First Drive: Astra Toyota Agya TRD S M/T

Diterbitkan Pada Oleh Budityas Bangun Basuki untuk Toyota Agya 2017 di Oto

Jakarta: Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan September 2013, pasar mobil kelas Low Cost Green Car (LCGC) di Tanah Air selalu dikuasai oleh mobil mungil lansiran PT Toyota Astra Motor (TAM) ini. Ya, Astra Toyota Agya merupakan pemimpin pasar di kelasnya. Kembaran dari Astra Daihatsu Ayla ini sejatinya memiliki banyak kesamaan dengan saudara kandungnya tersebut, namun citra merek Toyota sangat membantu performa penjualannya.


Hingga saat ini, Agya terus menjadi model LCGC terlaris, padahal sejak pertama kali diluncurkan hampir tiga tahun yang lalu, sosoknya tak mengalami perubahan sama sekali. Saudara kembarnya, Daihatsu Ayla bahkan telah sempat memperkenalkan varian dengan beberapa penyegaran di bagian eksterior dan interiornya. Satu-satunya fitur tambahan yang didapatkan oleh Agya adalah penambahan wiper di bagian belakang pada bulan Oktober 2014 lalu. Selain itu, pada varian TRD S, juga mendapatkan aksesoris tambahan berupa lampu mundur LED yang ditempatkan pada pintu bagasi.


Kali ini, kami mendapatkan kesempatan mencoba salah satu unit uji Agya varian TRD S dengan transmisi manual 5-speed yang merupakan varian paling laris di kelasnya. Unit yang kami coba bukanlah mobil yang bisa dikatakan baru, odometer-nya telah mencatat angka lebih dari 28.000 km dan usianya telah nyaris 3 tahun. Meski begitu, mobil ini dapat menggambarkan seperti apa hal-hal yang akan Anda hadapi setelah meminangnya.


Desain


Seperti yang kami katakan di atas, mobil ini tak mengalami perubahan desain yang signifikan sejak pertama kali diperkenalkan. Dimensinya kompak dengan panjang yang hanya 3,6 meter, lebar 1,6 meter dan tinggi 1,52 meter. Yang menarik adalah jarak sumbu roadnya (wheelbase) yang mencapai 2,45 meter, membuat mobil ini memiliki overhang yang pendek di kedua ujung depan dan belakang. Tak ayal jika hal ini menjadikan mobil ini begitu lincah menghadapi kepadatan lalu lintas.


Eksterior Agya


Pada tampilan depannya, masih belum ada sentuhan “keen look' khas Toyota. Grille dengan bagian bawah yang melengkung seakan menampilkan senyum pada tampilan Agya yang elegan. Hal ini berbeda dengan sosok kembarannya Ayla, yang memiliki grille berbentu heksagonal besar dan menampilkan kesan lebih sporty. Pada varian TRD S yang kami coba, sudah mendapatkan bodi kit TRD berupa front aerokit, rear aerokit dan side skirt. Selain itu, juga terdapat embem TRD S di bagian pintu bagasi serta sticker di kedua sisi pintu belakang samping.


Di bagian belakang, mobil yang kamu uji belum mendapatkan wiper untuk membersihkan kaca belakang, namun pada Agya varian G dan TRD S yang dijual saat ini, telah mendapatkannya. Selain itu, kini juga terdapat tambahan lampu muncur LED dan reflektor di kedua sisi lampu belakang tepatnya di bagian pintu bagasi. Untuk velgnya, pada varian G dan TRD S telah mendapat velg alloy berukuran 14 inci, sementara varian E masih mendapatkan velg steel berukuran 13 inci dengan dop plastik.


Kabin


Seperti juga kelasnya sebagai sebuah LCGC, mobil ini dirancang agar harganya relatif terjangkau alias murah. Tak heran saat masuk ke dalam kabinnya, desain dashboard yang disuguhkan juga sangat sederhana. Tata letak tradisional pada dashboard menampilkan laci di depan penumpang depan, bagian konsol tengah yang terdapat head unit dan tombol AC serta setir dengan panel instrumen di hadapan pengemudi. Semuanya tampil sederhana. Panel instrumen menampilkan takometer, speedometer dan layar digital monochrome yang menunjukkan informasi jarak tempuh dan konsumsi bahan bakar. Selain itu, juga terdapat indikator 'Eco” yang dapat mengindikasi karakter berkendara ekonomis.


Interior Agya


Material plastik yang digunakan pada dashboard tak tampil mewah, namun dengan tekstur ala kulit jeruk, membuat plastik ini tak tampak murahan. Aksen berwarna perak yang membungkus bagian konsol tengah juga cukup memberi nuansa modern. Sementara material pembungkus tempat duduknya berbahan fabric yang cukup halus dan menyuguhkan kombinasi dua warna. Tempat duduk pengemudi dan penumpang depan tampil ala bucket seat karena headrest yang menyatu dengan sandaran. Hal ini sekaligus meningkatkan faktor keselamatan berkendara.


Ruang kabin Agya dapat dibilang cukup lapang, dengan posisi mengemudi yang cukup baik berkat dashboard yang rata, pengaturan tempat duduk maju-mundur dan posisi sandaran cukup mudah untuk diatur. Dengan ukuran ketebalan tempat duduk yang dapat dibilang tipis, hal ini memberikan ruang lapang bagi penumpang di baris kedua. Di sini, ruang kaki berlimpah bisa didapatkan, meski posisi sandaran terasa tegak pada mobil yang kami uji, namun pada Agya yang dipasarkan saat ini, posisi sandaran tempat duduk belakang telah mendapatkan perbaikan sehingga lebih ergonomis. Selain itu, ketebalan jok di belakang juga telah ditambah.


Di bagian paling belakang, ruang bagasi Agya menjanjikan ruang yang memadai. Berdasarkan klaim pabrikan Toyota, ruang bagasi mampu mengangkut satu buah kopor ukuran besar dan dua kopor ukuran sedang. Meski begitu, ruang bagasi yang penuh pada akhirnya dapat mempengaruhi juga performa yang dimiliki oleh Agya mengingat mobil ini tak mengusung mesin yang besar. Jika diperlukan, tempat duduk baris kedua dapat dilipat, meskipun tidak menghasilkan ruang yang rata.


Performa dan Efisiensi


Di balik kap mesinnya, Agya menggendong mesin berkode 1KR 12 yang memiliki 3-silinder, 12 katup DOHC dengan kapasitas 998 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga puncak 65,3 PS dan torsi maksimal 86 Nm mulai putaran mesin 3.600 rpm. Kemampuan mesinnya ini disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual 5-speed atau otomatis 4-speed. Pada unit yang kami uji, menggunakan transmisi manual.


Mesin Agya


Penggunaan mesin 3-silinder ini menjadikan Agya terasa lincah saat menembus kepadatan lalu lintas. Karakter mesin ini memang menyajikan putaran mesin yang begitu mudah naik, sehingga dengan menggendong bobot Agya (dan penumpangnya) yang hanya berkisar 800 kg, akselerasi yang dihasilkannya terasa sangat responsif. Belum lagi, rasio transmisi yang dimilikinya juga mendukung mengendaraan yang agresif. Hal ini cukup membantu untuk bermanuver lincah menembus kepadatan lalu-lintas. Meski begitu, pada unit yang kami uji, pedal koplingnya terasa berat, sehingga cukup melelahkan saat berada di kemacetan.


Dan meski mengusung mesin berkapasitas kecil, namun ketika kami bawa berjalan keluar kota mobil ini juga menyuguhkan performa yang menyenangkan. Angka 100 km/jam dapat dengan mudah dicapai di gear 4 dan jarum speedometer akan terus naik hingga 120 kpj sebelum transmisi dipindahkan ke gear 5 pada 4.000 rpm. Dengan dimensinya yang mungil, hal ini memberikan kesan pengendaraan yang begitu kencang. Meski begitu, saat menggunakan gear 5, dan kecepatan diturunkan ke 100 kpj, jarum putaran mesin akan menunjukkan angka 3.000 rpm dan lampu “eco” akan menyala yang menunjukkan pengendaraan ekonomis.


Agya Fuel Cap


Bicara mengenai keekonomisannya, perjalanan keluar kota ini juga menyuguhkan angka konsumsi bahan bakar yang istimewa bagi Agya. Saat kami menjajal mobil ini menuju Bandung via Tol Cipularang yang didominasi rute menanjak, Agya menghasilkan konsumsi bahan bakar sebesar 20,4 kpl dengan kecepatan rata-rata 74,3 kpj. Sementara di arah sebaliknya yang menurun dari Bandung menuju Jakarta, secara mengejutkan Agya mencatatkan konsumsi bahan bakar 32,1 kpl dengan kecepatan rata-rata 79 kpj. Hal ini menjadikan konsumsi bahan bakar luar kota rata-rata yang dimiliki oleh Agya sebesar 26,2 kpl. Hal yang sangat impresif mengingat mobil ini telah menempuh lebih dari 28.000 km pada odometernya dengan usia 3 tahun. Sementara saat menjelajah kepadatan lalu lintas kota, Agya berhasil mencatatkan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 14,6 kpl.


Pengendaraan dan Pengendalian


Jika pencapaian konsumsi bahan bakar dapat menyamarkan usia yang dimiliki oleh mobil uji ini, hal sebaliknya tidak berlaku untuk pengendaraan yang disuguhkan oleh Agya ini. Secara fisik, mobil ini memang tidak berada pada kondisi terbaiknya. Beberapa lecet akibat pemakaian selama tiga tahun, kondisi interior yang tak lagi prima membuat mobil ini kurang impresif di usianya ini. Hal ini juga tercermin dari pengendaraan yang kami rasakan selama menguji mobil ini.


Agya tampak belakang


Peredaman suspensi mobil yang kami uji ini dapat dibilang keras, apalagi saat menghadapi tonjolan speed trap atau kondisi jalan yang tidak rata. Komposisi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di bagian belakang tak menjadikan peredamannya cukup nyaman menghadapi kondisi permukaan jalan yang beragam. Bahkan badannya bergoyang cukup kuat saat menghantam jalanan rusak. Meski begitu, saat menghadapi permukaan jalan yang mulus, Agya menyuguhkan pengendaraan yang mantap, termasuk saat perlu bermanuver cepat, pengendaliannya sangat lincah. Apalagi lingkar kemudi telah dilengkapi dengan Electronic Power Steering (EPS), putaran kemudinya menjadi ringan saat kecepatan rendah dan semakin berisi saat kecepatannya meningkat. EPS ini juga yang memberikan kontribusi cukup baik terhadap raihan konsumsi bahan bakar.


Sementara kenyamanan berkendara Agya ini juga terpangkas akibat peredaman suara yang tidak terlalu baik. Semakin tinggi kecepatannya, kombinasi suara angin, mesin yang berteriak semakin kencang dan gesekan ban membuat suara di ruang kabin cukup ramai. Belum lagi, akibat usia yang sudah cukup lama, beberapa suara getaran akibat melewati jalan rusak terdengar dari sekrup atau bagian mobil yang tak lagi rapat.


Salah satu kelebihan lain yang ditawarkan pengendaraan Agya adalah visibiltas pengemudi yang cukup lapang. Desain bagian atas dashboard yang rata memberi pandangan yang lapang ke depan, selain penempatan tempat duduknya juga ada pada ketinggian yang tepat. Pandangan ke belakang juga cukup lapang jika tidak terhalang penumpang tengah di bangku kedua. Besar radius putar Agya yang hanya 4,4 meter juga memberikan kemudahan saat parkir maupun meliuk di jalan sempit dan di tengah kepadatan lalu lintas.


Fitur Keselamatan dan Harga


Meskipun sebagai sebuah LCGC, Agya telah dilengkapi dengan sepasang airbag di baris depan untuk semua variannya. Selain itu dalam pembaharuan terakhirnya, di bangku belakang kini telah tersedia kaitan ISOFIX untuk bangku bayi (baby seat). Penggunaan sabuk keselamatan dengan pretensioner dan force limiter juga menjadikan jaminan keselamatan mobil ini semakin baik. Terakhir, Toyota juga melakukan penguatan pada struktur bodinya untuk menjadikannya semakin kokoh. Di masa depan, penggunaan sistem pengereman dengan ABS dan EBD tampaknya bisa jadi salah satu pilihan dalam penyegaran Agya.


Saat pertama kali diluncurkan pada bulan September 2013, varian Agya TRD S M/T ini memiliki banderol Rp 111,15 juta. Saat ini harga Agya varian yang sama telah menyentuh Rp 126,13 juta, keduanya merupakan harga on the road Jakarta. Di kelas LCGC, dengan kisaran harga yang sama Anda bisa mendapatkan Astra Daihatsu Ayla X Airbag bertransmisi otomatis berbanderol Rp 124,55 juta, atau dengan menambah sedikit, bisa meminang Honda Brio Satya S MT berbanderol Rp 129,6 juta, atau Suzuki Karimun Wagon R GL Airbag bertransmisi AGS (Automatic Gear Shift) berbanderol Rp 123,5 juta, atau bahkan Datsun GO+ Panca T Style yang merupakan varian termewah dengan banderol Rp 118,45 juta (seluruhnya on the road Jakarta). Salah satu keunggulan Agya adalah dukungan jaringan layanan purna jual yang dimiliki oleh Toyota yang masih lebih banyak dibandingkan merek kompetitornya.


Tabel Spesifikasi Agya


Baca Juga: Ini perbandingan biaya service LCGC

Iklan

Similar Cars

Road Test Paling Populer