Kenapa Wuling Cortez 1,8 Liter Tak Lagi Dijual di Indonesia?

Kenapa Wuling Cortez 1,8 Liter Tak Lagi Dijual di Indonesia?
Gambar
Review Pengguna

Kompetisi antarpabrikan di lahan kendaraan medium MPV lumayan bersenggolan. Di sini, SGMW (Wuling Indonesia) punya produk selevel berupa Cortez. Sebelumnya unit didagang dalam dua varian enjin. Yang pertama seri 1,8 liter naturally aspirated. Selanjutnya 1,5 liter turbo. Sama-sama peminum bensin. Dulu strategi itu dilancarkan demi melebarkan pasar. Namun kini, pabrikan hanya menawarkan versi induksi turbo saja.

Wuling menyudahi kiprah Cortez bermesin 1,8 liter di sini. Alasannya itu kemudian diungkap Danang Wiratmoko, Product Planning PT SGMW Wuling Indonesia. Paling utama, pabrikan pasang fokus ke penjualan 1,5 liter turbo karena dianggap menjadi mesin yang paling mumpuni. Selain itu, dengan paduan transmisi CVT, menjadikan value lebih terhadap mobil agar kian diterima masyarakat. Juga diferensiasi dari rival sekelas, termasuk pabrikan Jepang.

Wuling Cortez 1,8 liter

"Dibanding mesin generasi sebelumnya 1, 8 liter. Tipe enjin 1,5 liter turbo memiliki kelebihan, seperti performa dan pajaknya yang tidak lebih besar," jelas Danang saat berbincang di acara On-Site Review Wuling Cortez CT Type S, seperti dilansir Liputan6.

Ia mengungkap, ceruk pasar untuk varian mesin 1,8 liter sejatinya tetap masih ada. Namun, ada saja konsumen mengeluhkan soal transmisi i-AMT. Lantas, tatkala pabrikan Cina ini mengembangkan mesin 1,5 liter turbo plus transmisi CVT, seperti bisa menjawab permasalahan sebelumnya. "Selain itu, kami meluncurkan Wuling Almaz yang sudah menggendong mesin 1,5 turbo. Jadi, dengan enjin sama di dua model, otomatis berpengaruh terhadap ongkos produksi dan harga jual. Kemudian memudahkan konsumen dalam urusan perawatan dan suku cadang," dia mengimbuhi.

Sekadar info tambahan. Kalau kita melihat data Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan terakhir Wuling Cortez 1,8 dilakukan pada Desember 2019 dengan raihan sebanyak 48 unit. Sedangkan secara total selama tahun kemarin, unit non-turbo itu berhasil didagang 682 unit.

MPV Cortez sangat singkat masa hidupnya. Ia genap berusia 2 tahun. Sejak pertama kali menyapa media pada Desember 2017 hingga dihentikan peredarannya akhir tahun lalu. 

Wuling Cortez CT Type S

Cortez CT Type S Turbo

Langkah marketing dalam menambahan varian kemudian dilakukan Wuling Motors Indonesia. Demi merasuki segmentasi pasar medium MPV lebih dalam, Cortez CT type S turbo melantai di sini. Ia melengkapi jajaran mobil keluarga yang dipasarkan sejak April 2019. Unit gres menawarkan dua opsi girboks dan konfigurasi bangku. Tipe manual diniagakan mulai dari Rp 209 (OTR Jakarta). Ini bisa menjadi alternatif menarik.

"Cortez CT Type S datang untuk memberikan pengalaman berkendara yang bertenaga dan nyaman. Namun dengan harga kompetitif. Mobil memiliki fitur cukup lengkap juga banderol terjangkau bagi pelanggan di segmen MPV. Produk ini sesuai sebagai kendaraan keluarga maupun penunjang operasional perusahaan," ungkap Nathan Sun, Vice President Wuling Motors.

Jantung pacu plus induksi turbo tetap jadi andalan. Mengusung jargon The New Advanced MPV, di balik bonet tertancap enjin bensin berkonfigurasi 4 silinder DOHC 1,5 liter. Unit pacu menghasilkan tenaga maksimal 140 HP sejak 5.200 rpm. Lalu dorongan momen puntir 250 Nm diraih rentang 1.600 – 3.600 rpm.

Anda dapat memilih, mau pakai transmisi manual 6 percepatan atau Continuously Variable Transmission (CVT) yang diklaim halus nan responsif. Versi otomatis dengan balutan jok kulit sintetis didagangkan Rp 233 juga. Beda hanya Rp 24 juta, namun konsumen bisa mendapat benefit lebih. Opsi itu lebih baik dari model lawas yang pakai empat silinder 1,8 liter DOHC VVT-i. Tenaga hanya 130 PS pada 5.600 rpm dan torsi puncak 174 Nm di rentang 3.600 - 4.600 rpm. (Alx/Tom)

Sumber: Liputan6

Baca juga: Rayakan Ultah ke-3, Beli Mobil Wuling Cukup Sodorkan Uang Muka 20 Persen

Jelajahi Wuling Cortez

Wuling Cortez Rp 219,8 - Rp 277 Juta Cicilan : Rp 5,02 Juta

Bandingkan & Rekomendasi