• Wishlist

Test Ride: Yamaha Vixion R, Di Atas Rata-Rata (Part 1)

Test Ride: Yamaha Vixion R, Di Atas Rata-Rata (Part 1)

Yamaha Vixion R ada di atas rata-rata motor sekelasnya. Kuda besi ini punya kapasitas mesin paling besar dan fitur paling banyak. Pun pula harganya, paling mahal.


Tidak percaya? Mari bahas satu persatu sambil dengar kisah saya bersama Vixion R, menempuh perjalanan dari Jakarta ke Curug Cipamingkis di Jonggol, Jawa Barat.



Impresi pertama menunggangi kembaran Yamaha R15, pemilik tinggi 168 cm seperti saya, pasti kaki tidak mampu menapak ke aspal secara keseluruhan. Khususnya bagian tumit agak mengambang. Tentu untuk pemula, ini bisa mengurangi rasa percaya diri saat bertemu kemacetan, karena tidak bisa mengendalikan motor sepenuhnya.


Ketika kunci kontak aktif, panel instrumen digitalnya menyambut hangat. Brand garputala melengkapi motor ini dengan fitur Hi Buddy yang bisa diganti dengan sapaan personal. Misal: Hi Lodra. Ditambah embusan angin pagi hari dan jalan yang masih lengang, sungguh pas untuk memulai perjalanan. Pedal gas diputar, kendaran roda dua ini langsung melaju, saya siap menuju Jonggol.



Berada di atas motor, rasanya tidak terlalu rileks. Posisi tubuh cenderung agresif. Terutama karena stang yang cukup rendah dan tidak terlalu lebar, memaksa saya sedikit menunduk. Pijakan kaki dengan posisi di belakang, juga membuat kaki lebih menekuk. Gaya berkendara seperti ini, rasanya ingin melaju cepat terus.


Apalagi mesin Vixion R sangat mumpuni untuk diajak berlari. Bila motor sekelasnya cuma berbekal 150 cc, jantung mekanis produk garputala justru menggendong 155 cc. Di putaran mesin bawah, akselerasinya cukup agresif. Saat masuk 7.500 rpm, teknologi variable valve actutation (VVA) aktif untuk memberi dorongan performa. Alhasil, di putaran menengah dan atas, tenaganya masih mengisi terus. Ini berguna saat harus menyalip kendaraan besar, terutama bertemu banyak truk di jalur Transyogi, Cibubur. Saya merasa begitu percaya diri, tidak pernah takut kehilangan daya di tengah akselerasi.



Kenikmatan menunggang Vixion R didukung bobot stang yang pas, sehingga pengendalian begitu asyik. Belok kanan dan kiri, pergerakan bannya mengikuti dengan presisi. Dibawa melesat dalam kecepatan tinggi kemudian bermanuver, motor juga sangat stabil. Ukuran ban lebar 90/80-17 di depan dan 130/70-17 di belakang, rangka detlabox yang kokoh serta racikan tepat suspensi depan teleskopik dan belakang monoshock, jadi alasannya.


Bila lewat undakan dan jalan aspal rusak, baru kekurangannya tampak. Khusus di bagian suspensi belakang, punya bantingan yang cukup keras saat Vixion R ditunggangi sendirian. Bila dipakai berboncengan, rasanya dijamin lebih baik. (Lodra/RS)


Baca juga: Test Ride: Yamaha Vixion R, Di Atas Rata-Rata (Part 2)

Jelajahi Yamaha Vixion R

Bandingkan & Rekomendasi