• Wishlist

Scomadi, Skuter Performa Tinggi Berbasis Lambretta

Scomadi, Skuter Performa Tinggi Berbasis Lambretta

Ingat Icon? Produsen yang meracik ulang Toyota FJ series dengan menanamkan mesin LS. Ya, kurang lebih Scomadi melakukan hal yang sama, namun pada roda dua. Perusahaan asal Inggris itu, menggunakan bodi Lambretta GP series untuk dimodernisasi jantungnya, tanpa menghilangkan desain otentik. Maka jadilah opsi menarik bagi para puritan, yang tak ingin kebahagiaannya terenggut semua oleh gaya kontemporer.


Semua berawal dari kisah Paul Melici dan Frank Sanderson di 2005. Mereka membuat beberapa prototipe skuter berkonsep modern klasik. Akhirnya, ajang Eicma 2013 jadi saksi pertama peluncuran motor mereka, TL50 dan TL125. Seiring berjalannya waktu, hanya dua produklah yang tersisa hingga hari ini, TL125 dan TL200. Begitu yang dipaparkan pada laman resminya.


TT125



Pasti Anda bertanya-tanya, mesin apa yang dipasang pada Lambretta renta itu? Jawabannya, Aprilia SR 125. Ya, tidak seutuhnya sama memang. Beberapa penyesuaian dilakukan. Ukuran bore dan stroke berbeda, pun beberapa teknologi canggih ditanggalkan, seperti ride-by-wire.


Begini spesifikasi lengkapnya. Kubikasi bersih jantung pacu sebesar 124,6cc empat katup, berteknologi SOHC. Ukuran diameter dan langkah dibuat (52,4 x 57,8mm). Alhasil, ia sanggup memproduksi tenaga 10HP di 8.000rpm dan torsi puncak 9,67Nm pada 7.200rpm. Semua itu didorong oleh transmisi CVT dan memiliki sistem pendingin udara. Soal emisi? Tenang saja, aman. Teknologi mesin sudah empat tak dan memenuhi standar Euro-4.


Desainnya tak beda dengan Lambretta GP Series. Sembilan puluh persen sama persis. Hanya saja, beberapa elemen dibarukan. Misalnya pada speedometer, diganti dengan layar full digital nan informatif. Mika lampu beserta isinya, juga ikut dibarukan dengan sumber pencahayaan LED. Tapi itu hanya di belakang dan seinnya, headlight terlihat masih mempertahankan bohlam konvensional. Sisanya, benar-benar sama. Paling ikonik, dengan pengadaptasian spatbor fixed atau biasa disebut “bego” di Indonesia. Shield depan, dek tinggi, bagian samping yang panjang serta mengotak dipertahankan.


Rangka tubular yang jadi konstruksi utama masih sama. Berkat itu, motor terkenal dengan rigiditasnya. Topangan tadi dikawinkan dengan suspensi ganda hidrolis yang bisa disetel di depan. Sementara di belakang, pakai suspensi tunggal yang juga bisa disesuaikan. Maksimalisasi handling ditambah lagi dengan balutan ban Pirelli Angle Scooter berukuran 110/70-12 (depan) dan 120/70-12 (belakang). Selesai urusan performa, kini penahan lajunya. Dua buah disc brake di depan (220mm) dan belakang (200mm) siap menahan motor dari kecepatan tinggi. Sayang, versi ini belum ABS. Mereka menanamkan teknologi CBS (Combi-Brake System), yang bekerja saat tuas rem belakang ditarik. Area kaki-kaki ini jadi mirip Lambretta V125 Special.


TT200



Tidak ada perbedaan desain dan fitur dengan si kecil. Dimensi total tetap berukuran (PxLxT) 1.870x620x1115mm. Jarak sumbu roda juga diset sepanjang 1.370mm. Nah, mengenai bobot, baru berbeda. TT200 memiliki berat kering 137kg, selisih sekitar 12kg dari versi 125cc. Wajar saja, gendongan mesinnya lebih besar serta beberapa spesifikasi kaki-kaki yang berbeda.


Jantung pacunya memiliki konfigurasi satu silinder berkubikasi 181cc DOHC. Beberapa sumber menyebutkan, pembuat mesinnya juga Aprilia. Selain mesin lebih besar, kompresinya juga berada di rasio yang sangat padat, 12.1:1. Hasilnya, sanggup membuat tenaga 18.3HP di 8.250rpm dan torsi puncak 15.5Nm pada 6.500rpm.


Ukuran diameter dan langkah sebesar 63mm x 58mm membuatnya “gila” sejak putaran menengah hingga atas, karena overbore. Catatan di atas kertas tadi sangat impresif. Pasti menyenangkan bermanuver di atas motor ini, berkat performa dan rigiditas rangka yang sudah terkenal. Perbedaan berikutnya, radiator siap mendinginkan suhu mesin saat dikuras kemampuannya. Tak perlu khawatir overheat.


Rangka tubular tentunya sama persis dengan versi kecil. Namun ramuan suspensi sedikit dibedakan. Bagian depan ditopang dua shock breaker dengan berbagai setelan, begitupun di belakang. Tentunya racikan ini berimbas pada pengendalian yang lebih akurat saat bermanuver di sudut-sudut tajam. Soal ban, sama saja. Pirelli Angle Scooter tetap membalut pelek palang dengan ukuran yang sama. Nah, urusan penahan laju, ia lebih lengkap dengan sisipan sensor ABS (Anti-lock Braking System) dua channel.


Harga


Banderolnya memang agak mahal. TT125 bisa ditebus dengan harga 2.950 Pound Sterling atau setara Rp 50,9 jutaan. Sementara TT200 dibanderol 4.100 Pound Sterling, yang jika dikonversi sebesar Rp 70,8 juta. Sebagai informasi, walaupun bermerek Inggris dan ber-DNA Italia, motor ini diproduksi di Thailand. Sayang, belum ada importir maupun APM yang mau menaungi merek satu ini di Indonesia. (Hlm/Van)



Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Modifikasi Honda ADV150

Jelajahi Lambretta V200 Special

Bandingkan & Rekomendasi