jakarta-selatan
Bahasa en | id

Toyota Alphard

Rp889,2 Juta - Rp1,71 Milyar
Harga OTR
Dapatkan Harga OTR
Dapatkan promo eksklusif, diskon & kredit bunga rendah dari dealer resmi Lihat promo APRIL
Performa
Tenaga 178 hp
Mesin 2494 cc
 
Kenyamanan
AC Ya
Power steering Ya
 
Keselamatan
Kantong Udara Pengemudi Ya
 
Kapasitas
Tempat Duduk 7 Kursi
Ground Clearance 160 mm
 
ANGSURAN BULANAN
Durasi 36 Bulan
Angsuran Bulanan Rp20,29 Juta
Dapatkan Harga
Menampilkan informasi mengenai Toyota Alphard 2.5 X - Petrol

Harga Toyota Alphard

Varian (Harga OTR)  
Varian Bensin
2.5 X
7 Kursi, 178 hp, 2494 cc
Rp889,2 Juta*
2.5 G
7 Kursi, 178 hp, 2494 cc
Rp1,04 Milyar*
Hybrid 2.5 HV
7 Kursi, 150 hp, 2494 cc
Rp1,42 Milyar*
3.5 Q
7 Kursi, 271 hp, 3456 cc
Rp1,71 Milyar*

Bandingkan Toyota Alphard dengan Mobil Sejenis

Video Toyota Alphard

Lihat video terbaru Toyota Alphard untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar Toyota Alphard

Warna Toyota Alphard

  • Black

  • Luxury White Pearl Crystal Shine

  • Metalllic Black

  • Silver Metallic

  • White Pearl MM

Review Toyota Alphard

Tinjauan

Bagi orang Indonesia, mobil penumpang dengan kemampuan muat banyak adalah hal yang layak untuk dimiliki. Bahkan bagi seorang yang mengaku petrol head pun, pasti punya kendaraan yang muat banyak terparkir di garasinya, baik dalam bentuk MPV ataupun SUV.

Berbicara MPV, kultur orang Indonesia sangat menyukai mobil macam ini. Alasannya, ya itu tadi, muat banyak. Tidak heran, ada banyak kelas mobil MPV, dari mulai LCGC hingga MPV mewah seperti Toyota Alphard ini. Alphard, yang awalnya hanya dibuat untuk pasar Jepang, ternyata mendapatkan hati di pasar mobil mewah Indonesia (terima kasih pada para Importir Umum). Sebagai tambahan informasi, Alphard pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 2002, dan kini baru memasuki generasi ketiga.

Dan melihat ‘kencangnya’ jualan para IU, membuat Toyota Astra Motor tergelitik untuk memasarkannya melalui jalur resmi. Dan akhirnya, tahun 2012, prinsipal di Toyota di Jepang mengalah dan membuka keran ekspor Alphard (dan Vellfire) ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, plus Rusia. Khusus untuk Indonesia, Alphard sudah dua generasi yang dijual. Terbaru meluncur beberapa bulan sebelum gelaran GIIAS 2015 lalu, bahkan lengkap dengan varian hybrid.

Sebagai MPV mewah, tentu saja mobil ini dibekali beragam fitur yang menggiurkan. Mulai dari jok tengah model captain seat berbalut kulit berkualitas, hingga pengendaraan yang akan membuai siapapun. Setiap kursi sudah dilengkapi dengan pengaturan elektrik. Di pasar Indonesia, Alphard memang tidak berjalan sendiri di segmennya. Nissan mencoba menghadirkan Elgrand yang pada akhirnya harus mengakui keperkasaan Alphard, yang memang lebih dulu populer.

Secara desain, Alphard terbaru memang mengundang kontroversi, meski pada akhirnya semua menyukai mobil dengan panjang 4.915 mm ini. Grille depan yang besar menganga dari kap mesin yang tinggi hingga ke bumper. Lapisan chrome-nya membuat mobil ini terlihat garang. Ada alasan tersendiri kenapa bentuk grille-nya seperti itu, silahkan baca di bawah.

Alphard hadir dengan tiga varian, dan dua pilihan mesin. Yang pertama adalah 2.5 G, kemudian dibawahnya ada 2.5 X, dan tertinggi 3.5 Q. Angka yang berada di depan huruf merepresentasikan jenis mesinnya yaitu 2.5 liter 4-silinder dengan kode 2AR-FE, dengan tenaga maksimum 182 PS. Kalau merasa familiar, itu karena jantung mekanis itu serupa dengan Toyota Camry. Khusus untuk varian 3.5 Q, dibekali dengan mesin V6, dengan tenaga yang impresif: 275 PS.

Harganya? Seperti yang bisa dilihat di atas, varian termurah dibanderol Rp 889 jutaan, sedangkan Alphard 3.5Q berada di harga Rp 1.707.600.000. Alphard 2.5G, yang merupakan model tengah sekaligus paling laris, dihargai Rp 1.039.200.000.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Biaya BBM Selama Kepemilikan
  • Suspensi Nyaman
  • Performa mesin
  • Pengereman

Pros

Kemewahan yang sepadan dengan harga, kenyamanan

Cons

Desainnya menimbulkan kontroversi

Eksterior

Alphard dibekali dengan dimensi yang besar. Tercatat panjangnya mencapai 4.915 mm, lebar 1.850 mm, serta tingginya 1.895 mm. Belum lagi wheelbase-nya yang mencapai 3.000 mm. Tentunya dimensi itu menjanjikan interior yang juga lega.

Wajah Alphard sejak generasi pertama hingga sekarang memang selalu mengundang kontroversi. Beberapa menyukainya karena dianggap memiliki aksen yang berwibawa dan tegas, layaknya kereta kencana yang mahal. Sebagian lagi mencibir dan mengasosiasikan wajahnya dengan berbagai hewan mamalia. Namun semua sepakat kalau mobil ini memang layak diimpikan dan dimiliki. Alphard baru pun demikian. Saat kami pertama melihatnya, perlu waktu untuk memahami apa maksud grille besar itu. Hingga desainernya, Kenichi Yoshioka, menjelaskan kepada kami bahwa parasnya terinspirasi dari baju zirah ksatria Jepang. Dan kenapa ia membuat Alphard agar terlihat gagah? Jawabannya ternyat ada sangkut pautnya dengan kaum hawa.

Di Jepang, sebagian pengemudi Alphard adalah perempuan, yang rawan diintimidasi oleh pengemudi pria. Diharapkan , dengan desain gagah dan berwibawa seperti ini, bisa mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah penjelasan itu, semuanya agak masuk akal. Dengan paras seperti ini, pengendaraan lain bisa merasa terintimidasi hanya dengan melihat bentuk wajahnya. Tapi hal tersebut tentunya tergantung selera masing-masing. Kami sendiri masih belum bisa sepakat kalau Alphard sekarang mukanya lebih baik. Meski demikian, kami sepakat bentuk body secara keseluruhan lebih baik dan terlihat halus dari bagian samping dan belakang.

Meski terlihat tegak, tapi moncong Alphard didesain untuk aerodinamis. Jika diperhatikan, ada banyak lekukan di bagian ini, yang akan menegaskan hal tersebut. Mulai dari lekukan dari tepian grille ke rumah lampu kabut, hingga bentuk lampu depan yang di dalamnya sudah dilengkapi proyektor. Sementara di belakang terdapat spoiler di pintu bagasi untuk menunjang aerodinamika di bagian atap.

Rangkaian elektronik akan menggerakkan pintu geser dan bagasi (khusus bagasi hanya tersedia di varian G dan Q). Hal yang positif karena sebagai mobil mewah tentunya pemiliknya ingin dimanjakan. Tanpa hal itu pun, tentunya tidak lucu kalau harus mendorong sendiri pintu-pintu besar di mobil ini.

  • What we like
    Desain body samping dan belakang terlihat elegan, aerodinamis
  • What we dislike
    Desain paras

Suspensi Nyaman

Sebagai sebuah kereta kencana, tentunya pengendaraannya tidak dibuat asal jadi. Di bagian depan Toyota menyematkan suspensi dengan konstruksi MacPherson Strut yang sudah dilengkapi dengan batang torsi. Sementara di bagian belakang, terdapat double wishbone. Kombinasi ini memang bisa dibilang yang paling lumayan dari segi kenyamanan sekaligus ekonomis.

Kekedapan kabin tentunya juga sangat diperhatikan memang, saat berada di balik lingkar kemudi pun, mobil ini terasa senyap. Artikulasi ban hanya terdengar sayup-sayup, dan suara mesin baru terdengar saat berada di putaran yang tinggi. Jok baris kedua adalah tempat terbaik dengan hadirnya captain seat yang lega. Kursi ini dilengkapi dengan dua arm rest, sandaran kepala yang lebar, dan bisa diatur secara elektrik.

Pengemudinya pun dimanjakan dengan berbagai fitur bantu berkendara. Mulai dari rem tangan elektrik, dengan fungsi Hold, dimana saat berhenti jalanan menanjak, pengemudi tidak perlu lagi menginjak rem karena sudah otomatis. Saat berjalan, pengemudi tinggal menginjak pedal gas dan rem akan terlepas sendiri. Khusus untuk 3.5 Q, Alphard dibekali dengan audio buatan JBL, namun layar monitor besar di dashboard adalah standar untuk semua varian.

  • What we like
    Interior sesuai harganya
  • What we dislike
    Kenapa bangku baris ketiga masih saja terasa sempit?

Berita Toyota Alphard

Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer