• Wishlist

Road Test Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Too Good To Be True (Part-2)

Road Test Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Too Good To Be True (Part-2)

Awal Wuling Motors menancapkan kaki mereka di Indonesia, diiringi rasa skeptis yang sangat besar. Citra merek yang masih awam di pasar, mengingatkan merek Cina terdahulu yang hilang tak berbekas. Ini menjadi pekerjaan rumah teramat sulit bagi Wuling, meyakinkan keseriusan mereka, kalau tidak mau bernasib sama dengan merek sebangsanya.


Strategi awal dinilai pintar dan tepat. Segmen mobil keluarga menjadi sasaran. Target yang empuk dengan peluang besar, asal diiringi produk bagus serta layanan purnajual sebagai kunci sukses. Confero menjadi primadona pertama dengan banyak keunggulan bersaing yang tak dipunyai merek lain. Kecuali pilihan transmisinya saja yang cuma manual, kualitas berkendara dan fitur Confero setingkat di atas para raja Low MPV asal Jepang. Harganya begitu mengejutkan, mampu mengganggu banyak kelas. Sama mengejutkannya dengan produk kedua mereka, Wuling Cortez.



Mobil ini membawa rasa penasaran lebih tinggi, apalagi jika membandingkan dengan Wuling Confero. Setelah mengakrabkan diri selama 3 hari dalam perjalanan dari Malang menuju Bromo dan Surabaya, kesan yang didapat melebihi saat pertama mencoba Confero. Di luar dugaan dan melebihi ekspektasi : Anda mendapatkan mobil keluarga berkelas dalam paket hemat.


Harganya yang hanya Rp 264 juta untuk trim tertinggi, Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT, membuatnya berada dalam beberapa pilihan menarik di rentang harga sama. Namun Wuling Motors telah menyiapkan model ini semaksimal, mungkin agar menjadi volume maker utama mereka. Benar saja, Cortez punya banyak kelebihan yang tidak ada di lawan-lawannya. Beberapa faktor menjadi pendukung utama sebagai pilihan MPV keluarga paling komplet. Bukan hanya dari fitur saja, melainkan juga rasa berkendara.


Interior cortez


Semua itu dimulai ketika melesakkan tubuh di kokpit. Aura interior mewah dengan paduan warna coklat dan beige. Saat disentuh juga mewah dari material soft touch berlapis kulit dan aksen kayu solid. Buatannya rapi, hanya sekitar konsol tengah saja yang terdapat gap tidak rata. Tapi memandang secara keseluruhan mulai dari bagian-bagian bodi yang tak terlihat, mobil ini lebih rapi dan terkesan mahal dibanding mobil lain berharga sama. Peredaman kabin sangat bagus mulai dari kolong, jendela sampai intrusi suara mesin. Indikasinya didapat dari pintu yang berat dan perlu dibanting kuat agar tertutup rapat.


Posisi duduk nyaman dengan pengaturan mudah berkat electric seat adjuster. Sayang setir tanpa setelan teleskopik. Tapi untuk pengemudi jangkung tak masalah, posisi setir tidak terlampau jauh dari jangkauan. Visibilitas luas karena ukuran jendela besar, tipikal MPV. Karena mobil tes tipe tertinggi Lux+, format 7-seater dan sudah dibalut jok semi-kulit. Ada catatan untuk kualitas interiornya. Jahitan di jok kurang rapi, begitu pula plafon yang masih ditemui bergelombang. Hal sepele yang semestinya bisa ditingkatkan.



[caption id="attachment_71984" align="alignnone" width="852"]Kabin Cortez tipe L Kabin Wuling Cortez tipe L[/caption]

Gimmick menarik mulai bertebaran dari eksterior. Lampu LED dan Daytime Running Light (DRL) memberi kesan mahal. Masuk ke dalam lebih banyak lagi yang bisa dieksplor. Mulai dari Multi Information Display (MID) dengan informasi lengkap, salah satunya Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Layar monitornya begitu cerah dengan beragam warna di mode Home. Fitur unggulannya seperti : Bluetooth, mirroring dan yang mencengangkan adanya sistem navigasi. Mata tidak perlu terus menerus-menerus melirik ke monitor tengah, karena panduan navigasi ada juga di MID.


Double Blower AC berada di perbatasan baris kedua dan ketiga seperti Isuzu Panther. Embusan anginnya lama kelamaan mengganggu penumpang baris kedua karena selalu menerpa ujung kepala. Untuk penumpang baris ketiga, tak masalah sama sekali. Yang paling penting, disediakan soket USB untuk mengisi daya baterai di kedua baris kursi.



Cortez menjadi satu-satunya MPV Rp 200 jutaan yang dilengkapi electric sun roof, electric parking brake (EPB) dan Automatic Vehicle Holding (AVH). Jika AVH diaktifkan, rem bakal berfungsi otomatis ketika berhenti untuk menjaga posisi. Sistem ini ditambahkan lagi Hill Hold Control (HHC) dan fitur safety aktif seperti Electronic Stability Control (ESC) dan Traction Control (TRC). Jumlah airbag masih kalah dari Toyota Rush, karena Cortez cuma punya empat.


Dapur pacu 1,8-liter VVT-i sudah lebih dari cukup untuk membopong bodi besar. Tenaga 129 hp dan torsi 174 Nm memiliki rentang tinggi di putaran atas. Tidak berlebih, hanya cukup saja. Menanjak terjal menuju Pasir Berbisik di Bromo dilalui tanpa masalah berarti. Perhatian utama tetap datang dari transmisi i-AMT. Meski lebih pintar, halus dan cepat dari AMT kebanyakan, bagi kami tetap menjadi kekurangan terbesar di mobil ini. Perlu mempelajari mekanikal dan mengubah kebiasaan bagi yang biasanya mengemudi mobil matik biasa atau CVT. Transmisi manual sepertinya terdengar lebih sempurna, asalkan tidak masalah kembali ke dunia injak kopling.


pengendalian cortez


Rasa kecewa justru sirna saat memahami karakter suspensi Cortez. McPherson di depan dan independen double wishbone di belakang merupakan formasi pas untuk kombinasi kenyamanan dan kestabilan. Bantingan lembut tapi tak memantul, mantap diredam dengan baik oleh shock absorber. Paling mengejutkan dari body roll yang sangat minim. Mungkin menjadi MPV paling kecil limbungnya. Meliuk-liuk di lintasan berkelok tidak membuat bodi berantakan kesana kemari. Menikung lebih dari 100 km/jam di belokan panjang jalan tol juga sangat stabil. Ngebut sampai 160 km/jam juga tidak terasa melayang seperti mayoritas MPV asal Jepang. Apresiasi setinggi langit di sektor ini.


Jika ingin mencari kelemahan lain dari Cortez tentu saja ada. Tapi mengingat harganya yang masuk dalam level murah, apakah menjadi keluhan berarti? Tinggal menguji bagaimana durabilitas dan reliabilitas serta layanan purnajual Wuling. Karena bagian ini menjadi tolok ukur utama konsumen tanah air dalam membeli mobil. Yang penting kuat, awet, spare part banyak dan murah, lalu harga jual kembalinya tinggi. Jika tidak terlalu mempedulikan itu semua, Cortez ialah pilihan baru yang penuh sensasi. Anda harus mencoba sebelum menilainya. (Odi/RS)


Baca juga: Road Test Wuling Cortez: Keunggulan yang Tidak Dimiliki Lawan Seharganya

Jelajahi Wuling Cortez

Wuling Cortez Rp 219,8 - Rp 290 Juta Cicilan : Rp 5,02 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store