Update Daftar Harga Motor Trail 150 cc Per Desember 2023, Paling Murah Rp20 Jutaan

Beragam model dan varian bisa jadi pilihan di kelas 150 cc

Update Daftar Harga Motor Trail 150 cc Per Desember 2023, Paling Murah Rp20 Jutaan

Tak hanya untuk kegiatan offroad, motor trail juga bisa diandalkan di medan aspal. Kuda besi jenis ini juga menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan dengan banyak fungsi. Di Indonesia, motocross entry level atau 150 cc banyak diminati. Tak hanya dari segi kelengkapan, harga yang terjangkau juga menjadi opsi menarik. Berikut update harga motor trail 150 cc per Desember 2023.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa saja pilihan motor trail 150 cc?

    Ada Kawasaki KLX150 series, Yamaha WR155, Honda CRF150L dan Viar Cross X DB150
  • 1. Kawasaki KLX 150 Series

    Ada kenaikan harga pada KLX 150 series. KLX 150 S akhir tahun ini dijual Rp33,2 juta OTR DKI Jakarta. Tipe ini tersedia dua pilihan warna, yaitu Lime Green atau hijau dan Eboni atau hitam. Tak ada grafis spesial yang tersemat, semua tampak minimalis.

    KLX150

    Varian terbawah diberikan roda ukuran kecil, yakni 70/100-19 inci di depan dan 90/100-16 inci di belakang. Suspensi depan masih jenis teleskopik berdiameter 33 mm. Belakang menggunakan model unitrack dengan setelan 5 tingkat preload. Secara umum, dirinya memiliki berat kosong 116 kg, dengan ground clearance 255 mm, dan wheelbase 1.355 mm.

    Kemudian ada KLX 150. Model barunya hanya menyediakan satu warna, yakni Lime Green atau hijau saja. Desain striping-nya mirip dengan model standar, tapi ada sedikit penyempurnaan. Untuk tipe ini sekarang dijual Rp36,9 juta OTR DKI Jakarta.

    Ia mengusung suspensi depan upside down berdiameter 35 mm dan Uni Trak, single shock with adjustable spring preload di belakang. Ukuran pelek depan-belakang berbeda dengan tipe termurah. Ia pakai 21 inci depan dan 18 di belakang. Dipasangkan ban berukuran 2.75/100 depan, dan 4.10/100 belakang. Efek dari roda yang lebih besar, ground clearance jadi lebih tinggi dari KLX 150 S, yakni 300 mm, dan tinggi jok 865 mm. Bobotnya naik 2 kg dari versi standar, jadi 118 kg. Kapasitas tangki bahan bakar 6,9 liter.

    Lalu KLX 150 SE. Ia merupakan varian tertinggi yang baru mendapat sentuhan anyar. Ia kini tampil lebih segar dan kekinian. Pabrikan melakukan perubahan di sektor bodi dan fiturnya. Saat ini dirinya dilego Rp39,8 juta on the road (OTR) Jabodetabekser.

    Untuk area kaki-kaki, ada sedikit penyegaran dari pabrikan. Travel atau jarak ayun suspensi depan meningkat buat memberikan kelincahan saat bermanuver. Adjuster preload monoshock link belakang dibuat ringkas. Sekarang model putar jadi lebih bebas melakukan penyetelan.

    Semua KLX 150 series punya jantung pacu yang identik. Dibekali mesin 144 cc, satu silinder, SOHC, 4-Tak dan berpendingin udara. Sistem bahan bakar masih menggunakan karburator, dan sistem pengapian DC-CDI. Tenaga yang dihasilkan sebesar 11,8 Hp pada 8.000 rpm dan torsi 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Keseluruhan tenaga ini dipadu sistem transmisi 5-percepatan.

    2. Yamaha WR 155R

    Dari pabrikan Garpu Tala ada WR 155R. Tahun lalu Yamaha Indonesia memberi penyegaran dengan warna dan grafis baru. Ada Yamaha Blue dan Black. Per Desember 2023 ia dijual Rp38,6 juta OTR DKI Jakarta. Dan tambahannya tersedia grafis Monster Energy Yamaha Racing yang dibanderol Rp38,665 juta OTR DKI Jakarta.

    WR155R

    Mesinnya berkapasitas 155 cc, 4-tak, 1-silinder, SOHC, 4-katup, pendingin cairan, pengabut injeksi dan dilengkapi dengan teknologi VVA. Dari data teknis yang diungkap pabrikan, motor tersebut memiliki tenaga maksimal 11,6 kW atau setara 16,6 daya kuda pada putaran mesin 10.000 rpm dan torsi puncak 14,3 Nm di 6.500 rpm. Kompresinya mencapai 11,6:1 dan disokong sistem pengabutan injeksi, serta dayanya itu disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan. Uniknya, ia mengadopsi knalpot tinggi di sebelah kiri.

    Untuk memberikan daya jelajah yang mumpuni, ia diberikan dengan kapasitas tangki yang besar yakni 8,1 liter. Data dimensi, WR 155R tampil lebih bongsor dengan panjang 2.145 mm, lebar 840 mm, tinggi 1.200 mm. Jarak sumbu roda mencapai 1.430 mm, sementara tinggi tempat duduk 888 mm. Dibangun di atas rangka model semi-double cradle. Konstruksi itu diyakini lebih kaku, lebih kuat, dan lebih ringan dibandingkan dengan rangka single frame karena pemakaian pipa berdiameter lebih kecil. Dengan begitu bisa memberikan pengendalian yang nyaman dan stabil. Sementara untuk bobot isinya mencapai 134 kg.

    Sektor depannya dihuni suspensi teleskopik berdiameter 41 mm dengan panjang 899,1 mm. Diklaim memiliki kenyamanan saat digunakan off-road. Sementara pada bagian belakang mengadopsi link type monocross dengan tekanan yang dilengkapi oli dan dapat diatur tingkat kekerasannya. Ground Clearancenya cukup tinggi yaitu 245mm. Kemudian didukung dengan ban model dual purpose yang membungkus pelek jari-jari berukuran 2.75-21 di depan dan 4.10-18 di belakang.

    Baik depan maupun belakang sudah menggunakan rem cakram bergelombang yang masing-masing berukuran 240 mm dan 220 mm. Seperti kita tahu, jenis wavy disc dengan banyak lubang dapat melepas panas lebih cepat. Jadi para rider tidak perlu khawatir saat sering melakukan pengereman.

    3. Honda CRF150L

    New CRF150L cuma punya satu varian yang ditawarkan dalam empat pilihan. Bagi yang tertarik bisa memilih antara Extreme Black, Extreme Red, Extreme White dan Extreme Green. Akhir tahun ini dirinya dijual Rp35,930 juta OTR DKI Jakarta.

    Honda CRF150L Extreme Red

    CRF150L dilengkapi mesin tangguh untuk berkendara di berbagai kondisi jalan. Jantung mekanisnya berkapasitas 149,15 cc, satu silinder, SOHC, berpendingin udara. Ia punya torsi maksimal 12,43 Nm di momen puntir 6.500 rpm dan daya maksimal 12,91 hp di 8.000 rpm. Padanannya, sistem transmisi 5-percepatan.

    Mesin CRF150L diklaim irit konsumsi bahan bakar, lantaran penggunaan sistem penyemprotan injeksi. Honda mengklaim CRF150L memiliki rasio konsumsi bahan bakar 39,3 km/liter saat diuji dengan metode pengetesan Euro 3. Sedangkan untuk metode pengetesan Euro 2 mencapai 43,03 km/liter.

    Ia dibekali oleh rangka tipe semi double cradle konvensional. Bodinya ramping dan bobotnya hanya 122 kg, memastikan motor ini mudah untuk dikendalikan. Ground clearancenya juga cukup tinggi, 285 mm. Bisa buat melewati jalan dengan kontur beragam.

    Punya kelebihan di sektor handling karena lebih lincah ketika melalui jalur penuh kelokan yang sempit. Pada bagian tengah terpasang tangki bahan bakar berkapasitas 7,2 Liter. Joknya ramping, namun tetap memberikan kenyamanan kala melewati berbagai medan berat.

    CRF150L dilengkapi dengan suspensi Showa tipe Long Travel Inverted Front Fork berdiameter 37 mm dan panjang stroke 225 mm. Tampilannya semakin gagah dan berkelas dengan adanya gold color anodize pada tabung. Belakangnya mengenakan peredam kejut bersistem Pro-Link dengan lengan ayun suspensi tunggal (monoshock). Dengan jarak main (Travel Axle) 210 mm, memberikan performa handling maksimal dan lebih stabil saat melewati berbagai kondisi jalan.

    4. Viar Cross X DB150

    Tak mau ketinggalan dengan pabrikan Jepang, merek asal Indonesia juga ikut bersaing di segmen trail entry level. Ada Viar Cross X DB150. Ia hadir sebagai pengganti Cross X 150. Dari spesifikasinya tidak ada ubahan, masih seperti model sebelumnya. Namun DB150 hadir dengan tampilan baru. Unit anyar ini dilepas ke pasar dengan harga Rp20,530 juta OTR DKI Jakarta.

    Cross X DB150

    Ia merupakan motor trail paling murah dibanding para kompetitornya di kelas 150 cc. Dengan banderol cukup terjangkau, tentu saja bisa jadi pilihan konsumen yang menyukai motor dual purpose.

    Unitnya memang bukan barang baru. Viar Cross X 150 sudah hadir sejak 2015 dan penggantinya baru rilis di 2021. Saat ini dirinya tampil dengan balutan warna trendy. Didominasi warna hitam dengan list merah yang berani. Keberadaannya jelas ingin menantang trail pabrikan Jepang.

    Dilihat dari data spesifikasi, jantung mekanisnya bertipe SOHC dengan kubikasi 149 cc. Tenaga yang dikeluarkan 10 Hp di 7.500 rpm. Torsi maksimalnya 9,6 Nm pada putaran mesin 7.000 rpm. Catatan ini memang kalah dibanding lawan-lawannya. Salah satu perbedaan, terletak pada penetapan bore x stroke-nya. Cross X DB150 menggunakan diameter x langkah piston: 62.0 x 49.5 mm.

    (BGX/TOM)

    Baca juga: Update Harga Motor Sport Full fairing 150-250 cc per Desember 2023

     

    IIMS 2024

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Motor Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Motor

    Artikel Motor dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Kenali 5 Fakta Menarik Honda Stylo 160 Sebelum Membelinya
      Kenali 5 Fakta Menarik Honda Stylo 160 Sebelum Membelinya
      Zenuar Istanto, Today
    • Honda Pamer Skuter Listrik SC e: Concept, Kapan Dijual?
      Honda Pamer Skuter Listrik SC e: Concept, Kapan Dijual?
      Zenuar Istanto, 20 Feb, 2024
    • Produksi Vespa Batik Berakhir Setelah Mencapai 1.920 Unit
      Produksi Vespa Batik Berakhir Setelah Mencapai 1.920 Unit
      Zenuar Istanto, 19 Feb, 2024
    • All New Royal Enfield Bullet 350 Meluncur di IIMS 2024
      All New Royal Enfield Bullet 350 Meluncur di IIMS 2024
      Zenuar Istanto, 16 Feb, 2024
    • Alva One Xp Rilis di IIMS 2024, Cek Harga Resmi dan Spesifikasinya
      Alva One Xp Rilis di IIMS 2024, Cek Harga Resmi dan Spesifikasinya
      Anjar Leksana, 16 Feb, 2024
    • Mau Beli Motor Seken, Begini Cara Mengecek Kondisinya
      Mau Beli Motor Seken, Begini Cara Mengecek Kondisinya
      Anjar Leksana, 06 Jun, 2023
    • 8 Komponen Motor yang Wajib Diperiksa setelah Dipakai Mudik
      8 Komponen Motor yang Wajib Diperiksa setelah Dipakai Mudik
      Bangkit Jaya Putra, 03 Mei, 2023
    • Penting Diketahui saat Pilih Jas Hujan, Jangan Sampai Membahayakan!
      Penting Diketahui saat Pilih Jas Hujan, Jangan Sampai Membahayakan!
      Zenuar Istanto, 26 Okt, 2022
    • Cara Merawat Bagian Motor Berwarna Doff Supaya Selalu Terlihat Resik
      Cara Merawat Bagian Motor Berwarna Doff Supaya Selalu Terlihat Resik
      Zenuar Istanto, 03 Okt, 2022
    • Jangan Lupakan Beberapa Hal Ini saat Touring Motor Berkelompok
      Jangan Lupakan Beberapa Hal Ini saat Touring Motor Berkelompok
      Zenuar Istanto, 16 Sep, 2022
    • First Ride Suzuki Burgman Street 125EX: Tawarkan Keseimbangan Berkendara
      First Ride Suzuki Burgman Street 125EX: Tawarkan Keseimbangan Berkendara
      Anjar Leksana, 30 Jan, 2024
    • Vespa LX125 i-get Batik: Layak Dikoleksi
      Vespa LX125 i-get Batik: Layak Dikoleksi
      Bangkit Jaya Putra, 27 Mar, 2023
    • First Ride Yamaha Grand Filano: Desain Classy Bikin Jatuh Hati
      First Ride Yamaha Grand Filano: Desain Classy Bikin Jatuh Hati
      Setyo Adi, 02 Mar, 2023
    • First Ride Yamaha Xmax Connected: Makin Enak Buat Touring!
      First Ride Yamaha Xmax Connected: Makin Enak Buat Touring!
      Zenuar Istanto, 29 Des, 2022
    • First Ride Aprilia Tuareg 660: Bikin Standar Baru Motor Tualang Kelas Menengah
      First Ride Aprilia Tuareg 660: Bikin Standar Baru Motor Tualang Kelas Menengah
      Bangkit Jaya Putra, 23 Des, 2022
    • 11 Istilah yang Akrab di Kalangan Bikers Sejati
      11 Istilah yang Akrab di Kalangan Bikers Sejati
      Bangkit Jaya Putra, 28 Jun, 2022
    • Perjalanan Yamaha R15, Transformasi Revolusioner hingga Menjadi Motor Sport Mutakhir
      Perjalanan Yamaha R15, Transformasi Revolusioner hingga Menjadi Motor Sport Mutakhir
      Zenuar Istanto, 22 Mar, 2022
    • Sejarah Perkembangan Honda Vario, dari 110 cc hingga 160 cc
      Sejarah Perkembangan Honda Vario, dari 110 cc hingga 160 cc
      Zenuar Istanto, 08 Mar, 2022
    • Kawasaki Ninja 250SL vs Suzuki Gixxer SF 250, Adu Sporty Fairing Silinder Tunggal
      Kawasaki Ninja 250SL vs Suzuki Gixxer SF 250, Adu Sporty Fairing Silinder Tunggal
      Bangkit Jaya Putra, 15 Nov, 2021
    • Suzuki Nex II Elegant vs Yamaha Gear 125 S Version, Mana yang Pantas Jadi Incaran?
      Suzuki Nex II Elegant vs Yamaha Gear 125 S Version, Mana yang Pantas Jadi Incaran?
      Zenuar Istanto, 26 Agu, 2021