Pilihan Supermoto yang Bisa Buat Harian Maupun Mudik

Ragam opsi supermoto Kawasaki

Pilihan Supermoto yang Bisa Buat Harian Maupun Mudik

Seperti kita ketahui, pabrikan yang menjual sepeda motor jenis supermoto tidak banyak. Hanya Kawasaki yang meniagakan motor jenis ini di pasar nasional. Ada pula dari brand lain, namun dijual oleh importir umum (IU) dan harganya sangat mahal.

KEY TAKEAWAYS

  • Motor jenis supermoto yang ramai di Indonesia

    Kawasaki menawarkan ragam model dan kapasitas mesin supermoto
  • Meski tak seramai penjualan trail, supermoto tetap punya banyak penggemar. Dirinya bisa dimaksimalkan sebagai kuda besi perkotaan untuk mobilitas harian. Tak menutup kemungkinan juga dipakai buat mudik. Sebab ia menggunakan basis motor trail tapi dengan penggunaan ban on-road. Tentu dengan bodi ramping bisa memudahkan pengendaranya ketika berada di tengah kemacetan. Kawasaki menawarkan beberapa tipe pilihan. Berikut opsinya.

    KLX150SM dan KLX150SM SE

    Kawasaki KLX150SM

    Ia merupakan pendatang baru di blantika Supermoto di Indonesia. Dirilis Kawasaki Motor Indonesia (KMI) pada 15 Maret 2023. Mengisi segmen supermoto 150 cc untuk menggantikan D-Tracker. Dirinya ditawarkan dalam 2 varian berbeda. Pertama tipe Standard seharga Rp37,7 juta dan tipe SE (Special Edition) dilego Rp40,3 juta. Seluruh harga yang disajikan sudah berstatus on the road (OTR) DKI Jakarta.

    Ia punya banyak perbedaan dibanding dengan D-Tracker yang sudah tidak dijual lagi. Secara visual desainnya lebih sporty dan atraktif. Garis bodi mirip dengan KLX150 trail terbaru, namun sedikit berbeda di spakbor depan.

    Ia menggunakan headlamp berdesain anyar dan sudah mengadopsi teknologi LED. Tapi buat penerangan lampu belakang dan penanda sein masih mengandalkan peranti konvensional alias halogen biasa.

    Lalu dibekali dengan panel meter full digital berdimensi minimalis. Informasi yang tersedia juga terbilang sederhana, hanya tersedia odometer, trip A, trip B, indikator BBM, keterangan jam, indikator gigi netral, dan penanda sein. Tapi belum dibekali dengan informasi pergantian gigi.

    Kompartemen toolkit dibuat lebih presisi dan rapi. Terakhir ada penambahan cover kunci di bagian tangki BBM, tujuannya agar terhindar dari kotoran dan debu ketika motor di ajak berkendara di berbagai medan.

    Urusan kaki-kaki mengemas suspensi depan berjenis upside down 35 mm. Khusus varian SE dengan kelir pipa berwarna gold (emas). Sementara di belakang pakai model Uni Trak, single shock with adjustable spring preload.

    Peleknya pakai model jari-jari 17 inci berbalut ban on road 100/80 di depan dan 120/70 di belakang. Pabrikan hanya melakukan sedikit kalibrasi untuk jarak main di suspensi depan yang kini menjadi 175 mm. Alhasil KLX150SM terlihat sedikit tinggi.

    Konfigurasi mesinnya masih identik dengan KLX150 series. Berkubikasi 144 cc, SOHC, pendingin udara, dan berpengabut karburator. Di atas kertas mampu menghasilkan tenaga maksimal 11,8 Hp di 8.000 rpm dan torsi puncak 11,3 Nm di kitiran 6.500 rpm. Seluruh output power disalurkan lewat transmisi manual kopling 5-percepatan.

    Begitu pula untuk urusan deselerasi. Masih mengandalkan cakram tunggal semi floating 300 mm di depan dengan kaliper dua piston dan disc 220 mm di belakang dengan piston tunggal.

    Varian SE hanya dibedakan dari sisi eksterior. Ia pelek berwarna hitam, skid plate, frame cover, dan juga handguard. Versi Standar tampil lebih sederhana dengan penggunaan pelek berkelir silver tanpa komponen pelindung mesin dan tangan. Pabrikan menawarkan motor ini dengan beberapa opsi warna antara lain Firecracker Red (Standard), dan Ebony, Aquarius Green, Neon Green/Ebony serta Battle Gray untuk tipe SE.

    KLX230SM dan KLX230SM SE

    Kawasaki KLX 230SM

    Sebelum adanya KLX150SM series, KLX230SM sudah ada terlebih dahulu. Hadir buat mengisi genre Supermoto kelas menengah. Tapi secara kubikasi mesin tergolong tanggung. Meski begitu, ia dapat dijadikan opsi buat para pecinta Supermoto yang ingin naik kelas dari 150 cc.

    KLX230SM merupakan unit Supermoto yang mengambil basis dari KLX230S. Fitur dan mesinnya serupa. Tapi buat urusan kaki-kaki tentu saja berbeda. Ia menggunakan pelek depan 3 inci dan belakang 3,5 inci dengan diameter 17 inci.

    Karena dikhususkan buat jalan raya, karakter suspensinya berbeda dengan KLX230 reguler. Ia lebih kaku dan jarak main lebih sedikit. Meski begitu, masih tetap memberikan redaman yang mumpuni. Sementara sistem pengereman sudah menganut model cakram petal di depan dan juga belakang.

    Mengandalkan mesin injeksi satu silinder, 233cc SOHC, 2-katup, berpendingin udara, dipadankan sistem transmisi 6-percepatan. Diameter dan langkah sebesar 67 x 66 mm dengan kompresi rasio 9.4:1. Powernya diklaim mencapai 19 Hp di 7.600 rpm dan torsi puncak 19,8 Nm di putaran 6.100 rpm.

    Pabrikan juga menawarkan edisi spesial dari KLX230SM yaitu KLX230SM SE. Semua masih identik, bedanya hanya pada ragam aksesori yang menempel serta sisi visual. Untuk KLX230SM pilihan warnanya ada Oriental Blue, dan Lime Green. Sedang KLX230SM SE hanya tersedia Ebony. Harga yang ditawarkan yaitu Rp55 juta (KLX230SM) dan Rp57,2 juta (KLX230SM SE) OTR DKI Jakarta.

    D-Tracker X

    D-Tracker X

    Model supermoto terakhir yang ditawarkan Kawasaki Indonesia yakni D-Tracker X. Mengusung slogan “The Real Supermoto in Indonesia”. Seolah menahbiskan diri sebagai penguasa jalanan kota yang sesungguhnya. Ia mengadopsi penuh platform KLX250. Harganya saat ini mencapai Rp74,4 juta OTR DKI Jakarta dan hanya tersedia satu varian saja.

    Dikategorikan supermoto paling sangar di antara yang lain. Tapi sayang, pihak pabrikan sampai sekarang belum memberi penyegaran terhadapnya. Wujudnya masih sama seperti pertama kali keluar. Ubahan dari tahun ke tahun hanya sebatas variatif warna. Bahkan saat ini hanya punya satu warna saja, hitam.

    Paling menarik dari dirinya tentu saja kubikasi mesin. Menggendong enjin 249 cc DOHC dan memiliki empat katup, berpendingin cairan serta berpengabut injeksi. Diameter x langkah yakni 72.0 mm x 61.2 mm. Dari catatan pabrik dia sanggup mampu menghasilkan tenaga 24 Hp di 7.500 rpm dan torsi 21 Nm di putaran 7.000 rpm. Translasi daya diprakarsai girboks enam percepatan yang asik digunakan kala trek lurus.

    Konstruksinya pakai fork upside-down berdiameter 43 mm dengan adjustable compression damping. Sementara monoshock belakang bisa diatur tingkat kekerasannya. Pengereman pakai piringan cakram 300 mm di depan dan belakangnya 220 mm. Dijepit dengan dua kaliper piston di depan dan tunggal di belakang. (BGX/TOM)

    Baca juga: Mau Lebaran Pakai Motor Baru? Ini Pilihannya dengan Banderol Murah

    IIMS 2024

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang
    • Kawasaki Ninja H2SX
      Kawasaki Ninja H2SX
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan Jun, 2024 Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Yamaha Niken
      Yamaha Niken
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan Jun, 2024 Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Kawasaki Ninja H2R
      Kawasaki Ninja H2R
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan Jun, 2024 Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BMW R 1200 GS 2024
      BMW R 1200 GS 2024
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan Jun, 2024 Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Viar E Cross
      Viar E Cross
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan Jun, 2024 Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Motor Terbaru di Oto

    Oto
    • Ini 11 Hal Baru dari New Vespa Primavera 2024
      Ini 11 Hal Baru dari New Vespa Primavera 2024
      24 May, 2024 .
    • Jajal Kawasaki Listrik Ninja e-1 dan Z e-1, Seberapa Pantas Dibeli?
      Jajal Kawasaki Listrik Ninja e-1 dan Z e-1, Seberapa Pantas Dibeli?
      21 May, 2024 .
    • PEVS 2024 Hadir dengan kendaraan Listrik Terkini, Bisa Test Drive lagi!
      PEVS 2024 Hadir dengan kendaraan Listrik Terkini, Bisa Test Drive lagi!
      06 May, 2024 .
    • Keeway KL5000 ST, Motor Listrik Bergaya Trial 120 Km!
      Keeway KL5000 ST, Motor Listrik Bergaya Trial 120 Km!
      06 May, 2024 .
    • Honda CRF250L, Seenak Apa Buat Offroad dan Harian? | Test Ride
      Honda CRF250L, Seenak Apa Buat Offroad dan Harian? | Test Ride
      26 Mar, 2024 .
    • Test Ride Honda EM1 e:, Seberapa Layak untuk Dibeli?
      Test Ride Honda EM1 e:, Seberapa Layak untuk Dibeli?
      01 Mar, 2024 .
    • New Royal Enfield Bullet 350, Revisi Penting sang Cruiser
      New Royal Enfield Bullet 350, Revisi Penting sang Cruiser
      27 Feb, 2024 .
    • Honda SC e: Concept, Cikal Bakal Vario Listrik Nih?!
      Honda SC e: Concept, Cikal Bakal Vario Listrik Nih?!
      27 Feb, 2024 .
    • Fun Ride Goes To IIMS 2024 Bareng Komunitas Motor Gede!
      Fun Ride Goes To IIMS 2024 Bareng Komunitas Motor Gede!
      21 Feb, 2024 .
    • Impresi Perdana dan Jajal Honda Stylo 160, Incar Penggemar Desain Retro Modern | First Ride
      Impresi Perdana dan Jajal Honda Stylo 160, Incar Penggemar Desain Retro Modern | First Ride
      16 Feb, 2024 .
    Tonton Video Motor

    Artikel Motor dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Biker Indonesia Solo Riding dari Borobudur ke Berlin Pakai Yamaha MT-09
      Biker Indonesia Solo Riding dari Borobudur ke Berlin Pakai Yamaha MT-09
      Zenuar Istanto, 22 Mei, 2024
    • Di Indonesia Mahal, Honda Super Cub Thailand Cuma Rp21 Juta
      Di Indonesia Mahal, Honda Super Cub Thailand Cuma Rp21 Juta
      Anjar Leksana, 20 Mei, 2024
    • Unitrack Oruga, Monotrack Pertama Bertenaga Listrik
      Unitrack Oruga, Monotrack Pertama Bertenaga Listrik
      Zenuar Istanto, 13 Mei, 2024
    • Uji Pasar Sudah Berjalan Setahun, Kapan Yamaha E01 Dijual?
      Uji Pasar Sudah Berjalan Setahun, Kapan Yamaha E01 Dijual?
      Bangkit Jaya Putra, 13 Mei, 2024
    • Warna Baru Honda Super Cub C125 dan Simulasi Cicilannya
      Warna Baru Honda Super Cub C125 dan Simulasi Cicilannya
      Anjar Leksana, 12 Mei, 2024
    • Mau Beli Motor Seken, Begini Cara Mengecek Kondisinya
      Mau Beli Motor Seken, Begini Cara Mengecek Kondisinya
      Anjar Leksana, 06 Jun, 2023
    • 8 Komponen Motor yang Wajib Diperiksa setelah Dipakai Mudik
      8 Komponen Motor yang Wajib Diperiksa setelah Dipakai Mudik
      Bangkit Jaya Putra, 03 Mei, 2023
    • Penting Diketahui saat Pilih Jas Hujan, Jangan Sampai Membahayakan!
      Penting Diketahui saat Pilih Jas Hujan, Jangan Sampai Membahayakan!
      Zenuar Istanto, 26 Okt, 2022
    • Cara Merawat Bagian Motor Berwarna Doff Supaya Selalu Terlihat Resik
      Cara Merawat Bagian Motor Berwarna Doff Supaya Selalu Terlihat Resik
      Zenuar Istanto, 03 Okt, 2022
    • Jangan Lupakan Beberapa Hal Ini saat Touring Motor Berkelompok
      Jangan Lupakan Beberapa Hal Ini saat Touring Motor Berkelompok
      Zenuar Istanto, 16 Sep, 2022
    • Aprilia SR-GT 200 Replica: Tetap Mengambil Pendekatan Tualang, Tapi Ada yang Beda
      Aprilia SR-GT 200 Replica: Tetap Mengambil Pendekatan Tualang, Tapi Ada yang Beda
      Bangkit Jaya Putra, 25 Apr, 2024
    • First Ride Honda Stylo 160: Sekadar Vario 160 Berganti Kulit?
      First Ride Honda Stylo 160: Sekadar Vario 160 Berganti Kulit?
      Setyo Adi, 07 Mar, 2024
    • First Ride Yamaha LEXi LX 155: Pantas Naik Kelas?
      First Ride Yamaha LEXi LX 155: Pantas Naik Kelas?
      Bangkit Jaya Putra, 27 Feb, 2024
    • First Ride Suzuki Burgman Street 125EX: Tawarkan Keseimbangan Berkendara
      First Ride Suzuki Burgman Street 125EX: Tawarkan Keseimbangan Berkendara
      Anjar Leksana, 30 Jan, 2024
    • Vespa LX125 i-get Batik: Layak Dikoleksi
      Vespa LX125 i-get Batik: Layak Dikoleksi
      Bangkit Jaya Putra, 27 Mar, 2023
    • Pilihan Sepeda Motor Yamaha yang Pakai Fitur Y-Connect
      Pilihan Sepeda Motor Yamaha yang Pakai Fitur Y-Connect
      Zenuar Istanto, 22 Mei, 2024
    • 11 Istilah yang Akrab di Kalangan Bikers Sejati
      11 Istilah yang Akrab di Kalangan Bikers Sejati
      Bangkit Jaya Putra, 28 Jun, 2022
    • Perjalanan Yamaha R15, Transformasi Revolusioner hingga Menjadi Motor Sport Mutakhir
      Perjalanan Yamaha R15, Transformasi Revolusioner hingga Menjadi Motor Sport Mutakhir
      Zenuar Istanto, 22 Mar, 2022
    • Sejarah Perkembangan Honda Vario, dari 110 cc hingga 160 cc
      Sejarah Perkembangan Honda Vario, dari 110 cc hingga 160 cc
      Zenuar Istanto, 08 Mar, 2022
    • Kawasaki Ninja 250SL vs Suzuki Gixxer SF 250, Adu Sporty Fairing Silinder Tunggal
      Kawasaki Ninja 250SL vs Suzuki Gixxer SF 250, Adu Sporty Fairing Silinder Tunggal
      Bangkit Jaya Putra, 15 Nov, 2021

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*