• Wishlist

First Drive Wuling Cortez: Dua Jempol!

First Drive Wuling Cortez: Dua Jempol!

Wuling Motors sepertinya belum selesai melakukan gebrakan di pasar otomotif Indonesia. Pabrikan Cina itu memperkenalkan Cortez pada media nasional di Sirkuit Sentul (18/12). Dan seperti Confero, mobil ini menyimpan banyak kejutan. Soal harga, Wuling belum mau menyebutkan berapa. Namun selentingan yang beredar mengatakan, mobil ini harganya tidak jauh dari kisaran Rp 250 jutaan.


Apa saja kelebihan pesaing Toyota Kijang Innova ini? Yang jelas, fitur Cortez bisa dibilang sebanding dengan pesaingnya yang lebih mapan itu. Sebut saja sunroof, rem parkir elektrik, rem otomatis, captain seat dan sebagainya. Tulisan soal fitur ini bisa Anda lihat di sini.



Yang ingin kami sampaikan, pengendaraan dan pengendaliannya patut diacungi jempol. Dua jempol. Kami sempat merasakan Cortez sebanyak dua lap di sirkuit yang harus segera mendapatkan renovasi itu. Dan inilah impresi kami.


Pengendaraan dan Pengendalian


Wuling Cortez, dengan atapnya yang tinggi memberikan kesan seperti mobil yang mudah ‘tumpah’ saat diajak bermanuver agak ekstrem. Namun sirkuit Sentul dengan tikungannya yang variatif, memberi kesempatan kepada Cortez untuk menunjukkan karakternya.


Setelah mobil dikendarai layaknya mobil balap di sirkuit, kami harus angkat jempol. Terutama untuk handlingnya. Okelah, bodi tinggi pasti menimbulkan body roll yang cukup terasa. Tapi Cortez memiliki kemudi yang linear, kemanapun setir ditekuk, pada kecepatan 70-80 km/jam, bagian depannya menurut saja tanpa banyak protes.


Biasanya, mobil gerak depan cenderung understeer (setir diputar, mobil lurus). Namun sepertinya platform dan konstruksi suspensi Cortez mampu meminimalisir hal itu. Yang lebih menarik lagi, mobil ini terasa lincah bermanuver karena buritannya juga memiliki karakter serupa dengan depan. Kalau Anda sering bermanuver dengan MPV pada kecepatan tinggi, Anda tentu sadar bagian belakang seperti tidak kompak dengan input kemudi, baik saat diisi beban atau tidak.


Lagi-lagi, Cortez bisa meminimalisir efek ini. Di Sentul, kami merasakan betul bagian belakang mampu berpindah secepat kami menggerakkan kemudi. Sempat menanyakan konstruksi suspensi seperti apa yang digunakan Cortez. Namun pihak Wuling sepakat untuk tidak membeberkan spesifikasi lengkap mobil ini hingga waktu peluncurannya nanti, dengan alasan ada beberapa hal teknis yang belum final. Namun sepengamatan kami, suspensi belakangnya menggunakan lengan ayun. Kalau sudah begitu, bisa jadi menggunakan konstruksi multi link atau double wishbone, bukan torsion beam seperti kebanyakan MPV murah.


mesin 1,8-liter milik Cortez


Mesin dan Transmisi


Cortez dibekali mesin 4-silinder dengan kapasitas 1,8 liter. Tenaganya mencapai 130 PS, dengan torsi 175 Nm. Mesin ini dirancang oleh General Motors (Chevrolet), dan sudah memiliki teknologi drive by wire yang dikembangkan oleh Wuling sendiri. Dibandingkan Toyota Innova, yang bermesin 2.0 (bensin) mesin ini inferior. Meski sebetulnya cukup saja untuk menghela beban yang diusungnya. Toh ini mobil keluarga, bukan Grand Touring. Akselerasinya biasa saja, meski terasa menonjok saat berada di putaran bawah, tapi selebihnya tidak istimewa.


Yang membuat ‘turn off’ adalah transmisi i-AMT yang digunakan. Ya, Cortez dibekali dengan transmisi Automated Manual Transmission, alias transmisi manual yang diotomatiskan. Memangnya kenapa? Coba bayangkan transmisi manual, tapi Anda tidak perlu menginjak kopling dan menggerakkan tuas transmisi.


Lalu? Yang jadi masalah, rasa dari transmisi manual itu masih ada. Yang paling kentara perpindahannya yang lambat, karena ada proses pergerakan kopling. Bayangkan sedang akselerasi, dengan badan yang terdorong ke belakang karena gaya sentrifugal. Lalu tiba-tiba pindah gigi. gaya sentrifugal tiba-tiba hilang. Tidak nyaman, kan? Itu karakter AMT, di mobil mana pun. Bahkan pada Aston Martin sekalipun. Jadi tidak bisa dibilang transmisi Wuling ini yang paling halus. Tapi kami harus jujur, ini AMT terbaik yang pernah kami coba. Huruf ‘i’ di depannya, membuat perpindahan gigi lebih presisi, sesuai pijakan pedal gas dan putaran mesin.


Siapa pembuat transmisi ini? Aisin dari Jepang. Siapa itu Aisin? Coba lihat transmisi yang ada di mobil Toyota, Honda, Nissan, dari masa ke masa. Kemungkinan besar transmisinya Aisin. Karena itu, kami tutup mata karena yakin soal kualitasnya. Belum lagi, menurut Wuling, Aisin mendesain transmisi ini khusus untuk Cortez. Tidak ditemukan di mobil lain. Sip!



Tertarik? Cortez sudah bisa dipesan di diler Wuling. Tapi harus sabar karena antara Februari atau Maret 2017 baru dipasarkan.


Baca Juga : Tanggapan Toyota Tentang Wuling Cortez

Jelajahi Wuling Cortez

Wuling Cortez Rp 219,8 - Rp 290 Juta Cicilan : Rp 5,02 Juta

Bandingkan & Rekomendasi