Honda Patenkan Mesin Supercharger Baru, Untuk Africa Twin?

Honda Patenkan Mesin Supercharger Baru, Untuk Africa Twin?

Sebuah paten baru dimasukkan Honda. Ilustrasinya menunjukkan rancangan mesin supercharger. Bagi awam memang sulit memahami gambarnya. Tapi sederhananya begini, mesin itu dibuat menempel di jantung tegak – kemungkinan besar jenis paralel-twin. Satu blok pusat tenaga itu dipeluk struktur yang tampak jelas sebuah petualang. Terbakannya, apakah ini Africa Twin generasi mendatang?

Memang belum ada jawaban pasti. Tapi hal ini cukup menarik diulas. Maklum, Honda belum pernah memasang induksi paksa jenis langsung. Teknologi turbin puluhan tahun silam di CX Series adalah turbocharger. Induksi paksa yang memompa udara mengandalkan sisa pembuangan. Dan arah pandang supercharger tentu jarang berkorelasi dengan efisiensi bahan bakar. Sebaliknya, fokus dalam pemenuhan tenaga sejak putaran rendah.

Nah, di gambar itu menunjukkan pipa snorkel terletak persis di atas girboks, di belakang kepala silinder. Membentang ke atas, hingga mulut pipa ada di sekitar segitiga stang. Dari ilustrasi dua dimensi, terlihat pula jenisnya twin-screw. Konfigurasi yang dikenal hebat menyedot udara lebih banyak ketimbang centrifugal atau model root. Teorinya, proses pencampuran di ruang bakar bakal makin sempurna.

Bisa dibayangkan sebuas apa jika benar Africa Twin generasi mendatang memakai konsep begini. Sebagai gambaran, Kawasaki H2 atau H2R berhasil mendongkrak tenaga berpuluh-puluh daya kuda berkat supercharger. Paling tidak jika dibandingkan basis mesin berkubikasi dan konfigurasi sama (Ninja 1000), ada selisih hampir 60 Hp dan torsi 30 Nm. Atau sekitar empat puluh persen lebih.

Baca juga: Honda CRF1100L Africa Twin MY2021 Punya Warna Baru

paten mesin Honda

Misalnya, persentase tadi diterjemahkan ke mesin CRF1100L Africa Twin, seharusnya mampu memompa daya tak main-main. Basis dapur pacu dua silinder paralel SOHC 1.084 cc memproduksi tenaga 100 Hp/7.500 rpm serta torsi 105 Nm/6.000 rpm. Jika bertambah empat puluh persen, angka 140 Hp bisa diekstraksi dengan mudah. Berikut torsi lebih dari 120 Nm.

Tidak menutup kemungkinan nantinya volume silinder dikecilkan – seperti produk-produk yang disokong induksi paksa – untuk menjaga tenaga dan konsumsi bahan bakar di takaran pas. Namun hal itu akan lebih relevan pada turbocharger, kecuali Honda punya teknologi lain. Pasalnya, supercharger benar-benar mengandalkan daya gerak mesin untuk bekerja. Yang kalau dikecilkan bisa jadi malah memberatkan.

Hingga saat ini, paten yang beredar baru ada di Africa Twin. Mungkin Honda bakal menjadikannya sebagai pilot project. Dan bukan tidak mungkin – jika suatu saat sudah berhasil diaplikasikan – spesies Honda lain ikut menikmati. Seperti kelas sport fairing terbesar CBR1000 RR Fireblade, atau malah dicangkok ke cruiser terbesar mereka, Goldwing.

Baca juga: Menyingkap Perjalanan Honda Africa Twin: Lahir Dari Legenda Reli Padang Pasir (Part-1)

CRF1000L Africa Twin

CRF1100L Africa Twin

Africa Twin pertama kali muncul 1988 terinspirasi dari tunggangan khusus reli Dakar Honda. Selama tiga dekade, keberadaannya berlanjut hingga sekarang. Tentunya dengan interpretasi makin modern. Bukan cuma wujud dan teknologi berubah, Honda memutuskan menaikkan kapasitas mesin di generasi terkini.

Sebab itulah namanya berganti. Dari CRF1000L Africa Twin, menjadi CRF1100L Africa Twin. Basis mesin paralel twin sebetulnya tidak banyak berubah dari seri lama. Tapi peningkatan volume silinder jelas berpengaruh besar, terutama pada catatan output. Jantung 1.084 cc SOHC mampu memacu tenaga 100 Hp/7.500 rpm serta torsi 105 Nm/6.000 rpm. Menariknya lagi, sudah daya bertambah bobotnya berkurang lima kilogram. Otomatis power-to-weight ratio makin bagus berkaca dari data kertas.

Internal Measurement Unit (IMU) enam arah juga jadi komponen komputasi anyar Africa Twin.Perannya cukup krusial. Mengatur risiko terjadi wheelie, maupun sebaliknya. Lantaran tenaga monster memungkinkan memasok tenaga berlebih ke roda belakang. Juga saat mengerem keras bisa saja malah stoppie. Di situlah perangkat IMU bekerja, menjaga motor dalam posisi aman.

Anti-lock Braking System (ABS) termasuk dalam rangkaian kerja sensor gravitasi. Ia bakal berupaya mengoptimalkan kinerja ABS dalam keadaan menikung, di posisi ekstrem sekalipun. Berikut otomatis mematikan fungsi mesin jika suatu saat terjatuh. Dan terakhir, membaca gerak agar sorot cornering light berfungsi maksimal mengikuti arah motor.

Baca juga: Menyingkap Perjalanan Honda Africa Twin: Kembali Dalam Interpretasi Berbeda (Part-2)

CRF1000L Africa Twin mesin

Penyaluran tenaga menggunakan girboks enam percepatan yang disajikan dalam dua opsi: Otomatis Dual Clutch Transmission (DCT) dan manual konvensional. Di seri otomatis terdapat pula dua pilihan karakter shifting. Mulai dari Drive (D) untuk melaju santai dan Sport (S) kalau-kalau menginginkan mengganti gear di putaran tinggi. Atau, manual dengan mengoperasikan naik turun gigi melalui tombol.

Honda sudah menggunakan throttle-by-wire, sistem mempersilakan Anda memilih mode berkendara. Total ada empat preset disajikan Honda: Tour, Urban, Gravel dan Offroad. Sementara dua slot lagi, bisa Anda sesuaikan sendiri melalui kontrol di saklar.

Bagi yang belum tahu, tertera G-Switch pada area kokpit. Tombol ini berfungsi saat benar-benar menginjakkan medan ekstrem, seperti gravel atau tanah gembur. Kala diaktifkan, putaran tenaga mesin langsung didistribusi ke roda belakang tanpa filter lagi. Analoginya seperti melepas kopling secara tiba-tiba. Alias mengentak keras. Tapi perlu digarisbawahi, baiknya HSTC dimatikan supaya berfungsi maksimal.

Beberapa bagian lain masih sama. Misalnya, kaki-kaki dan peranti pengereman. Tetap meminjam rangka double cradle dari versi lawas, berikut upside down Showa 45 mm dan monoshock di belakang. Masing-masing bisa diatur preload dan damping-nya secara manual untuk versi Indonesia. Di negara asal dan Eropa, semua itu dikontrol secara elektronik.

Di Indonesia, Astra Honda Motor menawarkan dua varian yang hanya dibedakan dari fitur pelengkap. Rp 692.900.000 dibanderol untuk CRF1100 DCT dan Rp 652.900.000 untuk tipe CRF1100.
(Hlm/Raju)

Sumber: Visordown

Jelajahi Honda CRF1100L Africa Twin

Model Motor Honda

  • Honda Beat
    Honda Beat
  • Honda Scoopy
    Honda Scoopy
  • Honda Vario 150
    Honda Vario 150
  • Honda PCX160
    Honda PCX160
  • Honda CRF150L
    Honda CRF150L
  • Honda Vario 125
    Honda Vario 125
  • Honda Beat Street
    Honda Beat Street
  • Honda CBR150R
    Honda CBR150R
  • Honda CBR250RR
    Honda CBR250RR
  • Honda ADV 150
    Honda ADV 150
  • Honda Supra X 125 FI
    Honda Supra X 125 FI
  • Honda CB150R Streetfire
    Honda CB150R Streetfire
  • Honda Genio
    Honda Genio
  • Honda Sonic 150R
    Honda Sonic 150R
  • Honda CB150 Verza
    Honda CB150 Verza
  • Honda Revo
    Honda Revo
  • Honda Supra GTR 150
    Honda Supra GTR 150
  • Honda PCX eHEV
    Honda PCX eHEV
  • Honda X-ADV
    Honda X-ADV
  • Honda Goldwing
    Honda Goldwing
  • Honda Rebel
    Honda Rebel
  • Honda CRF1100L Africa Twin
    Honda CRF1100L Africa Twin
  • Honda CB650R
    Honda CB650R
  • Honda CBR600RR
    Honda CBR600RR
  • Honda CB500F
    Honda CB500F
  • Honda CB500X
    Honda CB500X
  • Honda CRF250Rally
    Honda CRF250Rally
  • Honda CT125
    Honda CT125
  • Honda CBR1000RR-R
    Honda CBR1000RR-R
  • Honda CBR500R
    Honda CBR500R
  • Honda Super Cub C125
    Honda Super Cub C125
  • Honda Forza 250
    Honda Forza 250
  • Honda Monkey
    Honda Monkey
Motor Honda

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

Video Motor Honda Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor Honda

Bandingkan & Rekomendasi