jakarta-selatan

First Drive Toyota New Veloz 1.3 AT: Pilihan Ideal?

  • 17 Mar, 2019
  • 916 Kali Dilihat


Sebagai varian Avanza tertinggi, Veloz identik dengan mesin 1,5-liter. Karena awal tipe ini keluar, hanya tersedia satu pilihan mesin. Kubikasi 1,3-liter baru ada di model facelift terakhir, sebelum New Veloz sekarang. Kehadirannya menjadi pilihan bagi konsumen yang tidak butuh mesin besar, tapi tetap mendapat gengsi lebih tinggi ketimbang Avanza. New Veloz 1.3 yang meluncur Januari lalu, turut membawa pembenahan dalam rasa berkendara. Saya pun berkesempatan mencoba tipe bertransmisi otomatis dalam perjalanan rute Semarang - Magelang - Yogyakarta.



Harga Toyota Veloz 1.3 AT senilai Rp 227,45 juta atau lebih murah Rp 200 ribu saja dari Veloz 1.5 MT yang saya uji sebelumnya. Selisih dengan Avanza 1.3 G AT cukup banyak, mencapai Rp 7,8 juta. Mesin dan transmisi jelas sama, bedanya mendapat kelangkapan ala Veloz yang lebih banyak ketimbang Avanza G. Soal ini, lebih mudah membandingkan dengan Veloz 1.5 karena punya perbedaan walau masih satu strata.


Desain fisik bodi sama seperti Veloz 1.5. Grille krom di Avanza tersamar hitam sehingga tidak mentereng. Airdam besar membentuk trapesium melebar di bawah. Dan lekukan tegak lurus area fog lamp yang mirip Xpander, tidak terlihat mencontek berkat diisi garnish hitam. Daripada Avanza biasa, desain wajah Veloz lebih sporty dan menarik.



Perbedaan utama paling mencolok, warna pelek dikelir silver meski desain dan ukurannya sama. Veloz 1.5 menganut dua warna, alloy glossy dan hitam. Bentuk buritan sama persis, tapi dapat dikenali identitas Veloz tanpa angka 1.5 di depannya. Selebihnya tetap serupa. Side body moulding di samping juga ada, begitu pula antena shark finn.


Interior hampir tak berbeda dengan versi 1.5. Fiturnya saja dikurangi sedikit, seperti tidak ada monitor di plafon, setir tanpa balutan kulit dan kamera belakang. Tapi segala fitur yang ada, masih tergolong lengkap untuk LMPV seharga Rp 227,45 juta. Lampu LED dan smart key dengan tombol start/stop engine, cuma Veloz 1.3 yang punya. Head unit monitor juga sama seperti Veloz 1.5 dan Avanza 1.5 G. Fungsi dan koneksinya lengkap, termasuk fitur T-Link untuk mirroring dengan ponsel pintar Android.



Fitur keselamatannya juga tidak dikurangi. Selain dual SRS airbag dan ABS sebagai standar, ditambah pula seat warning untuk penumpang depan, ISOFIX dan fitur keamanan immobilizer. Harapan adanya kontrol stabilitas dan hill start assist yang standar di Toyota Rush, masih belum terwujud. Soal ini, Veloz tertinggal dari varian termahal LMPV lain.


Begitu duduk di balik kemudi, tidak ada bagian spesial yang membedakan dengan keluarga Avanza lainnya. Jok yang kurang ergonomis untuk orang berpostur jangkung, tidak menyumbang kesenangan berkendara sama sekali. Setir yang hanya diatur ketinggiannya saja (tilt steering), juga mempersulit pencarian posisi terbaik.



Poin plus yang selalu diberikan adalah visibilitas luas di segala penjuru, berkat posisi duduk tinggi. Pandangan melalui spion samping pun membaik karena perubahan desain yang membuat ukurannya membesar. Ditambah lagi pelipatan secara elektrik yang memudahkan kala bertemu area sempit. Tapi tidak ditambahkan auto folding agar terlipat otomatis saat mengunci mobil, seperti di Veloz 1.5.


Bicara performa mesin, jelas kalah bertenaga dibanding dapur pacu 1,5-liter. Cukup terasa saat terjun di jalur luar kota. Butuh usaha lebih besar dengan berani membenamkan pedal gas lebih dalam untuk mengeluarkan seluruh daya. Tenaga hanya 96,5 PS dan torsi 120 Nm sebenarnya sangat cukup dibawa sampai kemana pun. Avanza lama sudah membuktikan kalau mesin 1,3-liter termasuk kencang dan juga terkenal bandel. Namun sejak perubahan kode menjadi 1NR-VE yang dilengkapi teknologi pengaturan katup Dual VVT-i, ada perubahan karakter jika dibandingkan mesin lama K3-VE. Tenaga dan torsi terbagi rata di setiap putaran, sehingga terasa lebih lemah di rpm rendah.



Transmisi otomatis konvensional 4-speed turut meredam akselerasi. Perpindahan giginya termasuk halus, hanya saja terasa lamban. Efek kecilnya, output mesin paling berdampak saat bertemu jalanan menanjak. Ditambah transmisi yang terlalu cepat berpindah naik, sehingga butuh kickdown untuk menurunkan gigi atau segera berpindah ke D3 dan 2 agar tidak kehilangan momentum. Saat menanjak curam, harus tega bermain di putaran tinggi terus menerus. Hasilnya, konsumsi bahan bakar boros.


Yang unik dari matik ini, begitu bertemu jalanan menurun, dengan sigap gigi berpindah ke rasio rendah. Posisinya terus bertahan walau posisi tetap di D, untuk memberikan engine brake. Pintar juga, CVT saja tidak begitu.


Kenyamanan berkendara meningkat seiring pembenahan insulasi kabin dan suspensi. Suara bising kolong sedikit tereduksi dari penambahan peredam di panel dasbor, kolong transmisi dan dek belakang. Raungan mesin cukup teredam meski dengung dari gardan masih terdengar. Setting ulang pada electronic power steering (EPS) membuat bobot kemudi semakin berat di kecepatan tinggi.


Suspensi menjadi bagian paling terasa ubahannya. Per, shock absorber dan berbagai bushing dibuat lebih solid untuk menghasilkan ayunan lebih keras. Hasilnya gejala memantul semakin hilang, redaman suspensi lebih mantap dan kestabilan di kecepatan tinggi pun bertambah. Pengembangan terbaik dalam hal rasa berkendara sejauh ini. Tapi tetap saja, karakter khas Avanza masih kental. Masih jauh untuk menyamai kenyamanan Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina. (Odi)


Baca Juga: First Drive Toyota New Veloz 1.5 MT: Proses Penyempurnaan

Galeri

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Avanza Veloz 2019

  • 1.3 MT | Rp215,65 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp28,73 Juta
    Angsuran Rp4,42 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • 1.5 MT | Rp227,65 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp31,13 Juta
    Angsuran Rp4,66 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Toyota Avanza Veloz 2019

Lihat video terbaru Toyota Avanza Veloz 2019 untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Komparasi