Deretan Motor Cafe Racer Pabrikan, Praktis Tanpa Modifikasi (Part-1)

Deretan Motor Cafe Racer Pabrikan, Praktis Tanpa Modifikasi (Part-1)

Tren motor bergaya klasik kembali diminati. Beberapa perusahaan roda dua pun terjun ke ceruk pasar ini. Jenis yang sedang digandrungi pecinta otomotif dari seluruh dunia, khususnya Indonesia saat ini ialah model cafe racer. Mereka mulai merancang dari kapasitas kecil hingga besar. Kehadirannya tentu tidak menyulitkan penggemarnya, karena praktis dan tidak perlu proses modifikasi. Berikut deretan pabrikan motor yang merilis motor cafe racer dengan beragam spesifikasi dan kelebihannya.

Benelli Motobi 152

Benelli Motobi 152

Sukses meluncurkan berbagai tipe motor di Indonesia, Benelli juga punya produk bergaya cafe racer: Motobi 152. Motor blasteran Italia dan Cina ini didesain bergaya klasik dengan tangki melonjong menyerupai motor khas tentara Jerman. Ia mengusung jok khas cafe racer yang bisa dibongkar pasang. Covernya dapat dilepas jika ingin berboncengan.

Lampu depannya dibuat membulat dengan lampu sein terpisah. Tampak pula aksen reflektor di garpu depan. Spidometer dirancang mengikuti tema retro yang dipakainya dan dilengkapi dengan MID digital yang cukup lengkap memberi informasi. Sayang, ia tidak dilengkapi indikator bensin.

Menggendong mesin satu silinder, berkapasitas 149 cc. Tenaga yang dihasilkan mencapai 11 Hp per 8.000 rpm dan torsi 11,1 Nm di putaran 6.000 rpm. PT Benelli Motor Indonesia (BMI), membanderol Benelli Motobi 152 dengan harga Rp 19,8 juta.

Viar Vintech

Motor retro modern ini pertama kali meluncur di GIIAS 2018. Ada dua varian yang ditawarkan ke konsumen, yakni Vintech 200. Dirakit dalam negeri (CKD), tampilnya justru sederhana. Ia hadir dengan desain jok bergaya klasik yang khas dengan garis-garis melintang. Makin menarik ketika melongok desain knalpotnya yang mendukung tampilan retro.

Lampu depan hingga sein menggunakan desain bulat khas motor klasik. Panel instrumen pun membulat dan sudah dilengkapi penunjuk kecepatan (speedometer), fuel meter, indikator perpindahan gigi digital, dan takometer. Sementara bagian belakang, dimanjakan dengan bentuk lampu yang ringkas.

Viar Vintech 200 memiliki panjang 1.885 mm, lebar 770 mm, dan tinggi 1.080 mm. Jarak sumbu rodanya 1.290 mm, dengan ground clearance 160 mm. Ia menggunakan suspensi depan teleskopik dan ganda tanpa subtank menopang bagian belakang.

Di sektor mesin, Viar Vintech 200 menggunakan 4 langkah, SOHC, dengan diameter x langkah 65,5 x 59 mm. Kapasitas volumenya 198,8 cc dengan daya maksimal mencapai 17,6 Hp pada 8.500 rpm dan torsi mencapai 15 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga dan torsi itu dialirkan ke roda belakang melalui gigi transmisi 5 kecepatan. Banderol Vintech sekitar Rp 22 jutaan.

Kawasaki W175 Cafe

Kawasaki W175 Cafe

Mulanya ia hadir bukanlah sebagai cafe racer murni. Namun seiring meningkatnya permintaan masyarakat Indonesia, pihak Kawasaki Indonesia akhirnya menghadirkan W175 Cafe. Meski menyerupai model reguler, dirinya punya ciri khas dengan mengusung konsep cafe style. Salah satu aliran modifikasi yang terkenal di era 1960-an. Dan langkah KMI memberikan penyegaran terhadapnya, untuk memuaskan hasrat penyuka kuda besi berparas retro.

Tampilan cafe racer ditunjukkan lewat warna meter visor yang dibuat senada dengan warna bodi. Di situ juga terdapat number plate untuk menempatkan nopol motor. Tank emblem dibuat lebih gelap dengan warna coklat. Sedangkan knee pad mendapat desain pola yang berbeda dengan W175 biasa.

Bagian tempat duduk dibuat dengan pola tucker role yang memadukan antara warna coklat dan hitam. Memang tak ada buntut tawon yang menjadi ciri khas motor bergaya café racer. Guna mengakalinya, Kawasaki mendesain jok bagian belakang lebih tebal dan menggunakan warna hitam sebagai pembeda. Alhasil, desain ini memberikan siluet seperti buntut tawon.

Mesin sama seperti yang terpasang pada W175 biasa. Menggendong jantung mekanis 4-stroke SOHC satu silinder dengan kapasitas 177 cc yang menghasilkan tenaga 13 Hp pada 7500 rpm dan torsi 13,2 Nm di putaran 6000 rpm. Dirinya dijual seharga Rp 33,8 juta.

Di bagian belakang short style rear fender dibuat lebih pendek untuk memperkuat kesan sporty. Sedangkan pelindung knalpot berwarna krom (chrome muffler guard).

Kawasaki W800 Cafe

Kawasaki W800

Masih di seri yang sama, namun kali ini kubikasinya lebih besar, bisa dibilang cafe racer moge. Sesuai namanya, W800 Cafe merupakan pengembangan dari Kawasaki W800 yang dibuat menjadi ala motor balap zaman dulu. Secara global motor ini meluncur perdana di pameran EICMA, Milan, November 2018.

Memakai basis W800, namun ia dilengkapi dengan tudung lampu depan besar. Serta banyak part yang berwarna krom, membuat warna motor lebih hidup dan berkilau. Imbuhan lain yaitu klaster instrumen bergaya analog untuk menguatkan kesan klasik. Menariknya ia tidak menggunakan setang model jepit, melainkan setang yang ditekuk agar posisinya lebih runduk dan maju ke depan. Sedangkan di belakang, jok double seater dibuat ala single seater dengan tambahan buntut tawon.

Mengusung mesin berkapasitas 773 cc, 2 silinder SOHC, menghasilkan tenaga 51 Hp pada 6.500 rpm dan torsi maksimum 62,9 Nm pada 4.800 rpm. Kawasaki W800 Cafe dibanderol Rp 296 juta on the road (ORT) Jakarta.

Cleveland Misfit 250

Cleveland Misfit

Motor bergaya cafe racer asal Amerika Serikat ini hadir ke Indonesia pada 2017. Sejak keluar dari pabrik, tampangnya sudah khas motor klasik. Tangki besar dan di bagian samping terdapat patahan yang dalam untuk tempat dengkul. Bagian depan diiniasi lampu bundar besar menambah kesan retro. Di belakang jok mengadopsi buntut tawon dan bisa dibuka dengan kunci ukuran 12 mm jika ingin boncengan. Kaki-kaki pun terlihat kekar, terutama bagian depan yang menggunakan up side down. Dengan tabung berwarna emas kontras dengan warna hitam di bodi dan mesin.

Ia mengusung mesin 229 cc single silinder OHV, berpendingin udara, dan masih karburator. Menghasilkan tenaga 15.4 hp pada 8.500 rpm dan torsi 16 Nm pada 6.000 rpm. Dengan bore dan stroke 67 x 65 mm, karakternya sedikit overbore untuk mengail tenaga di putaran menengah dan atas.

Seperti diketahui, OHV merupakan mesin dengan tipikal khusus, putaran mesinnya tidak setinggi SOHC maupun DOHC karena sistem kerja buka tutup klep lebih lambat. Karena sistem OHV biasanya ditemukan di motor-motor cruiser berkapasitas besar yang lebih mengutamakan enjoy riding. Cleveland Misfit 250 dibanderol Rp 56 jutaan.

Cleveland CycleWerks Ace 400 Cafe

Cleveland Ace

Meluncur di Indonesia pada 2019. Secara tampilan, sesuai gaya dipilih, Ace 400 menawarkan motor dengan tampilan cafe racer klasik. Mengadopsi setang jenis clip-on yang dijepit tepat di bawah segitiga atas. Kemudian desain tangkinya sedikit mengoval lengkap dengan lekukan di bagian pinggir semakin membuat rigid ketika paha menjepit.

Bentuk headlamp membulat dan sudah mengadopsi teknologi LED dengan garis pemisah horizontal di bagian tengah. Sementara lampu seinnya masih menggunakan bohlam konvensional dengan mika berwarna jingga. Bagian belakang terlihat sederhana, hanya terdapat stoplamp bulat dan mudguard sebagai pengganti sepatbor.

Untuk dapur pacu, kuda besi ini menggendong mesin berkapasitas 397 cc, satu silinder, SOHC 4-tak, berpendingin cairan dan berpengabut injeksi. Dari data teknis, motor ini punya rasio kompresi 8.8:1 dengan diameter silinder 85 mm dan jarak piston 70 mm.

Di atas kertas ia mampu hasilkan tenaga maksimal 27,7 Hp pada 7.500 rpm dan torsi maksimal 30 Nm di puataran 5.600 rpm. Daya mesin dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan dengan saluran pembuangan gas double exhaust. Motor ini sudah dibekali sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) depan dan belakang, engine oil cooler, automotive grades ABS, dan sensor standar yang berguna sebagai engine safety. Motor ini dibanderol Rp 77 juta on the road (OTR) Jakarta dengan status rakitan dalam negeri (CKD). (Bgx/Odi)

Baca Juga: Deretan Motor Cafe Racer Pabrikan, Praktis Tanpa Modifikasi (Part-2)

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor