Test Ride Suzuki Nex Crossover: Tenaga Responsif, Cocok Buat Touring Jarak Dekat

Gambar
Review Pengguna

Suzuki Nex Crossover merupakan skutik entry level berpenampilan tualang. Desain bodi dan mesinnya sama dengan versi reguler. Tapi ada beberapa komponen yang membuatnya lebih menarik. Model yang dirilis November tahun lalu ini ditawarkan dengan harga Rp 17,9 juta OTR Jakarta.

Oh iya, unit ini sebelumnya sudah pernah dicoba akhir tahun lalu. Namun sayangnya sesi first ride saat itu terlalu singkat. Hanya berpelesiran di kawasan Jungle Land, Bogor. Waktu yang diberikan juga terbatas. Hal itu lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. Makanya, banyak variabel yang belum dikupas lebih mendalam.

Dan akhirnya selama satu minggu Crossover ini berada di tangan kami. Kesempatan untuk mengujinya secara intensif jadi lebih enak. Paling penting skutik ini kami jajal untuk melewati trek dalam kota hingga menuju pengunungan. Hal itu dilakukan agar kelincahan malahap medan aspal, berbatu hingga lumpur bisa terasa. Ya, kami melakukan pengetesan dari Bekasi menuju Curug Panjang, Megamendung, Bogor. Perjalanan ini sekaligus untuk membuktikan apakah Nex Crossover nyaman buat tur jarak dekat. Berikut ulasannya.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Setang Ala Motor Trail

Buat awalan, izinkan kami untuk mengulas posisi berkendara lebih dulu. Duduk di atasnya dalam kondisi diam, rider dengan postur tinggi 173 cm kaki bisa menapak sempurna di permukaan jalan. Untuk mendapat ergonomi yang enak, mundurkan bokong sedikit agar dengkul tidak mudah mentok dengan dek depan. Mungkin buat yang punya tinggi 160-an cm masih bisa terakomodir, walau nantinya sedikit jinjit.

Jika Anda sudah pernah mengendarai Nex versi standar (Nex II) atau Cross, pasti langsung merasakan perbedaaanya. Itu lantaran bagian kemudi sedikit melar (765 mm), membuat posisi kedua tangan lebih terbuka. Jadi ala motor trail. Meski lebih panjang dari varian reguler, ukurannya pas. Tidak terlalu tinggi, sehingga tidak menyulitkan kala bermanuver.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Selain itu, imbas dari pemakaian handlebar visibilitas jadi lebih luas. Posisi tangan juga tidak terlalu menekuk, jadi lebih rileks. Insinyur Suzuki sungguh memperhatikan hal itu agar mudah dikendarai oleh siapapun. Apalagi dek pijakan kaki cukup luas, tentu saja menawarkan kenyamanan.

Model kursinya masih sama dengan saudaranya, tapi Nex Crossover dirancang dengan material yang lebih baik. Feel-nya terasa lebih tebal dan cukup empuk. Lumayan buat ukuran skutik entry level berperawakan semi cross.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Karakter Handling Khas Skutik Touring

Setang model handlebar punya karakter tur yang kuat. Maka itu kami melakukan perjalanan dari Bekasi, melalui rute perkotaan dan menuju daerah pegunungan. Tidak terlalu jauh dari Ibukota, hanya berjarak 120 km. Tepatnya ke Curug Panjang, Desa Citamiang, Kecamatan Megamendung, Bogor. Lokasi ini dipilih karena memiliki struktur jalan kombinasi. Aspal mulus hingga berlubang, berbatu sampai permukaan tanah basah. Apalagi kondisinya baru diguyur hujan lebat. Pas untuk menguji handling dan kekuatannya.

Soal handling waktu penggunaan dalam kota, ia cukup cekatan. Ringan, manut, dan presisi, sesuai dengan karakter khas skutik entry level. Hal itu juga karena memang berat kosongnya hanya 94 kg. Meski menggunakan setang lebar, buat dipakai harian untuk meliuk di kemacetan juga terasa mudah. Tak butuh penyesuaian berlebih, langsung gas dan motor asyik dibawa riding. Saat bertemu u-turn di jalan raya, siku rider juga tidak gampang mentok.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Masuk di kawasan pengunungan dengan kondisi medan kombinasi, ia masih mudah dikendalikan. Lagi-lagi setang lebar cukup membantu untuk masalah pengendalian. Kala bertemu lubang maupun speed bump (polisi tidur) yang lumayan tinggi, bagian bawah tidak mudah mentok. Itu karena ground clearance atau jarak terendah dari tanah setinggi 150 mm. Boleh dibilang paling tinggi dibanding skutik sekelasnya. Sehingga terasa lebih mantap dan meyakinkan untuk dibawa bertualang ke manapun tanpa rasa khawatir.

Kenyamanan berkendara didukung dengan floor board rata lega. Pengguna dengan ukuran sepatu 42 pun masih ada ruang tersisa. Jadi masih bisa bergerak bebas agar tidak mudah bosan. Enaknya, ada kontur bergerigi di dek, membuat kaki pengendara tidak mudah tergelincir. Karakter suspensinya juga turut membantu dalam hal kenyamanan. Mampu meredam ketika melintasi area bebatuan. Tak ada gejala mentok di peredam kejut depan maupun belakang. Tapi hasil itu berbeda jika sudah berboncengan, tergantung bobot total pengendara dan penumpang juga.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Lincahnya Crossover di medan kurang baik juga didukung penggunaan kulit bundar tipe tubeless dengan model dual purpose. Cukup mumpuni dalam memberikan traksi di area berbatu. Bahkan saya bisa sombong sedikit dengan pengendara naked bike 150 cc. Dirinya kesulitan saat bertemu jalan menanjak yang baru saja diguyur hujan. Jadi ban yang digunakan pada skutik tualang ini terbukti tangguh, bukan hanya sekadar mendongkrak penampilan. Pakai lansiran IRC GP-5 series yang memiliki kedalaman tapak masing-masing 5,1 mm dan 5,5 mm.

Perpaduan ban bertapak kasar dengan suspensi belakangnya yang panjang, bikin enak buat blusukan. Di trek light off-road seperti kerikil dan tanah basah juga tidak buruk, motor dapat dengan mudah dikontrol. Ditambah dengan pelek berukuran 1,60 inci dibalut ban 80/90-14 di depan dan belakang 1,85 inci dengan ban 90/90-14.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Kalau soal pengereman masih sama dengan skutik entry level lain. Pakai kontruksi cakram di depan dan belakang mengandalkan tromol. Yang kami rasakan justru rem belakang terasa lebih pakem ketimbang depan. Meski begitu, sudah cukup mengurangi laju dengan baik dan sangat seimbang antara tenaga motor dengan performanya. Meski menggunakan komponen rem standar di roda belakang, belum diberikan smart lock.

Performa Responsif

Salah satu pengujian paling utama tentu saja performa mesinnya. Bukan cuma impresi berkendara, tapi juga menjajal akselerasinya. Mesin yang digunakan Nex Crossover persis dengan Nex standar. Didukung jantung mekanis berteknologi Suzuki Eco Performance (SEP), satu silinder, 4-langkah, SOHC, 2-katup, berpendingin udara dengan kapasitas 113 cc. Pasokan bahan bakarnya injeksi. Ia memiliki bore 51 mm dan stroke 55,2 mm. Dengan klaim tenaga maksimum 9,2 hp di 8.000 rpm dan torsi 8,5 Nm di 6.000 rpm.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Meski tergolong skutik kecil, daya yang dihasilkan cukup mumpuni untuk berkendara harian. Tarikan awalnya padat dan responsif, jadi buat jambakan di awal, stop & go di kemacetan atau menaklukkan tanjakan tak ada kesulitan. Terbukti saat bertemu medan terjal di area Curug Panjang, ia mampu melibas dengan mudah. Tapi saat melintasi permukaan yang naik cukup panjang, tenaganya perlahan menurun. Wajar, sebaran torsi dan power memang dipusatkan di kitiran bawah hingga menengah, khas mesin langkah panjang.

Oh iya, ketika mesin dinyalakan masih terdengar suara cukup mengganggu karena masih pakai dinamo starter konvensional. Maklum, ia belum dilengkapi seamless start macam ACG (Alternator Current Generator) starter di Honda ataupun SMG (Smart Motor Generator) milik Yamaha. Sehingga ketika dinyalakan masih terdengar suara kasar. Meski demikian, Suzuki membekali fitur easy start system, mesin jadi mudah dinyalakan. Pengendara hanya perlu menahan rem dan menekan tombol starter satu kali tanpa perlu ditahan.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Seberapa efisien untuk bahan bakarnya? Menurut hasil pengujian full to full, skutik ini sudah kami gunakan sejauh 120 km. Lebih kurang menghabiskan 2,9 liter bahan bakar. Bisa kita asumsikan, 1 liternya digunakan sekira 41 km. Hasil ini tentunya bisa berbeda, tergantung cara berkendara dan kondisi perjalanan. Boleh jadi kalau untuk penggunaan dalam kota bisa lebih irit. Angka segitu kami hasilkan karena melalui berbagai medan, terlebih saat masuk kawasan pegunungan, sering buka gas dalam. Sebagai informasi, tangki bensinnya berkapasitas 3,6 liter.

Desain Maskulin

Secara garis besar, bodinya masih serupa dengan varian Nex II standard. Ia memiliki tinggi 1.055 mm, lebar 765 mm, panjang 1.890 mm. Beratnya 94 kg, atau lebih berat 1 kg dari Nex II. Hanya beda tinggi dan lebar dengan versi reguler. Dimensinya tidak terlalu besar, sehingga masuk dalam kategori skutik entry level dan ramah digunakan wanita.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Memiliki dimensi kompak, dan tampilannya maskulin. Bagian depan serbalancip. Lampu utama menjorok ke dalam sehingga bodi pinggirnya tampak tajam dan dinamis. Didukung pula dengan warna bodi cerah dan grafis nyentrik. Perbedaannya jelas, ada pada konsepnya. Setang naked yang menyingkirkan batok kepala itu mengentalkan aura 'skutik trail'. Ditambah penggunaan ban tapak kasar, sangat pas untuk Anda yang gemar berkendara di medan kurang mulus.

Selain memiliki peran dalam meningkatkan ergonomi dan kenyamanan posisi berkendara, setang yang terpasang juga memberikan efek skutik kokoh dan tangguh. Kemudian joknya dibungkus dengan lapisan kombinasi warna dual-tone. Beda dengan varian Nex lain yang masih mengadopsi satu warna. Konturnya juga beda, ia lebih empuk.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Khusus untuknya, diberikan desain stripping sporty. Ia tersedia dalam dua pilihan warna, Stronger Red-Titan Black dan Solid Black. Paling nyentrik dari segi eksterior yakni penggunaan aksen merah pada brake caliper dan rear spring, memberikan kesan unik dan dinamis.

Fitur Memadai

Di bagian tengah setang, ditanamkan digital instrument cluster. Komponen itu berbeda dengan keluarga Nex II yang masih pakai model analog dengan jarum sederhana. Ia lebih modern dan tak salah jika dirinya menjadi yang terkeren di kelasnya. Bentuknya boleh dibilang mirip dengan kepuanyaan GSX series dan Satria F150. Sayang, isinya cuma status bahan bakar, jam, trip A, trip B, dan tegangan aki.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Di bawah setang ada dua kompartemen cukup besar, bisa menampung botol air minum 600 ml ataupun menyimpan sarung tangan. Sayangnya dia tidak dilengkapi USB charger di sisi kiri, seperti yang ada di Nex tipe tertinggi maupun Cross.

Sebagai fitur keamanan, kontaknya dilengkapi pengaman magnet. Lebih aman ketimbang model polos. Cuma sayang fitur parking brake lock dan side stand switch belum ada, padahal itu sudah jadi standar skutik sekelasnya. Demikian juga bagasi di bawah joknya masih sama, sempit hanya 4,8 liter, cuma bisa menampung jas hujan, itu pun mesti sedikit dipaksa.

Test ride Suzuki Nex Crossover

Simpulan

Suzuki Indonesia sukses menciptakan skutik dual purpose ini. Sesuai tujuannya, menyajikan tampilan keren dan nyaman digunakan diberbagai kondisi jalan. Penggunaan setang lebar, panel instrumen digital, ground clereance tinggi, serta ban dual purpose sudah lebih dari cukup untuk kategori skutik rekreasional. Dengan segala kelengkapan yang dimilikinya, kami rasa skutik ini juga cocok buat turing antar kota.

Jika dibanding rivalnya, ia memang masih minim fitur. Belum ada side stand switch dan bagasi yang sempit. Tangki bensinya pun cuma 3,6 liter. Walau demikian, Nex Crossover menawarkan performa mesin mumpuni. Meski mengadopsi konsep tualang, karakter lincah khas skutik perkotaan terdapat padanya. Apalagi konsumsi bahan bakar yang tergolong irit. (Bgx/Tom)

Baca juga: 

Jelajahi Suzuki NEX Crossover

Suzuki NEX Crossover Rp 18,29 Juta Cicilan : Rp 417.312

Bandingkan & Rekomendasi