• Wishlist

Pertarungan Honda Vario vs Yamaha Aerox vs Kymco Racing King

Pertarungan Honda Vario vs Yamaha Aerox vs Kymco Racing King

Ketiganya bertarung di kelas yang sama, skutik 150 cc. Nama Honda Vario 150 dan Yamaha Aerox 155, tentu sudah sering kita dengar, karena dari pabrikan Jepang. Sementara Kymco Racing King 150i yang asal Taiwan, masih samar-samar di telinga konsumen. Maklum, Kymco memang baru kembali lagi berjualan di tanah air tahun ini. Tiga motor ini pun memberikan pilihan unik bagi mereka yang mampu membeli skutik seharga Rp 21-33 jutaan.


Dari ketiga skutik itu, siapakah yang terbaik? Bagaimana peluang Racing King 150i untuk mengalahkan dua saingannya dalam penjualan? Simak bahasan berikut:


Desain


Dalam hal desain, Aerox 155 terlihat paling gagah di antara yang lain. Tubuhnya berotot dengan dimensi bongsor. Balutan warnanya juga sangat atraktif, memiliki empat varian yang disesuaikan kebutuhan konsumen: standar, R-version (sportif), S-version (elegan) dan Movistar (Livery MotoGP). Bodi besarnya juga didukung kaki-kaki kekar, ukuran karet bundar depan 110/80-14 dan belakang 140/70-14. Kekurangan Aerox, bobotnya paling berat mencapai 116 kg.


Sementara Vario 150, tampil dengan garis-garis tubuh tajam dan balutan warna elegan. Bodinya tanpa stiker dan diguyur menggunakan cat satu warna. Tema warna yang paling menarik untuk skuter ini, exclusive matte black. Bodinya pakai warna hitam pekat, kemudian velgnya mentereng dengan sepuh emas. Bobotnya juga paling ringan dibanding kompetitor, hanya 109 kg.



[caption id="attachment_7294" align="alignnone" width="650"]Kymco Racing King 150i Kymco Racing King 150i[/caption]

Terakhir, Kymco Racing King 150i memiliki bodi lebar dengan sudut yang tidak terlalu tajam. Keunikannya terletak pada penggunaan velg kecil ukuran 12 inci. Kata racing yang melekat, menurut kami sama sekali tidak mewakili tampilan keseluruhan. Hanya terlihat melalui sepuhan warna merah di kaliper cakram dan panel instrumen dengan takometer besar. Sekilas, desainnya bahkan tampak kuno layaknya produk Kymco legendaris, Jetmatic. Bobot skutik ini juga cukup berat, beda satu kilogram dari Aerox, 115 kg.


Fitur


Varian standar Aerox 155 sudah dibekali berbagai fitur modern. Sebut saja panel instrumen pakai layar LCD yang mampu memberi informasi lebih banyak ke pengendara: mulai dari kecepatan, putaran mesin, konsumsi bahan bakar, jam dan lain-lain. Kemudian pada tipe R-Version ditambahkan satu fitur baru yaitu suspensi belakang dengan subtank, diklaim membuat pengendalian lebih nyaman. Tipe S-Version menawarkan tiga fitur lain dibanding standar: smart key system (keyless), anti-lock braking system (ABS) dan start & stop system (SSS).


Aerox 155


Terkait sistem pencahayaan LED hemat daya, Aerox pun unggul karena sudah tersemat di lampu depan dan belakang. Vario 150 hanya ada di lampu depan saja dan Kymco Racing King 150 hanya pada lampu sein dan belakangnya. Keunggulan skutik Honda, selain punya SSS seperti Aerox, juga memiliki answer back system yang berguna mencari keberadaan motor di tempat parkir. Kelebihan kuda besi Kymco, kedua rodanya sudah dibekali rem cakram, sementara kompetitor baru roda depannya saja.


Dalam menunjang kepraktisan untuk diajak berkendara sehari-hari, ketiganya sudah dibekali bagasi luas. Bisa memuat helm full face di dalamnya. Selain itu, khusus Aerox dan Racing King ditambah fitur charger USB untuk mengisi ulang daya smartphone selama perjalanan.


Mesin


Aerox 155 punya mesin dengan kapasitas terbesar dibanding rival, 155,1 cc. Maka wajar bila jantung mekanis ini sanggup mengeluarkan performa superior, torsi puncaknya 13,8 Nm pada 6.250 rpm dan tenaga maksimal 14,95 PS pada 8.000 rpm. Yamaha juga membekali teknologi Variable Valve Actuation (VVA), seperti yang dipunyai Nmax. Sehingga torsi dan tenaga maksimalnya, bisa terjaga di setiap rentang putaran mesin.


mesin vario


Kapasitas murni depot daya Vario, 149,3 cc. Mampu mengeluarkan torsi puncak 12,8 Nm pada 5.000 rpm dan tenaga maksimal 12,64 PS pada 8.500 rpm. Performa yang memang tidak lebih baik dari Aerox, tapi perlu diingat bobot skutik Honda paling ringan di kelasnya. Hebatnya lagi pabrikan berlambang sayap mau mengeluarkan klaim konsumsi bahan bakarnya yang mencapai 48 kpl dengan uji ECE R40, menggunakan bensin Euro 3.


Racing King 150i dibekali mesin 149 cc dengan silinder tunggal SOHC. Performanya paling jelek dibanding rival, torsi puncaknya hanya 11,7 Nm pada 6.500 rpm dan tenaga maksimal 14 PS pada 8.500 rpm. Sistem transmisinya pakai CVT. Konsumsi bahan bakarnya, Kymco memang tidak memaparkannya. Satu yang jelas, kapasitas tangki bensinnya paling besar mencapai 7,3 liter, jadi Anda tidak perlu sering-sering ke stasiun pengisian bahan bakar.


Harga


Sebagai pendatang baru, Kymco Racing King 150i dipatok dengan harga paling mahal dibanding kompetitor, Rp 33,8 juta. Entah apa alasan pabrikan motor asal Taiwan menjualnya selangit, mungkin karena skutik ini didatangkan secara impor. Sementara Yamaha Aerox 155 yang produksi lokal, harganya mulai dari Rp 22,55 juta untuk varian standar, Rp 24,05 juta varian R-Version, Rp 24,250 juta varian Movistar dan Rp 26,9 juta varian S-Version.


Honda Vario yang juga rancangan pabrik di tanah air, harganya paling terjangkau Rp 21,175 juta. Maka wajar bila sampai sejauh ini, Vario berhasil mengantongi penjualan terbanyak dibanding saingan. (Lod/Van)


Baca Juga : Pemerintah Harapkan Gesits-Gesits Lain Tumbuh di Indonesia

Bandingkan & Rekomendasi