Pandemi Covid-19 Belum Usai, Penjualan Astra Daihatsu Motor Masih Moderat

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Penjualan Astra Daihatsu Motor Masih Moderat
Gambar
Review Pengguna

Menukil data internal Astra Daihatsu Motor. Selama pandemi Covid-19, penjualan retail dari Januari cenderung menurun hingga Mei 2020. Selama periode itu mereka hanya mengantongi 48.019 unit atau terjun 39 persen dibanding perolehan 2019. Walau begitu, pangsa pasar perusahaan mengalami kenaikan. Dari 18 persen year to date Mei 2019 menjadi 18,4 persen YTD Mei 2020. Setelah lima bulan mereka berharap grafik naik tajam, namun kini performa cenderung moderat.

"Jadi kami melihat penjualan mobil terendah ada pada Mei 2020 karena Covid-19. Harapanya setelah Mei bakal muncul grafik V, yang artinya naik tajam. Namun kami masih bersyukur, walau tidak sesuai harapan, penjualan terus merangkak naik perlahan. Itu bisa dilihat pada penjualan Juni, Juli dan Agustus kemarin," terang Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) dalam konferensi pers daring (11/9).

Launching Daihatsu Ayla dan Sirion 2020

Kalau melihat penjualan otomotif nasional juga masih berada dalam pergerakan konservatif. Belum ada isyarat kenaikan yang signifikan di tengah kondisi pandemi seperti saat ini. Kalau diakumulasi capaian seluruh produsen kendaraan penumpang. Dari Janurari hingga Agustus 2020, capaian wholesales Daihatsu ada di kisaran 320 ribu unit dan retail sales sekitar 360 ribu unit. Jauh dari target 600 ribu selama setahun penuh. Padahal masih sisa sekitar tiga bulan lagi demi menggenapi patokan itu.

Baca juga: Selama Semester Pertama 2020, LCGC Keluarga Daihatsu Jadi Andalan Penjualan

Lantas bagaimana dengan Daihatsu? Secara YTD (Year to Date) atau sejak Januari – Agustus, capaian wholesales Daihatsu secara total mencapai 57.978 unit. ADM mencatat peningkatan market share menjadi 17,9 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17,4 persen. Sedangkan pemasaran retail, mereka membukukan angka 65.767 unit. Lalu terdapat peningkatan marketshare menjadi 18,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 16,9 persen.

Wholesales bulanan Daihatsu meningkat dari yang sebelumnya sebesar 1.553 unit selama Juli, menjadi 6.651 unit pada Agustus 2020. Ada kenaikan lebih dari empat kali lipat. Pada bulan yang sama, retail sales Agustus tercatat sebanyak 6.300 unit. Atau naik 7 persen dibandingkan bulan Juli kemarin, sebesar 5.890 unit.

Gran Max PU Japan Market

Secara akumulatif, hingga Agustus 2020. Jualan retail Daihatsu masih tetap didominasi oleh LCGC Sigra dengan capaian sebesar 18.140 unit. Ia berkontribusi paling besar atau 27,6 persen. Lalu diikuti Gran Max Pick Up 14.054 unit (21,4 persen) dan Terios 9.844 unit (15,0 persen). "Daihatsu serta seluruh pihak terus mendukung semangat pemerintah dalam memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. Kami juga memohon dukungan dari pelanggan, juga masyarakat. Agar dapat menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat di tengah implementasi PSBB total pada tahap kedua mendatang," Hendrayadi menekankan.

ADM mengaku tetap mendukung aturan PSBB terbaru. Namun masih menunggu bagaimana kejelasan Juklak (petunjuk pelaksanaan) dan Juknis (petunjuk teknis). "Kami ingin mengetahui lebih detail, PSBB kali ini mau seperti apa? Mau seketat apa untuk dapat diterapkan. Sebab di Daihatsu sendiri amat mengikuti anjuran protokol kesehatan. Selain itu, bahkan tiap karyawan memasang aplikasi di smartphone untuk jaga jarak. Jadi kami ingin menunggu Pergub-nya seperti apa untuk mengetahui lebih perinci," imbuh Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication ADM.

Daihatsu Gran Max Jadi Andalan

LCGC Sigra boleh menduduki peringakat pertama penjualan manufaktur di dalam negeri. Tapi berbicara andalan, Gran Max jawaranya. Baik bentuk kargo dan pikap, Gran Max bikinan Astra Daihatsu Motor dikirim dan dijual di Jepang. Harga Gran Max di Negeri Bunga Sakura berkisar dari 1.975.000 yen hingga 2.347.000 yen versi boks. Angka setara Rp 262 juta – Rp 311 juta. Lalu unit dengan bak terbuka berlabel 1.787.000 yen sampai 2.129.000 yen. Nilainya Rp 237 juta – Rp 283 jutaan.

Model yang juga berlabel Toyota Lite Ace dan Mazda Bongo di Jepang, sempat diragukan. Lantaran Indonesia belum teranama kala itu. Hingga akhirnya, prinsipal di Jepang pun percaya setelah melihat langsung produksi dan kualitas. Sejak 2007 sampai sekarang, kelahiran pabrik Daihatsu di Indonesia dikirim ke Jepang.

Banderolnya tergolong tinggi saat dibandingkan dengan pasar sini. Alasannya, fitur tertera lebih banyak. Mobil berbekal Smart Assist. Berisi fungsi pengereman otomatis guna menghindari tabrakan. Kemudian accidental start suppression, ketika kendaraan tidak disengaja menginjak pedal gas mendadak. Tersemat pula lane supports safety, departure warning function, preceding vehicle start notification, serta auto high beam. Perangkat keselamatan lain berupa VSC & TRC, lampu LED. Emergency stop signal juga diadopsi. Kata perusahaan, kendaraan komersial ringan ini bakal dipakai di industri konstruksi, jasa logistik, pertanian. Dan sudah ada permintaan tetap dari fleet market. (Alx/Tom)

Baca juga: Pakai Platform DNGA, Pengembangan Mobil Daihatsu Kian Singkat

Jelajahi Daihatsu Sigra

Daihatsu Sigra Rp 119,5 - Rp 162,25 Juta Cicilan : Rp 2,73 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store