Road Test Wuling Darion PHEV: Uji Nyata MPV Keluarga Saat Libur Akhir Tahun
Bukti kenyamanan dan keunggulan Darion PHEV buat liburan bareng keluarga
Rasanya, pengujian Darion PHEV dalam ajang media test drive Jakarta – Bali lalu belum sepenuhnya menjawab potensi dari MPV terbaru Wuling ini. Saat itu, perjalanan dibuat dengan rute mayoritas tol Trans Jawa dengan tantangan pengisian daya serta bahan bakar dilakukan satu kali.
KEY TAKEAWAYS
Apakah Wuling Darion PHEV cocok untuk perjalanan liburan keluarga?
Ya. Wuling Darion PHEV menawarkan kabin lapang dengan konfigurasi captain seat, fitur kenyamanan lengkap, serta distribusi AC hingga baris ketiga, sehingga cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga saat libur akhir tahun.Seberapa efisien Wuling Darion PHEV tanpa mengisi daya baterai?
Dalam pengujian OTO.com, Darion PHEV mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 15–22 km per liter meski perjalanan dimulai dengan baterai hanya 20 persen dan tanpa pengisian daya eksternal.Untuk itu, pengujian lanjutan dilakukan utamanya menjawab kondisi berkendara normal, harian, dengan situasi jalan yang terhitung menggambarkan perjalanan keluarga. Oto.com mendapat kesempatan kembali mencoba Darion PHEV dalam momen liburan Nataru di akhir tahun. Ini tentu akan lebih menjawab pertanyaan calon konsumen MPV canggih ini.
Rute kali ini adalah Jakarta menuju kota Yogyakarta dan Solo. Momen Nataru jelas akan bertemu dengan kepadatan lalu lintas sepanjang perjalanan, bahkan ketika tiba di tujuan. Pembeda dengan pengujian media test drive lalu, perjalanan kali ini dimulai tanpa mengisi daya baterai alias ingin melihat bagaimana sistem hybrid atau HEV ini bekerja dengan bergantung pada mesin konvensioanal. Baterai saat permulaan perjalanan berada di posisi 20 persen.
Sebelum ke sisi efisiensi, baiknya kita bahas tawaran untuk jadi mobil keluarga. Lantas apa tawaran Darion PHEV sebagai mobil keluarga untuk berlibur?
Foto: OTO | Setyo AdiSisi Fitur dan Kenyamanan
Sebagai sebuah MPV, utamanya digunakan untuk keluarga, Darion PHEV dapat dikatakan menjawab pertanyaan dasar. Pertama soal kelapangan kabin. Lewat konfigurasi tempat duduk 2+2+3, dengan formasi Captain Seat di baris kedua, Darion menawarkan kenyamanan dasar untuk perjalanan jauh.
Kenyamanan di dalam kabin menjadi fokus utama dengan ketersediaan ruang antarbaris hingga 230 mm yang menjamin kelapangan kaki dan kepala bagi penumpang dewasa. Kursi baris kedua hadir dengan sentuhan mewah melalui pengaturan elektrik yang memungkinkan sandaran direbahkan hingga 180 derajat, serta dilengkapi fitur ventilated seat untuk menjaga suhu kursi tetap sejuk. Estetika interior pun tampil elegan dengan perpaduan warna Walnut Brown dan Carbon Black yang dibalut kulit sintetis berkualitas premium.
Sementara itu, baris ketiga didesain secara fungsional untuk menampung tiga penumpang dengan dukungan atap kabin yang tinggi, mencapai lebih dari 1.200 mm. Penumpang di area ini tetap mendapatkan kenyamanan optimal berkat sandaran kursi yang dapat direbahkan hingga 127 derajat serta dimensi jok yang luas. Untuk kebutuhan akomodasi barang, kursi paling belakang ini dapat dilipat guna memperluas kapasitas bagasi hingga 1.202 liter, dengan distribusi udara dingin yang tetap merata hingga ke baris belakang melalui lubang ventilasi di plafon.
Foto: OTO | Setyo AdiMemasuki area kokpit, pengemudi disambut oleh desain jok ergonomis dengan pengaturan elektrik yang memungkinkan penyesuaian posisi duduk secara presisi. Kenyamanan mengemudi semakin ditunjang oleh konfigurasi setir tilt dan teleskopik, memudahkan siapa pun menemukan posisi berkendara yang ideal. Meskipun jok penumpang depan masih menggunakan pengaturan manual, kesan modern tetap terasa kuat di baris pertama ini.
Dasbor kendaraan ini menonjolkan nuansa futuristik melalui kehadiran dua layar digital utama. Sebuah layar instrumen TFT 8,8 inci menyajikan informasi krusial seperti sistem ADAS, aliran energi, hingga tekanan ban (TPMS) dengan visual yang sangat jernih. Di sampingnya, terdapat layar sentuh HD berukuran 12,8 inci yang bertindak sebagai pusat komando untuk mengendalikan berbagai fungsi kendaraan, mulai dari pengaturan cahaya hingga manajemen energi.
Untuk urusan teknologi kabin, Wuling menyematkan sistem operasi mandiri bernama Ling OS yang terintegrasi dengan fitur Wuling Indonesian Command (WIND). Sebagian besar kontrol fitur, seperti kamera 360 derajat dan pendingin kursi, terpusat pada layar utama, sehingga pengemudi mungkin membutuhkan waktu adaptasi untuk mengoperasikannya saat berkendara.
Foto: OTO | Setyo AdiBerbeda dari mobil pada umumnya, kendaraan ini tidak memiliki tombol start-stop mesin konvensional. Sebagai gantinya, terdapat tombol electric cut off yang terletak di sisi kanan bawah pengemudi, sebuah fitur pembeda yang memberikan karakter unik sekaligus memerlukan pembiasaan bagi pengguna baru.
Bicara dimensi, Darion PHEV menawarkan ukuran panjang 4.910 mm, lebar 1.870 mm, dan tinggi 1.770 mm serta jarak sumbu roda (wheelbase) yang mencapai 2.910 mm. Akses penumpang dipermudah dengan pintu geser elektrik yang dapat dibuka melalui berbagai cara: tuas pintu, head unit, remote, tombol di interior, bahkan melalui perintah suara.
Performa dan Efisiensi
Wuling menyematkan sejumlah inovasi teknologi terbaru pada model Darion, salah satunya melalui penggunaan platform Wonder Flexible Modular System (WFMS). Arsitektur modular ini dirancang khusus untuk mendukung lini kendaraan berbasis hibrida maupun elektrik (EV).
Foto: OTOSektor dapur pacu mengandalkan teknologi LING Power yang mengintegrasikan mesin khusus hibrida dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) untuk mencapai efisiensi tinggi. Darion PHEV dipersenjatai mesin konvensional 1.498 cc Atkinson Cycle yang mampu memproduksi tenaga 105 hp dan torsi 130 Nm. Dalam berbagai skenario berkendara, mesin ini berfungsi sebagai penggerak roda sekaligus pengisi daya baterai, serta dapat bekerja secara simultan dengan motor listrik.
Performa motor listriknya sendiri tercatat cukup impresif dengan tenaga mencapai 195 hp dan torsi 230 Nm. Untuk menyokong daya, Wuling menyematkan Magic Battery Pro tipe Lithium Iron Phosphate berkapasitas 20,5 kWh. Berdasarkan pengujian standar CLTC, teknologi baterai yang telah teruji sejak 2024 ini diklaim mampu membawa kendaraan melaju hingga 125 km dalam mode elektrik murni.
Kembali soal pengujian efisiensi, sebab inilah point penting dalam penilaian sebagai mobil keluarga. Seperti yang sudah diutarakan, skenario kali ini adalah mengisi penuh tangki bahan bakar minyak dan tidak melakukan pengisian daya baterai dari luar. Salah satu alasannya, SPKLU di Jakarta selalu penuh dengan mobil listrik murni, sedangkan menunggu untuk antre bukan opsi kenyamanan yang dipilih.
Foto: OTO | Setyo AdiJadinya, mobil menunjukkan angka BBM penuh dengan jarak 1.000 km sedangkan pada petunjuk baterai memperlihatkan estimasi jarak 20-an km. Ini sekitar 20 persen kondisi baterai. Mode berkendara dipilih Eco, mode energy recovery dipilih Standard, dan mode energi dipilih HEV alias hybrid. Pemilihan mode ini didasarkan pada kegemaran rasa berkendara untuk pengalaman kenyamanan sepanjang perjalanan.
Mobil diisi sekitar empat orang dewasa dengan satu anak-anak serta barang bawaan di bagasi. Cara berkendara tidak dibuat-buat untuk mendapatkan angka efisiensi terbaik alias berkendara normal, AC menyala sepanjang jalan dengan soket pengisian daya selalu terhubung pada gawai. Lalu lintas cenderung ramai lancar dan mengalami kemacetan begitu tiba di area Yogyakarta dan Surakarta.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 729 kilometer, didapat angka rata-rata pada MID Darion PHEV. Sayangnya perhitungan ini selalu berubah setiap 50 km dan tidak dapat memperlihatkan sepanjang perhitungan sepanjang perjalanan secara utuh. Namun tercatat rata-rata konsumsi kombinasi antara sistem elektrifikasi dan mesin konvensional, menghasilkan angka konsumsi 15 sampai 22 km per liternya. Bergantung dengan kondisi jalan.
Foto: OTO | Setyo AdiAngka yang impresif mengingat tidak ada tambahan jarak tempuh dari sisi baterai 20,5 kWh. Sepanjang perjalanan baterai terisi hingga 30 sampai 35 persen, untuk kemudian digunakan bergerak hingga sekitar 25 persen yang membuat mesin konvensional kembali bekerja. Pengereman regeneratif dengan melihat kontur jalan, utamanya turunan, paling membantu mengisi daya baterai sepanjang jalan.
Simpulan
Berdasarkan pengujian jarak jauh di momen libur akhir tahun, Wuling Darion PHEV membuktikan diri sebagai opsi yang kompeten di segmen MPV keluarga. Kekuatan utamanya terletak pada kelapangan kabin dan fleksibilitas captain seat yang mampu memberikan kenyamanan konsisten bagi penumpang dewasa maupun anak-anak selama perjalanan lintas kota. Dukungan fitur seperti pintu geser elektrik dan sistem hiburan berbasis perintah suara WIND turut menambah kepraktisan operasional dalam penggunaan harian.
Dari sisi performa, sistem hibrida yang diusungnya memberikan solusi nyata bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni (BEV). Pengujian dengan kondisi baterai rendah (20 persen) menunjukkan bahwa mesin Atkinson Cycle dan transmisi DHT mampu bekerja secara sinergis tanpa memerlukan ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya eksternal (SPKLU). Dengan rata-rata konsumsi bahan bakar di rentang 15 hingga 22 km per liter pada kondisi beban penuh dan lalu lintas dinamis, efisiensi yang ditawarkan tergolong impresif untuk kendaraan berdimensi besar.
Foto: OTO | Setyo AdiSoal capaian efisiensi ini, Darion PHEV kembali membuktikan setelah perjalanan sekali isi daya dan BBM Jakarta - Bali beberapa waktu lalu. Produk ini konsisten memberikan sisi efisiensi yang impresif dan jadi penilaian utama untuk calon konsumen yang ingin memilih kendaraan keluarga.
Meski demikian, terdapat beberapa detail yang memerlukan pembiasaan bagi pengemudi, seperti letak tombol electric cut-off yang tidak lazim dan ketergantungan kontrol fitur pada layar sentuh utama. Secara keseluruhan, Darion PHEV berhasil menjawab kebutuhan dasar mobil keluarga untuk perjalanan jauh melalui kombinasi ruang yang lapang, fitur kenyamanan yang mumpuni, serta efisiensi energi yang tetap terjaga tanpa harus mengorbankan fleksibilitas perjalanan.
Darion PHEV ditawarkan dengan harga menarik. Saat tulisan ini dibuat, Januari 2026, tawaran harga di web resmi masih mengikuti program harga perkenalan. Varian CE mulai Rp442 juta, dan varian EX Rp492 juta. (STA/TOM)
Baca juga:
Test Drive Jaecoo J5 EV: SUV Listrik Nyaman, Torsi Instan, dan Konsumsi Daya Super Irit
Test Drive Aletra L8 EV: Tuntaskan 538 Km Jakarta-Magelang Hanya Dua Kali Charge
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
-
Jelajahi Wuling Cortez Darion PHEV
Cerita Terkait Wuling Cortez Darion PHEV
- Berita
- Artikel feature
- Review Redaksi
Model Mobil Wuling
Jangan lewatkan
Promo Wuling Cortez Darion PHEV, DP & Cicilan
GIIAS 2025
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Mobil Unggulan Wuling
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Wuling Cortez Darion PHEV Terbaru di Oto
Bandingkan & Rekomendasi
|
|
|
|
|
|
Jenis Bahan Bakar
Bensin
|
Diesel
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
|
Mesin
1498
|
2393
|
1497
|
1499
|
1987
|
|
Tenaga
105
|
147
|
113
|
104
|
172
|
|
Torsi
130 Nm
|
342 Nm
|
144 Nm
|
141 Nm
|
205 Nm
|
|
Tempat Duduk
7
|
7
|
7
|
7
|
7
|
|
Jenis Transmisi
Dedicated Hybrid Transmission
|
Manual
|
iVT
|
Manual
|
CVT
|
|
|
Tren MPV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil Wuling Cortez Darion PHEV dari Carvaganza
Artikel Mobil Wuling Cortez Darion PHEV dari Zigwheels
- Motovaganza