Test Drive Wuling Confero S (Part II): Stabil, Lincah, Dan Bongsor

Test Drive Wuling Confero S (Part II): Stabil, Lincah, Dan Bongsor
Gambar
Review Pengguna

Ubud, Bali - Kami diajak Wuling Motors Indonesia untuk mencicipi satu-satunya mobil yang mereka pasarkan, Wuling Confero. Selama tiga hari, 11-13 Oktober 2017, beragam tipe dan kondisi jalan kami lewati, dengan Wuling Confero varian S. Mulai dari jalan aspal mulus di Denpasar, jalanan berliku dan naik-turun di Ubud, sampai jalan semi offroad berpasir di Pantai Serangan. Rute ini memungkinkan kami untuk merasakan beragam aspek berkendara mobil ini.

Wuling Confero S di Indonesia hanya tersedia dalam pilihan mesin 1,5 liter yang bertenaga 108,4 PS pada 5.800 rpm dengan torsi puncak 142 Nm pada 3.800-4.400 rpm. Outputnya disalurkan melalui transmisi manual 5-speed.

Wuling Confero Bali 2017 (9)

 

Bagaimana performanya? Perlu diperhatikan, Confero S sama seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, memakai sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive). Ini berbeda dari kebanyakan low MPV (Multi Purpose Vehicle) lain seperti Suzuki Ertiga, Honda Mobilio dan Mitsubishi Xpander yang memiliki penggerak roda depan (Front Wheel Drive).

Sistem penggerak roda belakang membuat Confero dapat menanjak dengan mudah. Bahkan beberapa kali saya tak perlu menggeser posisi tuas transmisi ke gigi satu saat menanjak. Selain itu, Confero dengan penggerak roda belakang juga membuat gejala selip pada saat menanjak bisa diminimalkan.

DCIM101MEDIADJI_0002.JPG

 

Kemampuan Confero S juga didukung ground clearance setinggi 205 mm. Aspal jalan Bali memang relatif mulus. Tapi, jujur, ground clearance yang tinggi, membuat kami merasa tak khawatir ketika tiba-tiba bertemu hambatan berupa jalan berlubang maupun medan semi offroad seperti jalan menuju pantai Serangan yang belum diaspal.

Keluarga Wuling Confero memang memiliki dimensi yang bongsor. Sebagai gambaran, mobil ini lebih panjang 55 mm dan lebih tinggi 30 mm dari Mitsubishi Xpander. Dimensinya yang besar membuat kabin Confero terasa sangat lega. Namun anehnya saat dipakai meliuk-liuk di jalanan Bali yang sempit di sekitaran Ubud, tak sulit bermanuver dengan mobil ini. Pergerakan mobil terasa begitu lincah. Bobot kemudinya pun sangat ringan. Bukan cuma bobot kemudinya, tapi pijakan pedal koplingnya pun ringan.

ruang pengemudi confero

Posisi berkendara yang tinggi mirip posisi duduk Toyota Avanza. Tapi kaca depan dan jendela samping yang besar memberikan visibilitas yang lebih baik. Sayang pengaturan posisi duduk baru bisa maju-mundur dan reclining saja. Belum ada pengatur ketinggian. Untungnya posisi kemudi bisa diatur posisinya secara tilt.

Secara umum bantingan suspensinya memang bukan yang paling nyaman. Justru cenderung agak keras. Mungkin ini dipengaruhi juga oleh ban GT-Radial Champiro Eco pada unit yang kami kendarai, yang memang punya karakter cenderung keras. Terlepas dari itu, setelan suspensi ini sukses membuat mobil melaju lebih stabil tanpa body roll berlebihan.

kursi model captain seat

Tak bisa dipungkiri, meski berharga murah namun Wuling Confero S bukanlah mobil murahan. Percaya atau tidak, kualitas NVH (noise, vibration dan harshness) mobil ini sangat baik. Kabinnya senyap dan tak ada bunyi-bunyi aneh saat mobil melewati jalanan offroad yang kasar. Getarannya pun tak sampai menganggu kenyamanan penghuni kabin. Salut!

Baca Juga: Wuling Cortez, pesaing Toyota Innova dari CIna

Jelajahi Wuling Confero

Wuling Confero Rp 154,8 - Rp 202,8 Juta Cicilan : Rp 3,53 Juta

Bandingkan & Rekomendasi