• Wishlist

The Jaak, Honda Monkey Beraliran Bobber

Zeus Custom merombak Honda Monkey menjadi aliran Bobber. Motor berdimensi kecil itu diberi nama The Jaak. Hasil garapan sang builder ternyata mendapat apresiasi dari seluruh dunia. Pasalnya, bengkel custom asal Thailand itu, memberikan skema baru untuk perubahan motor mungil.


Honda Monkey Bobber


Honda Monkey Bobber bermula saat sang pemilik bernama Bow, ingin motornya tampil beda. Bow mau motor kecilnya itu menjadi impian bagi sebagian orang. Ia datang ke Zeus dengan ide brilian tapi sedikit gila. Saat Bow berkata ingin motornya menjadi Bobber, kepala tim Zeus hanya bisa menggelengkan kepala. Ia pun berkata, itu tidak mungkin karena motor ini terlalu kecil. Namun, Zeus menyanggupinya, karena ini tantangan yang sangat penting di dunia custom. Menurut bengkel custom yang berdomisili di Bangkok itu, bisa mewujudkan keinginan pelanggannya adalah hal utama.


Karena dimensinya yang kecil, Zeus menambah rangka baru untuk bagian bawahnya. Selain untuk melindungi mesin, rangka ganda yang dipasang juga untuk membuat dudukan footpegs. Agar gaya berkendara dengan kaki menjulur ke depan tersalurkan. Biar posisi tangki miring ke bawah, pangkal bingkai utama dipasangkan besi penyangga. Itu juga berfungsi sebagai dudukan kunci yang dipindah dari atas lampu. Di bawah jok dibuat bingkai baru dengan bantalan tunggal. Suspensi belakang dimodifikasi, tingginya hanya 190 mm. Itu untuk mendapatkan frame yang proporsional.


Untuk menyesuaikan ruang terbuka di bagian depan, lampu utama dipasangkan di garpu, tepatnya di bagian segitiga. Tidak ada perubahan di pencahayaan utama, hanya saja lampu sein pindah ke atas. Stang menggunakan gaya U, agar mudah dikendalikan dan sesuai dengan konsep. Baterai motor tersimpan rapi di dalam box berbentuk oval di ujung depan frame. Tangkinya masih standar, hanya saja di cat hitam dan ada tulisan spesial warna putih. Joknya menyesuaikan bentuk bingkai dengan warna hitam. Menggunakan bahan antipanas dengan jahitan vertikal, disertai tanda tangan Zeus Custom di bagian depannya.


Bagian belakang menggunakan fender yang sudah dimodifikasi, lebih pendek dari versi aslinya. Stoplamp mengendalkan part aftermarket yang dipasang di sisi kiri, tepat di belakang shock. Seinnya ada di ujung atas suspensi. Pelek tidak berubah, masih bertahan dengan desain palang 10. Ban juga tetap mengandalkan pola blok dengan ukuran 120 depan dan 130 belakang. Rem cakram depan dan belakang juga tetap sama.


Knalpot diganti bahan stainless steel yang melengkung khusus, dan ada pelindung di bagian tengahnya. Bagian ujungnya dibuat menggunakan aluminium anodized, agar suara bass yang dikeluarkan lebih agresif. Filter udara pakai part aftermarket berbentuk kerucut dan posisinya tidak berubah.


Dari segi dapur pacu tidak berubah, masih memberikan sensasi berkendara menyenangkan. Dihasilkan oleh mesin silinder tunggal horizontal, 4 percepatan, SOHC, 125cc yang ditunjang dengan teknologi PGM-FI. Diameter dan panjang langkah sebesar 52,4 x 57,9 dengan perbandingan kompresi 9,3:1. Tenaga maksimalnya 9,2 hp di 7.000 rpm dan torsi sebesar 11 Nm pada 5.250 rpm.


Sumber: Zeus Custom


Baca Juga: Ekspor Honda Beat Melonjak di 2019

Jelajahi Honda Monkey

Honda Monkey Rp 77,7 Juta Cicilan : Rp 1,77 Juta

Bandingkan & Rekomendasi