• Wishlist

Test Ride: Yamaha Vixion R, Di Atas Rata-Rata (Part 2)

Test Ride: Yamaha Vixion R, Di Atas Rata-Rata (Part 2)

Sebelum ke tujuan akhir Curug Cipamingkis, saya bersama Vixion R mengunjungi lokasi wisata lain. Sebut saja Jonggol Garden dan Sungai Cipamingkis.


Di Jonggol Garden, Anda bisa melihat keindahan alam dari ketinggian. Bukit, pepohonan dan langit biru, tampak jelas. Udara sejuk juga jadi nilai plus saat berkunjung ke sana. Sementara Sungai Cipamingkis, bukanlah tempat wisata. Hanya aliran sungai yang dipenuhi banyak bebatuan besar. Meski demikian, panoramanya cukup indah. Anda ‘disuguhi’ truk-truk tua bergerilya di sungai mengangkut bebatuan secara ilegal.



 


Kira-kira sudah 100 Km perjalanan yang ditempuh dari Jakarta, menunggangi Vixion R rasanya masih nyaman. Tangan juga tidak pegal, meski harus tarik kopling. Inilah keunggulan fitur assist & slipper clutch yang disematkan Yamaha, kompetitor seperti Honda CB150R Streetfire dan Suzuki GSX-S150 belum punya. Kopling jadi ringan, perpindahan gigi juga begitu presisi. Naik turun gigi, sampai mencari netral sekalipun, bukan masalah.


Tengah hari tiba, waktunya makan siang. Saya melipir ke warung nasi di pinggir Jalan Raya Dayeuh, sebelum pasar Sukamakmur. Menu yang ditawarkan sangat sederhana, cuma nasi ikan nila goreng, lalapan dan sambal. Namun rasanya istimewa, apalagi didukung pemandangan pinggir sawah, tampak pula bukit dan langit biru. Sempurna.



Di sini saya istirahat cukup lama, sambil memaparkan fitur-fitur Vixion R pada Anda secara detail. Bila dibanding kompetitor, memang motor ini punya teknologi di atas rata-rata. Sebut saja katup variabel (VVA) di mesin yang berguna memberi performa ekstra khususnya di putaran mesin atas. Kemudian lampu hazard sebagai tanda bahaya, bila motor mengalami masalah di tengah perjalanan.


Panel instrumen digitalnya, sanggup memberi informasi sangat lengkap. Mulai dari takometer, konsumsi bahan bakar rata-rata, kecepatan rata-rata, jam, posisi gigi transmisi, odometer, pengaturan tingkat kecerahan sampai enam level dan gear shift timing light.



Fitur yang terakhir tampak keren. Gear shift timing light, gunanya sebagai indikator waktu terbaik melakukan perpindahan gigi transmisi (GSX-S150 juga punya). Namun saat berkendara ternyata tidak terlalu membantu. Sepengalaman saya, justru lebih menyenangkan pakai feeling.


Jika dibanding Vixion biasa, varian R ini juga punya kekurangan. Di antaranya kick starter hilang dan kapasitas tangki bensin hilang satu liter. Injakan pedal transmisi bagian belakang pun dihilangkan, jadi tipe congkel. Padahal ketiganya menurut kami penting untuk tetap dipertahankan.


Vixion R layak dibeli?



Perjalanan dilanjutkan ke destinasi akhir, Curug Cipamingkis. Dari sini jalannya berbukit-bukit. Kiri kanan tampak pohon pinus, sungguh indah. Total menempuh 130 Km, sampai juga di sana.


Saya langsung melihat panel instrumen Vixion R, ternyata sukses mendapat angka irit 41,6 Kpl. Catatan yang sangat baik untuk mesin berkapasitas 155 cc. Dengan seluruh pemaparan yang saya berikan, apakah Vixion R pantas dibeli? Dari sisi harga, Yamaha mematoknya dengan banderol di atas rata-rata motor sekelas. Harganya mencapai RP 29,25 juta (OTR Jakarta). Padahal kompetitor, GSX-S150 cuma Rp 24,75 juta dan CB150R Streetfire mulai dari Rp 26,375 juta.


Bila Anda sanggup menebus maharnya serta suka dengan karakter sportifnya, beli. Toh banyak keunggulan di sana. Jika uang Anda tidak cukup, jangan terlalu memaksa. Masih ada pilihan lain yang mungkin lebih pas dengan kantong Anda. (Lodra/RS)


Baca juga: Test Ride: Yamaha Vixion R, Di Atas Rata-Rata (Part 1)

Jelajahi Yamaha Vixion R

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store