoncino Cross. Sama sekali tak menyebut nomenklatur yang biasa jadi penanda ukuran mesin. Tapi jika boleh berspekulasi, ia adalah seri 500. Lantaran yang ukuran besar sudah lebih dulu dirilis beberapa waktu lalu.

Leoncino Cross teaser

Dalam presentasi Benelli, tergambar siluet sosok berbasis Leoncino dengan kelengkapan ala pengeruk tanah. Semisal fender depan tinggi, dek plat besi, sampai moncong knalpot diposisikan ke atas. Lampu bulatnya juga dibungkus pad, mirip kepunyaan BMW R nineT GS. Keren.

Gambaran itu turut menunjukkan motor punya ground clearance super tinggi. Besar kemungkinan, fork upside down dan monoshock diperpanjang dari standar. Demi mendapat jarak main lebih banyak. Berikut roda, memakai komposisi belang berkontur kasar. Namun, belum dapat dipastikan berapa ukurannya.

Disinyalir dapur pacu Leoncino 500 diaplikasikan secara utuh pada Cross. Artinya berkonfigurasi dua silinder segaris 499,6 cc DOHC, dengan ukuran diameter dan langkah silinder 69 mm x 66,8 mm alias hampir square. Masih relevan dengan karakter scrambler.

Baca juga: Cafe Racer Murah di Indonesia Benelli Motobi 152, Punya Apa Saja?

Tenaganya lumayan besar. Catatan pabrik mengatakan bisa melontar 46,3 Hp di 8.500 rpm, sekaligus torsi 45 Nm memuncak pada 5.000 rpm. Tak butuh putaran tinggi untuk menggapai momen puntir. Sementara penyaluran daya, diserahkan pada girboks enam percepatan ke roda belakang.

Amunisi semacam itu cukup sepadan untuk menantang Scrambler Sixty2, bahkan lebih dari cukup. Sebab mesin L-Twin 400 cc memproduksi tenaga di bawah Leoncino. Daya puncaknya 41 Hp di 8.750 rpm serta torsi maksimal 34,6 Nm pada 8.000 rpm. Walaupun sulit menempatkan nama Benelli sebagai motor premium, paling tidak kehadirannya nanti bisa sedikit menggoda konsumen Ducati. Atas kemasan harga yang selalu menarik.

Kalau menyoal komponen pendukung, basis Leoncino 500 sudah mumpuni. Upside down-nya saja berdiameter 50 mm. Peranti deselerasi depan juga layaknya motor papan atas, pakai dua cakram dijepit kaliper dua piston masing-masing. Lengkap beserta ABS dua kanal.

Namun semua itu masih berupa spekulasi. Tak menutup kemungkinan, komponen pendukung di-upgrade lagi. Sebab sang kakak (Leoncino 800 Scrambler), dibekali beberapa barang mahal. Salah satunya serangkai peranti deselerasi buatan Brembo, serta layar TFT canggih yang memberikan informasi super komplet.

Sebagai informasi saja, kemampuan motor ini sudah melebihi rival utama: Ducati Scrambler Icon. Dapur pacu 754 cc dua silinder DOHC mampu melontar daya 80 Hp di 9.000 rpm dan torsi 67 Nm pada 6.500 rpm. Kalau dibandingkan Icon, selisih 5 Hp.

Prediksi berikutnya, Leoncino Cross bisa pula dibuat dari basis seperempat liter. Lantaran platformnya sudah ada, bahkan telah beredar di Tanah Air. Leoncino 250 diset untuk menyasar entry level, dengan harga jual Rp 49,5 juta OTR Jakarta.

Namun menyoal dapur pacu memang tidak semenarik mesin setengah liter. Masih mengandalkan satu piston bertenaga 26 Hp. Pada model ini, konsumen tak dapat merasakan deruman gahar khas mesin dua silinder buatan Benelli.

Benelli TRK 800

TRK 800

Setelah tertangkap kamera sedang melakukan pengujian, Benelli kini tak menutup informasi. Benar bahwa proyek berikutnya adalah TRK 800, petualang lintas alam berukuran ekstra. Hanya saja belum dibuka lebar terkait spesifikasi.

Kendati begitu, tak sulit menebak mesin apa yang bakal digendong. TRK selama ini selalu berbagi platform dengan Leoncino, artinya menggendong amunisi 754 cc DOHC delapan katup. Produksi tenaga mesin ini sudah lumayan besar. Layak jika dihadapkan BMW F750 GS, F850 GS atau Triumph Tiger 800. Yang pasti, harganya tak mungkin semahal geng Eropa tadi.

Wujud TRK terbesar beda total dari TRK 502. Terutama akibat batok lampu yang berganti jadi lebih modern. Minimalis sekaligus bernuansa maskulin. Fender atas atau biasa disebut moncong bebek juga tampak lebih berisi. Berikut tangki dan beberapa hiasan fairingnya.

Kalau sisanya masih mirip. Khas motor adventure, bagian sisi mengekspos tulang rangka tanpa ditutup panel. Hingga ke bagian belakang. Crash bar juga terlihat sudah jadi bawaan standar si bongsor.

Banyak kabar beredar ia membawa fitur lengkap. Dari mulai layar TFT, sistem keyless, lampu LED, serta assist dan slipper clutch. Perangkat pengereman juga diinformasikan datang dari Brembo. Kurang lebih, dengan ukuran dan spesifikasi sama dengan Leoncino 800.

TNT 899

Terakhir TNT 899. Yang satu ini sebetulnya bukan spesies baru. Sudah ada sejak lama, begitu pula di Tanah Air. Boleh jadi, bakal ada penyegaran besar di generasi berikutnya.

TNT 899

Posisi TNT 899 cukup serius. Berderet nama-nama besar seperti Triumph Street Triple, Ducati Panigale, atau BMW S1000RR sebagai lawan mainnya. Sebab itu bekalan dapur pacu boleh dibilang paling optimal ketimbang yang lain.

Dipasang jantung mekanik tiga silinder segaris 898 cc DOHC 12 katup. Komposisi piston benar-benar dibuat overbore, dengan perbandingan diameter 88 mm sementara panjang langkah 49,2 mm. Demi mengejar beringas di putaran atas.

Rasio kompresi juga dibuat padat, 12,5:1. Alhasil ia sanggup memuntahkan daya 118 Hp di 9.500 rpm serta torsi maksimal 88 Nm pada 8.000 rpm. Sepertinya masih sangat cukup dengan perbandingan berat terisi 215 kg.

TNT tentunya telah mengadopsi sistem injeksi elektronik, dengan ukuran throttle body 53 mm. Sementara penyaluran daya diprakarsai transmisi manual enam percepatan ke roda belakang. Output dan rangkaian ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Perangkat pengendalian tak luput dari mata insinyur Benelli. Struktur teralis mereka padukan fork upside down super besar, 50 mm. Lantas belakangnya ditopang monoshock adjustable. Tak perlu khawatir soal deselerasi, dua cakram 320 mm kaliper empat piston masing-masing senantiasa menjaga laju. (Hlm/Tom)

Sumber Foto: Newmotor.com.cn, Via Motopinas

Baca juga: Benelli Rilis 1200GT di Cina, Penantang Kuat Grand Tourer Eropa

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store