Mau Kredit Salah Satu Varian Kawasaki D-Tracker, Pilih Termurah atau Termahal?

Mau Kredit Salah Satu Varian Kawasaki D-Tracker, Pilih Termurah atau Termahal?
Gambar
Review Pengguna

Ada tiga tipe D-Tracker yang dijual Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Untuk pasar tanah air, motor jenis supermoto ini dibanderol mulai dari Rp 33,7 juta untuk yang berkapasitas 150 cc hingga Rp 65,7 juta OTR Jakarta buat 250 cc. Sebelum Anda berencana untuk memboyong salah satunya, simak dulu simulasi angsuran berikut:

D-Tracker 150 Standar

Varian paling bawah dijual Rp 33,7 juta OTR Jakarta. Ditawarkan dalam dua pilihan warna, hijau atau merah. Menurut data dari Kawasaki Matahari Kalimalang, mereka menyediakan ragam pilihan DP (Down Payment). Untuk meminangnya, setidaknya Anda harus menyiapkan uang minimal Rp 4,5 juta. Lama angsuran tersedia beberapa opsi, dari 11 hingga 35 bulan, tinggal pilih sesuai kemampuan.

Buat uang muka paling rendah tadi, cicilan termurahnya Rp 1,427 juta/bulan dengan lama pembayaran 35 kali. Jika mau ambil jalan tengah, bisa dengan mengangsur sebanyak 23 kali dengan menyetor Rp 1,875 juta/bulan. Mau lebih cepat lagi ambil jangka waktu 11 bulan, namun jumlah yang harus disediakan Rp 3,302 juta.

Atau jika ingin ringan pembayaran bulanannya, bisa melakukan dengan menyetor uang muka sebesar Rp 13,5 juta. Dengan skema kredit paling cepat (11 bulan), diperlukan duit Rp 2,342 juta untuk membayar tiap bulan. Pilihan lain, Anda bisa menyetor Rp 1,329 juta selama 23 bulan. Atau yang paling murah Rp 1,028 juta buat 35 kali cicilan.

Baca Juga: Mengulik Tiap Varian Kawasaki D-Tracker, Pilihan Supermoto Bawaan Pabrik di Tanah Air

Identitas varian termurah bisa dilihat dari mesin yang berkapasitas 150 cc. Selain itu memakai pelek ruji berwarna perak serta pemakaian fork upside down 35 mm berwarna hitam-silver. Tidak ada aksesori tambahan yang menempel di bodinya.

Kawasaki D-Tracker SE

D-Tracker 150 Special Edition (SE)

Menggunakan basis yang sama dengan varian termurah, bedanya dibekali beberapa aksesori tambahan penunjang tampilan. Dipasangkan hand guard, pelek warna hitam, under cowl untuk melindungi mesin bagian bawah serta cover bingkai.

Kosmetik lainnya tampak pada grafis yang dipasangkan di seluruh bodi. Ia menggunakan corak yang lebih mencolok dan suspensi upside down berkelir emas. Tersedia tiga pilihan warna, biru, abu-abu dan kuning. KMI melepas tipe ini seharga Rp 35,5 juta OTR Jakarta.

Down Payment (DP) terendah untuk tipe SE sebesar Rp 5 juta. Cicilan yang harus dibayarkan cukup mahal. Buat 11 bulan Anda harus sedia uang Rp 3,445 juta. Untuk tempo 23 bulan bisa membayar Rp 1,938 juta, atau Rp 1,489 juta dengan lama angsuran 23 kali.

Jika terlalu mahal, Anda bisa menyiasati dengan menaruh uang pangkal Rp 13,5 juta. Kalau ambil tenor selama 11 kali, maka cuma bayar Rp 2,539 juta. Untuk kredit selama 33 kali, angsuran yang harus dibayarkan tiap bulan sebesar Rp 1,439 juta. Sementara untuk cicilan terlama cukup menyetor Rp 1,112 juta/bulan.

Baik tipe standar maupun SE memiliki jantung mekanis sama. Menggendong mesin 144 cc SOHC dua katup, berpendingin udara dan masih menggunakan komponen karburator. Tercatat power yang dihasilkan sebesar 11,8 hp pada 8.000 rpm dan torsi 11,3 Nm di kitiran 6.500 rpm.

Fiturnya tidak banyak namun dapat diandalkan. Informasi pada panel instrumen mudah dibaca oleh pengendara. Semua masih analog yang berupa jarum mekanik. Terdapat pada penunjuk kecepatan dan indikator bensin. Untuk bagian pengereman mengandalkan cakram berukuran 300 mm berkaliper dua piston untuk depan dan belakangnya 220 mm satu piston.

D-Tracker X

D-Tracker X

Merupakan varian termahal karena berkapasitas 250 cc. Mengusung mesin satu silinder berkubikasi 249 cc DOHC, 4 katup berpendingin cairan. Beda dengan sang adik, D-Tracker X sudah menggunakan sistem injeksi yang membuatnya lebih bertenaga. Banderolnya mencapai Rp 65,7 juta OTR Jakarta dan hanya tersedia satu pilihan warna hitam.

Bila Anda ingin membawa pulang, siapkan dana Down Payment (DP) minimal Rp 10 juta, atau 15 persen dari harga yang ditawarkan. Dengan uang muka segitu, cicilan tercepatnya ada di angka Rp 6,204 juta. Masih dengan uang muka sama, bisa mendapat angsuran yang lebih murah. Misal masa kredit 35 kali, biaya yang wajib dikeluarkan setiap bulan sebesar Rp 2,684 juta.

Jika ingin cicilan makin murah lagi, bisa dengan menyetor uang pangkal lebih besar. Setidaknya Rp 20 juta atau 30 persen dari harga yang ditentukan. Kalau untuk 11 bulan, Anda cukup bayar Rp 5,138 juta, atau Rp 2,905 juta/bulan untuk pembayaran 23 kali dan Rp 2,241 juta sebanyak 35 bulan.

Simulasi kredit yang kami berikan ini berasal dari diler Kawasaki Matahari Kalimalang, Bekasi. Harga tertera di atas tidak bisa menjadi parameter dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Jika ingin informasi lebih lanjut mengenai produk dan angsuran secara pasti, sila sambangi diler Kawasaki terdekat dari kota Anda. Tentunya jika beda kota, beda pula harga on the roadnya. (Bgx/Odi)

Baca Juga: Intip Perbedaan Mendasar Kawasaki KLX 150 dan D-Tracker

Jelajahi Kawasaki D-Tracker

Kawasaki D-Tracker Rp 33,7 - Rp 65,7 Juta Cicilan : Rp 768.914

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store