jakarta-selatan

Transformasi Suzuki Baleno dari Masa ke Masa

  • Sep 12, 2017
  • 858 Dilihat

Suzuki Baleno, penerus keturunan Esteem atau di Jepang lebih dikenal dengan nama Cultus. Masih ingat mobil ini? Sedan berbodi kompak, yang dirancang sebagai mobil irit bahan bakar pada1990an. Ada versi hatchbacknya yang diberi nama Amenity. Bahkan, ada juga versi dua pintu yang kabarnya hanya dipasarkan terbatas 200an unit saja. Ada dua pilihan mesin, 1,3-liter dan 1,6-liter, yang masih menggunakan karburator.


Siklus hidup Esteem berakhir 1995 dan langsung digantikan Baleno setahun kemudian. Sosok Baleno generasi pertama, lebih streamline dan menarik, membuat para pencinta sedan langsung jatuh hati padanya. Padahal, saat itu, Baleno masuk dalam pertarungan melawan Honda Civic Ferio (SO4) dan Toyota All New Corolla (AE111). Dikarenakan kapasitas mesin sama yang diusung ketiga sedan.



Generasi Pertama, Baleno Millenium


Ya, Baleno pertama kali menggunakan mesin berkode G16B SOHC 16-valve berkapasitas 1.600 cc. Mesin ini masih dalam keluarga G16 yang juga dipakai Esteem GT, Vitara, Escudo, Sidekick dan Futura. Hanya saja, sistem pemasok bahan bakar sudah electronic point injection, tidak lagi karburator. Tenaga dihasilkan hanya 99 PS dan torsi 127 Nm. Sayangnya, transmisi cuma ada manual 5-percepatan saja.


Baleno 1st gen facelift


Transmisi otomatis baru ada di versi facelift yang terjadi pada 1999. Nah, Baleno ini juga dikenal sebagai Baleno Millenium, karena bertepatan pada pergantian milenia baru di 2000. Mesinnya berubah menjadi G15A atau lebih kecil 100 cc. Tapi, tenaga naik menjadi 103 PS walau torsi tetap 127 Nm, serta konsumsi bahan bakar lebih irit dari 1,6-liter. Desain hanya mengalami perubahan dari wajah depan. Lampu kotak diubah lebih membulat, agar menghilangkan kesan kaku dan grille yang terlihat lebih besar. Perubahan pada mesin ikut mengubah peta persaingan. Di saat bersamaan, Honda meluncurkan City Type Z dan Toyota menjagokan Soluna.



Generasi Kedua, Baleno Next-G


Tren bergeser mulai 2003. Maraknya spesies MPV berukuran kompak tapi kabinnya luas, membuat desain sedan turut teracuni desain MPV. Jika Anda perhatikan, mulai tahun ini desain mobil-mobil terbaru semakin menggembung dan atapnya tinggi. Compact hatchback pun bermunculan seperti Honda Jazz, Toyota Yaris, Daihatsu YRV dan Suzuki Swift. Suzuki juga memiliki Aerio yang bentuknya sangat tanggung antara small MPV atau hatchback. Celakanya, basis Aerio inilah yang dijadikan generasi kedua Baleno dengan nama beken Baleno Next-G.


suzuki-liana-sedan-ii-[10134]


Desain eksterior yang cukup manis di Aerio, menjadi kacau tatkala bagian bokong dirombak untuk dijadikan bagasi sedan. Pantas saja dicemooh banyak orang, sama halnya dengan Honda City generasi kedua. Melihat tampilan Toyota Vios si penerus Soluna, jadi terlihat paling keren. Baleno Next-G mengalami perombakan dari seluruh bagian. Interiornya terlihat futuristik berkat panelmeter model digital. Kabinnya pun jauh lebih lega dibanding generasi sebelumnya. Sudah ada ABS+EBD meski belum dilengkapi dual SRS airbag.


Tak lama beredar, langsung facelift dengan memperbarui desain bemper depan dan belakang. Perubahan yang sama dialamai Aerio. Desain dasbor berganti dan panelmeternya balik lagi ke model analog. Baleno generasi kedua, dipersenjatai mesin baru M15A. Mesin yang sampai sekarang masih dipakai SX4 S-Cross ini tergolong awet dan kuat meski tidak seirit mesin Toyota maupun Honda. Sudah DOHC dan mengaplikasi teknologi katup variable VVT, tenaga dihasilkan meningkat jadi 110 PS dan torsi 140 Nm. Transmisi tetap sama, manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.



Generasi Keempat, Neo Baleno


Jika Baleno Next-G lebih mencirikan sebuah small MPV, generasi ketiga kembali bertransformasi menjadi jenis yang lain. Di 2007, Suzuki Indonesia menjadi pionir kelas crossover dengan sukses memasarkan Suzuki SX4. Berbagi basis sama dengan Suzuki Swift, desain SX4 terlihat macho berkat karakter SUV yang kuat dan ground clearance tinggi. Kemudian lahirlah Neo Baleno di 2008. Ternyata Suzuki mengulang kesalahan yang sama, mengubah bentuk SX4 yang sudah proporsional dengan menambahkan bagasi sedan di belakang. Alhasil menjadi spesies yang tergolong langka.


Suzuki-SX4_Sedan-2008-1024-04


Perpaduan dengan DNA SUV, menjadikan sedan ber-ground clearance tinggi yang cukup tangguh di medan semi off-road. Masih tetap menggunakan M15A dengan perpaduan transmisi manual maupun otomatis. Lagi-lagi karena desain kurang menarik, membuat Baleno kurang dilirik konsumen. Sampai akhirnya, Suzuki Indonesia menyuntik mati Neo Baleno di 2010. Sangat disayangkan karena hanya bertahan 2 tahun saja.



Generasi Keempat, Baleno Hatchback


Sejak saat itu, nama Baleno vakum dari blantika otomotif tanah air. Secercah harapan timbul saat Suzuki memamerkan mobil konsep iK-2 berbentuk hatchback di Geneva Motor Show 2015. Tak lama berselang, di Frankfurt Motor Show 2015, versi produksinya tampil dengan menyandang nama Baleno. Yup, Baleno terlahir kembali dan kali ini berada dalam tubuh compact hatchback. Transformasi yang cukup membingungkan karena Suzuki sudah punya Swift di segmen ini. Sepertinya, pabrikan Jepang ini menargetkan pasar yang berbeda antara Swift dan Baleno.


Suzuki Baleno 2017 di GIIAS 2017


Produk global Baleno pun, merambah ke pasar Indonesia yang dirakit oleh Maruti Suzuki India. Menggunakan platform baru HEARTECT yang juga digunakan Suzuki Ignis, Baleno menawarkan keunggulan bersaing yang tidak dimiliki para pesaingnya, yaitu harga. Dengan harga paling mahal Rp 207 juta untuk varian otomatis, Anda sudah mendapatkan hatchback dengan fitur standar paling lengkap. Motor penggerak yang dipakai Baleno terbaru sudah familiar di pasar Indonesia. Mesin K14B 1,4-liter dan transmisi manual 5-percepatan maupun otomatis 4-percepatan, sudah digunakan lebih dulu oleh Suzuki Ertiga.


Baca Juga: Penjualan Suzuki Baleno Lampaui Honda Jazz dan Toyota Yaris

Shares

Video Suzuki Baleno

Lihat video terbaru Suzuki Baleno untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer