Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Mengenal Karakter Transmisi i-AMT Cortez

Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Mengenal Karakter Transmisi i-AMT Cortez
Gambar
Review Pengguna

Automated-Manual Transmission (AMT) bukanlah teknologi baru. Dulu, ada Proton Savvy yang pakai transmisi ini. Beberapa city car Eropa juga, seperti Smart Fortwo, Peugeot 107 dan Fiat 500. Nama AMT kembali muncul saat Suzuki memakainya di Karimun Wagon R dan Ignis. Terakhir, Wuling Motors memberi kejutan lewat Cortez i-AMT.


Interior cortez


Sayangnya, pasar di Indonesia sudah terlanjur mencap negatif AMT. Tak lain karena karakternya yang unik atau bahkan bisa disebut aneh. Jadi wajar banyak konsumen yang tidak suka. Faktanya, transmisi ini adalah cara termurah agar kaki kiri Anda terbebas dari menginjak kopling. Dasarnya tetap transmisi manual biasa, tapi ditambahkan modul pemindah gigi secara otomatis.



Kelebihan yang diunggulkan, bisa menjadi transmisi otomatis atau manual. Matik biasa atau CVT juga bisa seperti itu, namun AMT lebih mengambil keuntungan dari girboks manual. Makanya disebut semi-otomatis. Transmisi i-AMT Cortez dapat dikenali dari tuas transmisi yang hanya ada petunjuk huruf R, N dan D. Posisi D dapat digeser untuk masuk mode manual dan tanpa adanya mode P (Parking).


Transmisi i-AMT Wuling COrtez


Injak rem dan pindah tuas ke D, begitu melepas rem mobil beranjak merangkak pelan layaknya matik biasa dan CVT. Putaran mesin dibatasi 1.000 rpm saja. Begitu pedal gas diinjak, akselerasi berjalan mulus sampai berpindah ke gigi 2 di 3.000 rpm. Dalam kondisi standar, transmisi berada di mode Eco, shifting selalu di 3.000 rpm. Mode Sport memindahkan gigi di putaran mesin lebih tinggi, 4.000 rpm. Cocok untuk mengemudi lebih agresif.


Perpindahan gigi tipikal AMT lengkap dengan entakan dan gejala tertahan yang membuat kepala tertarik ke depan. Pergantian giginya lamban, kalah dari tangan sendiri saat memindahkan tuas transmisi manual. Jika Anda paham bagaimana kerja Auto Gear Shift (AGS) di Suzuki, punya Cortez jauh lebih halus dari segi entakan dan proses shifting. Ada trik biar semakin halus. Caranya dengan mengendurkan sedikit pedal gas tepat sebelum proses shifting berlangsung.



Langkah itu terbukti mengurangi perpindahan gigi 'ajaib' yang banyak tidak disukai orang. Karakternya memang begitu, karenanya perlu adaptasi dan kebiasaan berbeda untuk mengemudikan mobil AMT. Terutama dari cara memainkan pedal gas, karena sedikit berbeda dibanding matik konvensional dan CVT. Bila ingin perpindahan yang lebih cepat, geser saja tuas jadi mode manual, lalu atur sesukanya kapan ingin upshift atau downshift. Dalam kondisi ini gigi tidak akan naik otomatis sampai putaran mesin mencapai redline. Sebaliknya, gigi akan turun sendiri secara otomatis bila dibiarkan saja tidak menurunkan gigi.


Transmisi i-AMT di Wuling Cortez dirancang khusus oleh Aisin AW. Produsen gearbox asal Jepang yang sudah terbukti kualitas dan daya tahannya. Jumlah rasionya ada 5-percepatan. Beda dengan transmisi manual yang berjumlah 6-percepatan. Berarti memakai transmisi berbeda. Tapi tiga gear awal memiliki rasio identik. Jangan harap ada opsi transmisi matik lain untuk Cortez. Karena di kampung halamannya, Baojun 730 (basis Cortez) juga memakai transmisi sama. (Odi)


Baca Juga: Tips dan Trik Menanjak Pakai Transmisi i-AMT Cortez

Jelajahi Wuling Cortez

Wuling Cortez Rp 209 - Rp 290 Juta Cicilan : Rp 4,77 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store