jakarta-selatan
kali dibagikan

Viar Cross X 150, Pilihan Ekonomis selain Kawasaki KLX 150 dan Honda CRF150L

  • 22 Agt, 2019
  • 3744 Kali Dilihat

Viar Cross X 150 bisa jadi pilihan Anda para pencinta motor dual purpose. Terutama saat melirik harga dari kompetitornya. Bayangkan, motor trail ini cuma dibanderol Rp 18 jutaan. Sementara dua pesaing sekelasnya, Kawasaki KLX 150 BF dan Honda CRF150L, dipatok Rp 33 jutaan. Namun sebelum memilih, ada baiknya kita simak dulu potensi yang dimiliki produk Viar Motor Indonesia ini.



Unitnya memang bukan barang terbaru. Viar Cross X 150 sudah hadir sejak 2015. Lalu mendapatkan penyegaran setahun kemudian. Keberadaannya jelas ingin menantang trail terlaris, produk PT Kawasaki Motor Indonesia itu. Persaingan makin berat karena adanya Honda CRF150L. Belum lagi nama besar yang dimiliki keduanya. KLX 150 berstatus produk terlaris KMI. CRF150L yang popularitasnya sampai ke manca negara.


Tak ada salahnya Viar berharap. Lewat godaan di atas (harga), semoga calon pembeli KLX 150BF maupun CRF150L bisa beralih ke Cross X 150. Toh rancang bangunnya tak beda jauh. Salah satu contohnya adalah kapasitas mesin yang digendong, sama-sama 150 cc.


Mesin



Dilihat dari data spesifikasinya, jantung mekanis Viar Cross X 150 bertipe SOHC dengan kubikasi 149 cc. Tenaga yang dikeluarkan 10 Hp di 7.500 rpm. Torsi maksimalnya 9,6 Nm pada putaran mesin 7.000 rpm. Catatan ini memang kalah dibanding KLX maupun CRF. Salah satu perbedaan, terletak pada penetapan bore x stroke-nya. Viar Cross X 150 menggunakan diameter x langkah piston: 62.0 x 49.5 mm. Sementara KLX 150 BF: 58.0 x 54.4 mm.


Sama-sama overbore engine, artinya punya tenaga besar di rpm tinggi. Tapi, KLX 150 BF mampu mengail tenaga lebih besar, 11,5 Hp di 8.000 rpm. Torsi puncaknya bahkan bisa diraih dalam putaran lebih rendah, 11,3 Nm di 6.500 rpm. Performa motor pasokan PT. Triangle Motor juga kalah dari CRF150L. Berbeda dari keduanya, trail milik PT Astra Honda Motor justru mengedepankan square engine (57.3 x 57.8 mm). Wajar jika keluaran tenaganya mencapai 12,7 Hp di 8.000 rpm dan torsi 12,4 Nm di 6.500 rpm.


Dimensi dan Handling



Tubuh Viar Cross X 150 masih terbilang ringkas. Dimensi: 1.980 x 880 x 1.350 mm (P x L x T) ini, sedikit lebih lebar dari para lawan. Mari kita bandingkan. Kawasaki KLX 150 BF: 2.070 x 825 x 1.155 mm. Honda CRF150L: 2.119 X 793 X 1.153 mm. Kendati begitu, diklaim bersahabat bagi pengendara. Terutama yang memiliki tinggi badan di bawah 170 cm. Ini terkait pula dengan penggunaan ban 19-16 inci (depan-belakang). Memang lebih kecil dari dua pesaingnya, yang memakai sepatu ukuran 21-18 inci. Bicara soal ini terkait pula dengan handling.


Walau punya harga ekonomis, Viar tak serta merta menanggalkan kualitas. Buktinya kaki-kaki Cross X 150, disenjatai suspensi depan up-side down (USD). Ini salah satu nilai plus-nya. Terutama jika membandingkan dengan kepunyaan CRF150L, yang masih menggunakan teleskopik. Selanjutnya, Cross X 150 memakai monoshock unitrack system pada suspensi belakang. Dia juga menjanjikan pengendalian yang layak, saat disiksa ke medan off-road. Ditambah dukungan pengereman berupa cakram di kedua rodanya.


Simpulan


Maklum jika Viar cukup percaya diri bergumul di kelas dual purpose. Nyatanya, terapan perangkat wajib untuk kategorinya itu tak ada yang absen. Dengan senjata nyaris sama, Cross X 150 menawarkan sebuah paket hemat ketimbang dua produsen Jepang. Selain itu, Kawasaki dan Honda juga lebih populer di telinga orang awam.


Namun mereka tentu punya penawaran lebih. Contohnya soal layanan after sales. Sementara kebanyakan orang, mungkin masih menyangsikan hal itu dari Viar Motor Indonesia. Walaupun para pengguna KLX 150 maupun CRF150 juga sadar, harga spare parts-nya terbilang mahal. Pilihan tentu kembali kepada Anda. Pilih harga murah atau nama besar? Jika sekadar buat menuangkan hobi, tak ada salahnya membeli Viar Cross X 150 ini. (Ano/Van)


Baca Juga: Prestasi Ekspor Mengagumkan Honda CRF150L

Promo Populer di Jakarta Selatan

Motor Viar Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi