jakarta-selatan

Honda Brio Satya: Ratu LCGC Hatchback

  • Jan 06, 2017
  • 1576 Dilihat

Honda Brio adalah buah dari program Eco Car di Thailand. DI Indonesia, mobil mungil ini pada awalnya adalah jawaban Honda untuk kelas city car, yang didominasi oleh Kia Picanto, Suzuki Splash, dan Nissan March.


spesifikasi BRio Satya


Kehadiran Brio yang dirakit di pabrik Honda di Karawang Timur, Jawa Barat, langsung menumbangkan ketiganya di pasar mobil perkotaan tersebut, dan Honda Prospect Motor pun patut bangga. Seiring berjalannya waktu, pemerintah Indonesia menggelontorkan program Low Cost Green Car, mobil murah dengan syarat harus dirakit di Indonesia dengan kandungan lokal tidak kurang dari 80 persen, serta harganya tidak lebih dari Rp 150 juta.


Program ini disambut baik oleh APM raksasa seperti Toyota, Daihatsu, Datsun, dan Suzuki. Mereka berlomba-lomba membuat mobil yang harganya terjangkau, tentu dengan konsekuensi penurunan fitur dan kualitas. Tapi tidak dengan Honda. Seperti biasa, mereka tidak mau terburu-buru, dan mempelajari ‘medan’ lebih dulu.


Hasilnya adalah Honda Brio Satya. Sebuah kendaraan LCGC yang paling lengkap. Jika kompetitornya hanya mengandalkan mobil dengan harga murah dan minim fitur, maka Brio hadir dengan dual airbag, rem ABS, dan transmisi otomatis (LCGC transmisi otomatis saat itu hanya ada pada Toyota Agya dan Daihatsu Ayla). Jika merek lain mengandalkan mesin 3-silinder, maka Brio tetap menggunakan mesin empat silinder dengan kapasitas 1,2 liter.


Yang lebih hebat, meski berstatus LCGC, tapi rasanya tetap sama seperti Brio biasa yang harganya lebih mahal. Honda Prospect Motor kemudian melangkah lebih jauh pada pertengahan 2016 lalu, dengan menghadirkan versi facelift. Tidak hanya perubahan pada paras dan kosmetika, tapi juga pergantian transmisi otomatis konvensional menjadi CVT (Continous Variable Transmission).


Inilah yang membuat kami penasaran. Mesin boleh tidak berubah. Namun penggantian transmisi akan membuat karakter pengendaraannya menjadi berbeda, terlebih inilah satu-satunya LCGC yang memiliki . Seperti apa perubahannya? Simak dibawah ini.


Fitur Dan Kelengkapan


fitur BRio Satya


Disinilah kunci kemenangan Brio Satya di kelas LCGC bergantung. Brio dengan kelengkapan fitur hiburan dan keselamatan, serta keamanan begitu merajai di pasaran, hingga Toyota dan Daihatsu harus membenahi produk mereka, dan memasangkan dual airbag.


Meski demikian, tetap hanya Brio Satya yang memiliki rem ABS dan EBD. Dan itu melebihi ekspektasi siapapun, yang sedang memimpikan untuk punya LCGC.


Audio Brio Satya


Fitur hiburan pun cukup legkap. Meski belum memiliki kemampuan untuk terhubung dengan telepon genggam pintar melalui Bluetooth, namun head unit JVC yang dimiliki Brio Satya sudah dilengkapi dengan slot USB, yang pada akhirnya akan mampu memutarkan lagu dari handphone Anda.


power window brio


Fitur lain yang juga membantu adalah pengaturan spion elektrik dan empat power window untuk mengendalikan jendela. Selain itu, pengunci pintu otomatis juga hadir, dimana saat mobil mulai bergerak melewati kecepatan 20 km/jam, central lock akan bekerja mengunci pintu.


Interior


jok Brio satya


Sebagai sebuah city car tentunya Anda tidak perlu berharap banyak terhadap kelegaan kabin. Empat orang dewasa dengan dimensi tubuh layaknya orang Asia, masih bisa duduk nyaman di dalam sini, Lebih dari itu, pasti akan ada yang protes soal dimensi kabin.


AC digital


Tidak banyak yang bisa diangkat, kecuali Brio adalah satu-satunya LCGC hatchback yang menggunakan tombol dan tampilan digital untuk pengaturan AC. Tapi jangan bayangkan ini adalah sebuah climate control, yang ada di Brio adalah AC biasa yang diberikan tombol, bukan kenop, dan layar digital untuk memberikan informasi.


tampak dashboard


Berbicara soal layar digital, di hadapan pengemudi hadir Multi Information Display yang memberikan informasi soal konsumsi BBM, odometer, dan jarak tempuh. Cukup informatif memang, meski tidak bisa dikatakan lengkap informasinya.


Dashboard Brio Satya baru ini terlihat modern secara desain. Dwi warna yang disematkan menimbulkan kesan mewah. Material yang digunakan akan langsung mengingatkan Anda kalau ini adalah mobil LCGC yang murah.


Jok berbahan fabric akan terlihat cepat kotor kalau tidak telaten megngurusnya, karena warna yang digunakan adalah beige yang terang. Penggunaan warna terang inilah yang membuat kabin Brio Satya terasa lega. Tapi hal itu hanyalah efek psikologis karena pada kenyataanya, Anda bisa baca di atas tadi.


Bagasi juga sesuai perkiraan. Sepertinya satu koper besar bisa masuk di dalam sini. Atau barang belanjaan bulanan.


Performa


MEsin BRio


Seperti disebutkan diatas, Brio Satya dibekali dengan mesin 4-silinder berkapasitas 1,2 liter. Tenaganya mencapai 90 ps, dan torsi 110 Nm. Angka tersebut mungkin biasa saja bagi para pecinta kecepatan, namun inilah angka yang cukup besar untuk sebuah city car yang penggunaannya banyak di wilayah urban yang padat.


Transmisi CVT menterjemahkan angka performa menjadi sebuah pergerakan mobil yang halus, meski tidak begitu sempurna. Yang jelas, meski bertransmisi CVT, namun tenaganya terasa mengisi terutama mulai dari 2.000 rpm hingga menjelang torsi puncak pada 4.800 rpm. Setelah itu, perfromanya akan terasa kosong meski putaran mesin terus meningkat hingga mencapai batas merah pada 6.500 rpm.


ruang mesin BRio


Ini adalah sebuah gambaran performa yang cukup baik untuk city car dengan kapasitas mesin yang terbilang kecil.


Pengendaraan & Pengendalian


Brio


Dikatakan tadi bahwa meski perpindahan giginya halus berkat penggunaan CVT, yang rasionya berubah-ubah, sehingga menjamin putaran mesin sesuai dengan rasio trasmisi yang tepat. Inilah mengapa Anda tidak akan merasakan perpindahan gigi.


Namun pada Brio Satya, ada sedikit kejanggalan, terutama saat berada dalam posisi stop and go, seperti ditengah kemacetan. Tekan sedikit pedal gas, maka mobil akan menyentak. Biarkan berjalan, dan kemudian tekan pedal gas lebih dalam, dan respon akselerasinya terasa berjeda. Kami menengarai ini adalah akibat dari penggunaan sistem drive by wire, yang menggantikan kabel gas.


Sensornya harus membaca dulu pergerakan pedal gas untuk kemudian memberikan respon. Memang pada akhirnya mobil akan melaju karena mesin dan transmisi bisa menyesuaikan, namun efek jeda itu kadang membuat frustasi.


Namun jeda antara pedal gas diinjak dan mobil merespon tersebut hanya terjadi pada saat tuas transmisi berada pada posisi D. Geser ke S, maka Brio akan menjadi lebih agresif. Pada akhirnya, Anda akan lebih suka berkendara dengan S ini dibanding D.


Velg alloy BRio


Hal lain yang patut menjadi catatan adalah, karakter suspensi. Tidak, mobil ini tidak terlalu keras. Yang jadi masalah adalah saat bertemu dengan lubang, bunyinya agak membuat khawatir. Meski tentu saja kualitas sebuah Honda tidak perlu diragukan, namun karakternya ini membuat percaya diri agak berkurang saat harus berhadapan dengan jalanan yang tidak mulus.


Soal pengendalian, karakter Brio yang lincah tetap ada meski mobil ini berlabel LCGC. Kelincahannya ini dipengaruhi oleh karakter mesin yang agresif di saat transmisi sudah mulai mampu menterjemahkan lontaran tenaga, serta lingkar kemudi yang responsif.


Penggunaan power steering elektronik memang membuat kemudi menjadi ringan, meskipun kurang memberikan feedback terutama pada seperempat putaran awal. Tapi ringannya kemudi ini menjadi nilai plus terutama untuk berkelit di kepadatan lalu lintas. Toh saat berkendara di kecepatan tinggi, kemudinya bisa memberat dan memberikan keyakinan pada pengemudinya.


Konsumsi BBM? Kalau ini penting bagi Anda, di dalam kota city car ini saat kami uji di lalu lintas yang lumayan padat masih mampu memberikan 13,1 km/liter. Sedangkan pengujian luar kota yang 95 persen rutenya adalah jalan tol, konsumsi BBM-nya cukup spektakuler yaitu 23,8 km/liter. Metode uji yang digunakan adalah Full to Full, dengan jarak tempuh (total pengujian BBM) tidak kurang dari 230 km.


Kesimpulan


tampang belakang BRio


Jujur, sebelum munculnya Toyota Calya/Daihatsu Sigra, Brio Satya memiliki paket kelengkapan terbaik di kelas LCGC. Calya/Sigra akan terasa memiliki value lebih karena keduanya memiliki fitur selengkap Brio Satya, plus, adalah kendaraan MPV compact yang bisa menampung tujuh orang.


Namun kalau Calya/Sigra terasa terlalu besar dan Anda tidak perlu ruang kabin yang terlalu besar, maka Brio Satya adalah paket produk LCGC yang lebih dari cukup. Fitur hiburan dan keselamatan lengkap, jaminan nama besar pembuatnya, serta konsumsi BBM yang irit adalah kunci utama kesuksesan sebuah mobil. Dan ini ada di dalam Brio Satya.

Galeri

Shares

Video Honda Brio

Lihat video terbaru Honda Brio untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi

Bandingkan Honda Brio dengan Mobil Sejenis

VS
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer