jakarta-selatan

Honda Brio Baru Diklaim Efisien Lebih dari 20 km/liter, Kenapa Bisa?

  • 12 Sep, 2018
  • 2845 Kali Dilihat

Honda Indonesia (HPM) baru saja mengumumkan harga Honda Brio. Dalam kesempatan itu, Honda turut membawa Large Project Leader (LPL) Honda Brio, Tsutomu Harano. Ia bercerita banyak soal Brio. Salah satunya, keiritan bahan bakar. Baik Honda Brio RS maupun Honda Brio Satya, konsumsi bahan bakarnya diklaim efisien. Untuk versi CVT, dibilang cuma menenggak bensin 20,3 km/liter dan versi manual 20,1 km/liter. Itu berdasarkan metode pengujian mereka.



Dari mesin 1.2 liter, Honda meracik sedemikian rupa, agar konsumsinya sesuai regulasi LCGC, minimal 20 km/liter. Sebab, mereka punya Brio Satya yang masuk skema LCGC. Kedua mobil anyar itu, kini dimensinya lebih besar (sumbu roda tambah 60mm), sementara mesinnya sama dengan versi lawas.


Begini cara Honda mengakalinya. “Untuk mengejar efisiensi, maka kami memperbaiki sisi aerodinamisnya. Awalnya kami bikin clay model yang bentuknya seperempat dari desain asli mobil. Kami kemudian menaruhnya di air tunnel, untuk menghitung koefisien drag aerodinamikanya. Singkat cerita, nilainya sedikit naik jika dibandingkan Brio lama,” jelas Harano.


Menurut LPL Honda Brio, yang bikin boros konsumsi BBM, ya tahanan udara. “Makanya kami bikin bagus nilai aerodinamika agar irit bahan bakar. Nilai koefisiennya dibanding dengan yang lama, 0,02%. Karena makin lebar, bobot tambah 5 kg dari frame saja. Namun secara keseluruhan bobot tambah 20 kg. Untuk bagian hood ada perbaikan. Yang kedua ada di bagian dekat lampu belakang. Banyak yang kami perbaiki, agar nilainya semakin baik,” tambahnya.


harga brio baru


Kemudian untuk model sekarang, sudah pakai engine cover. Ini juga meningkatkan aerodinamika. Meski sangat laku di Indonesia, ternyata riset Brio dilakukan oleh Honda Asia Pacific di Thailand. Menurut Honda, fasilitas di sana cukup lengkap. Khusus fasilitas R&D Honda Indonesia, lebih fokus melakukan riset, menggabungkan komponen lokal. Brio punya lokal konten 85%, besarannya naik sekitar 2% dari versi lama. Tambahan itu, salah satunya berasal dari engine crankshaft.


Honda R&D Asia Pacific Co, Ltd (HRAP) mengambil alih penelitian dan pengembangan Brio di wilayah Asia & Oseania. Mereka mulai mengembangkan Honda Brio generasi ke-2 dengan peningkatan semua aspek. Tim R&D melakukan survei pasar yang luas, meliputi kota-kota besar dan daerah pedesaan. Gunanya, untuk mendapatkan lebih banyak info dalam memahami kebutuhan konsumen. Jadi, terciptalah mobil dengan desain dan fungsi yang orientasinya konsumen.


Sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini, Honda Brio telah menggenggam total penjualan 237.272 unit di Indonesia. Penjualan Brio di Indonesia bahkan mencapai 58% dari total penjualan di seluruh dunia. Ini menjadikan Indonesia sebagai “leading country" untuk pengembangan model ini. (Alx/Odi)


Baca Juga: Harga Honda Brio Terbaru Resmi Diumumkan, Naik Rp 6,5 - 10 Juta

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Brio

  • Satya S | Rp140 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp7,8 Juta
    Angsuran Rp3,5 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Satya E | Rp148,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp9,5 Juta
    Angsuran Rp3,71 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Satya E CVT | Rp163,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp12,5 Juta
    Angsuran Rp4,07 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • RS | Rp176,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp15 Juta
    Angsuran Rp4,36 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • RS CVT | Rp191 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp18 Juta
    Angsuran Rp4,72 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Honda Brio

Lihat video terbaru Honda Brio untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Honda Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi