jakarta-selatan

6 Kekurangan Toyota Agya

  • Agt 28, 2017
  • 1566 Dilihat

Agya, mobil murah yang dijual Toyota. Sebagai mobil yang masuk kategori Low Cost Green Car (LCGC), tentu saja ada kekurangannya. Berikut beberapa kekurangan pada Agya di Indonesia.



1. Dimensi Ringkas


kabin belakang Agya

City car termungil yang dimiliki Toyota, memiliki dimensi panjang 3.660 mm, lebar 1.600 mm dan tinggi 1.520 mm. Baik Toyota Agya bermesin 1.0 liter maupun 1.2 liter, memiliki bodi yang sama. Dimensinya yang ringkas, berimbas pada ruang kabin yang tak terlalu luas. Begitupun dengan ruang bagasi di belakang yang volumenya tak terlalu istimewa. Jadi kalau diisi penuh 5 orang, penumpang belakang duduknya jadi agak mepet.

2. Tidak Ada Pengaturan Ketinggian Setir


Kabin Toyota Agya

 

Posisi mengemudi mempengaruhi kenyamanan dan konsentrasi. Apalagi saat menempuh perjalanan cukup jauh. Nah, karena Agya termasuk dalam LCGC, maka beberapa fitur non-esential terpaksa ditiadakan. Salah satunya fitur tilt steering. Fitur ini memungkinkan pengemudinya mengatur ketinggian lingkar kemudi.


Memang posisi setir Agya sudah mempertimbangkan postur tubuh rata-rata orang Indonesia. Namun bagi sebagian orang yang bertubuh kecil, posisi setir yang agak ‘ketinggian’ membuat lengan mengangkat terlalu tinggi, sehingga cepat lelah pengemudinya. Sebagai kompensasi, tipe tertinggi Agya sudah dilengkapi dengan tombol pengaturan audio pada lingkar kemudinya.



3. Tak Ada Handle Pintu Bagasi


Agya tampak belakang

Selain tak adanya fungsi mengatur ketinggian lingkar kemudi, absennya tuas pintu bagasi belakang juga cukup banyak dikeluhkan para pemilik Agya. Masalahnya, pengemudi harus membuka pintu bagasi belakangnya menggunakan anak kunci atau melalui tuas kecil di dekat kursi pengemudi. Walhasil akses memuat barang ke bagasi tak semudah kalau Toyota menyematkan tuas atau handle pembuka pintu bagasi.



5. Harga


Agya city car LCGC yang paling mahal di kelasnya. Tipe termurah mobil ini dijual Rp 132 juta. Sedangkan tipe termahalnya Rp 152,4 juta. Sebagai perbandingan, Honda Brio Satya termurah dijual Rp 131,5 juta dan tipe termahalnya Rp 151,5 juta. Selisihnya memang tak banyak. Tapi tetap saja status Agya yang termahal. Bahkan pesaing lainnya dijual jauh lebih murah. Misalnya, Suzuki Karimun Wagon R GS AGS termahal dijual Rp 135 juta dan Datsun Go termahal malah hanya Rp 118,4 juta saja.



6. Lainnya


Toyota Agya 2017 07

 

 

Selain kelima poin di atas, Agya juga memiliki sejumlah kekurangan lain. Pertama, ban serepnya memang memakai ukuran yang sama dengan ban standar yang dipakai pada keempat rodanya. Namun ban serepnya ini memakai pelek kaleng bukan alloy.


Lalu, Agya terbaru juga sudah mendapat penyesuaian pada bagian suspensi. Bantingan suspensi belakangnya disetel agak sedikit lebih keras guna menunjang stabilitas berkendara. Efeknya, saat melintasi jalan rusak, faktor kenyamanannya juga ikut jadi sedikit rusak. Plat bodi yang terlalu tipis juga mempengaruhi kekedapan kabin serta faktor keselamatan. Pergerakan lingkar kemudinya terkesan hambar. Terakhir, kualitas material kabinnya juga kurang bagus.


Baca juga: Toyota Agya VS Honda Brio Satya

Shares

Video Toyota Agya

Lihat video terbaru Toyota Agya untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer