jakarta-selatan

First Drive Honda Brio RS 2018: Revolusi Di Semua Aspek (Part-1)

  • 21 Okt, 2018
  • 2770 Kali Dilihat

Inilah city car Low Cost Green Car (LCGC) terlaris, yang sekaligus menjadi tulang punggung penjualan Honda. Terjual sekitar 4.000 unit per bulan, lebih baik dari produk Honda lainnya. Bahkan dari HR-V dan Mobilio. Itu sebabnya, generasi kedua Honda Brio yang meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu ini, mendapat revolusi di semua aspek.


Penyempurnaan dilakukan di seluruh bagian. Tak hanya yang terlihat mata, namun juga bagian yang tertutup. Jadi, tak hanya bentuknya yang lebih sedap dipandang, tapi juga rasa berkendaranya lebih ditingkatkan. Seperti apa rasanya? Kami menjajal mobil ini selama tiga hari (17-19 Oktober 2018) di pulau Bali. Berikut ulasannya!


Eksterior



Yang paling terlihat dari luar, bentuk bagian belakangnya. Honda mengubah desain pintu bagasi menjadi tailgate style yang lebih kokoh. Memang, keunikan Brio lama dengan pintu belakang yang seluruhnya kaca, jadi hilang. Tapi konsumen tak perlu lagi khawatir soal keamanan serta kekokohan pintu bagasinya yang mudah pecah.


Lantaran itu, dimensi Brio pun jadi lebih panjang. Jarak sumbu roda (wheelbase) city car ini melar 60 mm atau 6 cm. Ruang bagasinya pun diperluas 90 mm dengan volume 258 liter. Selain kapasitas bagasi dan ruang kabin yang lebih lapang, perubahan ini tentu membawa dampak pada karakter berkendaranya. Rasa berkendaranya kami bahas di bagian kedua.


Kembali ke soal eksterior, desain barunya lebih mempesona. Kata Honda, mereka ingin pemiliknya merasakan kebanggaan memiliki Brio, meski inilah entry-level (mobil termurah) di Indonesia. “Proud Over Class,” kata mereka. Apalagi tipe RS atau varian termahalnya yang sudah diimbuhi berbagai ornamen body kit yang sporty.



Hidungnya lebih berkarakter dengan kap mesin, grille dan lampu depan yang mirip Mobilio. Ya, lampu depannya memakai lampu kecil LED yang didesain layaknya DRL (Day-time Running Lights) atau disebut LED Light Guide. Sementara bagian belakangnya berubah total. Lampu belakang didesain melebar hingga bagian tepi memberi kesan mobil terlihat lebih lebar.


Roda pun ikutan mendapat sentuhan. Brio RS dibekali pelek berukuran 15-inci dengan desain baru dual-tone piano black yang modern. Brio Satya memakai pelek 14-inci yang sederhana. Tapi kaki Brio RS dan Satya, ternyata tak hanya berbeda lingkar roda, namun juga suspensinya. Menurut tim R&D Honda Brio, kaki Brio Satya disetel lebih empuk ketimbang Brio RS. Tapi jangan khawatir, komponen keduanya sebetulnya sama. Hanya memang karakter tingkat kekerasan bantingannya saja yang berbeda.


Terakhir, Brio terbaru juga datang dalam tujuh pilihan warna. Dua warna baru, kuning dan oranye sama persis dengan Mobilio. Warna Oranye khusus tersedia di tipe RS dengan sentuhan atap hitam yang menambah kesan sporty. Jujur, tak ada komplain dari kami soal eksterior barunya ini.


Interior



Masuk ke dalam kabin, interiornya memang tak jauh berbeda dari Brio sebelumnya. Desain layout dan kursinya bawaan dari sebelumnya. Brio Satya memadukan warna hitam dan beige dengan kursi yang sandaran kepalanya menyatu dengan penopang punggung. Untungnya, sandaran kepala kursi baris kedua Brio Satya, ada tiga dan dirancang terpisah.


Interior Brio RS lebih enak dilihat karena berwarna hitam sampai ke bagian plafon. Kursi depan Brio RS pun memiliki sandaran kepala adjustable yang berdesain menarik. Lalu ada ornamen berwarna oranye di bagian dashboard. Jujur kami agak kaget. Karena meski warna eksterior kuning, putih atau warna lainnya yang Anda pilih, ornamen interiornya tetap oranye. Mungkin lebih baik kalau ornamen interiornya ini memiliki warna yang senada dengan eksterior.



Joknya juga memakai bahan yang berkualitas baik. Ketebalannya pun masih cukup nyaman, tak seperti Datsun Go, misalnya, yang joknya tipis. Penambahan 60 mm jarak sumbu roda sukses membuat penumpang belakangnya merasa sedikit lebih lega. Untuk saya yang memiliki tinggi badan 170 cm, lutut tak sampai mentok dengan kursi depan. Ruang kepala pun masih aman. Walaupun posisi sandaran kursi belakangnya tak bisa direbahkan, tapi posisi duduknya ini masih cukup nyaman. Apalagi penumpang yang duduk di tengah juga dilengkapi sabuk pengaman dan sandaran kepala, menjadikan Honda Brio sebagai 5-seater sejati.


Bagasinya pun lebih bermanfaat. Sekarang saya bisa memuat dua koper berukuran sedang atau satu kereta bayi ke dalamnya. Kata Honda, selain volumenya lebih besar 84 liter dari sebelumnya, mulut bagasinya pun lebih besar 15%. Sehingga Anda tak perlu kesulitan memasukkan barang yang berukuran agak besar ke dalam kabin dari pintu bagasi. Ingat, kursi baris keduanya ini, juga bisa dilipat untuk akomodasi barang yang lebih baik. Oh ya, ada lampu bagasinya juga sekarang. Selain bagasi, ruang penyimpanan lain pun tersedia. Terdapat bottle holder di setiap pintu dan glove box yang berukuran cukup. (RS/Odi)


Baca Juga: First Drive Honda Brio RS 2018: Revolusi Di Semua Aspek (Part-2)

Galeri

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Brio

  • Satya S | Rp140 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp28 Juta
    Angsuran Rp3,53 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Satya E | Rp148,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp29,7 Juta
    Angsuran Rp3,73 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Satya E CVT | Rp163,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp32,7 Juta
    Angsuran Rp4,09 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • RS | Rp176 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp35,2 Juta
    Angsuran Rp4,39 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • RS CVT | Rp191 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp38,2 Juta
    Angsuran Rp4,75 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Honda Brio

Lihat video terbaru Honda Brio untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Honda Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi