Oto
jakarta-selatan

Menakar Potensi Lambretta di Indonesia

  • 24 Apr, 2019
  • 2258 Kali Dilihat

Salah satu merek skuter legendaris asal Italia, Lambretta, bak bangkit dari kubur. Dimulai pada masa Perang Dunia II, Ferdinando Innocenti menginisiasi desain skuter yang sederhana, kuat, tapi terjangkau. Selain itu harus mudah dikendarai pria maupun wanita, serta bisa berboncengan. Maka lahirlah beragam jenis motor seperti skuter, moped, bahkan yang mirip bemo.



Masa keemasan itu semakin pudar seiring berkembangnya zaman. Dan Era 70an, jadi tahun terburuk yang harus dihadapinya. Mereka berakhir dengan menutup pabrik, dan sama sekali tidak memiliki produk motor.


Setelah absen lebih dari 40 tahun, mereka akhirnya meluncurkandua produk baru. November 2017 di Milan (Italia), menjadi momen pertama bangkitnya motor ini. Desainnya begitu mirip dengan pendahulunya di 1969. Setelah negara-negara Eropa dan Asia, Selasa (23/04/19), Lambretta resmi dikenalkan di Indonesia. Adalah V125 Special dan V200 Special, keduanya diimpor utuh dari Vietnam.


Bicara skuter, tentu tak bisa lepas dari Vespa. Bisa dibilang selama ini mereka bermain sendirian di Indonesia. Peugeot Django? Kami rasa masih kalah populer. Padahal bentuknya sangat menarik. Berkaca dari itu, kami cukup penasaran menanyakan optimisme dan strategi Lambretta dalam memasarkan dan menyaingi rival beratnya di Indonesia.


“Saat ini strategi kami, mengenalkan Lambretta ke masyarakat Indonesia. Mungkin bagi yang belum tahu, bisa sadar bahwa motor ini punya sejarah. Mengenai target penjualan, kami juga belum bisa banyak bicara. Ya, perkenalan saja dululah,” jelas Adrianus Donny, Marketing Manager PT. Skuter Motor Indonesia (SMI), kemarin (24/4).


Melihat ramainya segmen skuter di Indonesia, kami rasa Lambretta memiliki potensi yang cukup besar. Secara histori, perjalanan mereka ini berdampingan dengan Vespa. Di Indonesia pun versi klasiknya menjadi spesies langka yang diburu para kolektor. Bahkan beberapa orang mengira bahwa Lambretta bagian dari Vespa. Tak hanya itu, kedua model yang dibawa memiliki garis desain unik menurut kami. Konsumen jadi punya pilihan dengan karakter baru. Alih-alih menjadi alternatif, bisa jadi posisinya menggantikan rival yang selama ini jarang berganti model. Atas alasan tadi, mestinya mereka tak takut untuk mengaspal di tanah air.


“Kami juga tak ingin bersaing dengan siapa pun. Pokoknya, Lambretta turut meramaikan pasar skuter di Indonesia. Dan pastinya, kami cukup optimis dengan produk yang dibawa,” imbuh Donny. Sangat humble. Pernyataan itu juga masuk akal, daripada secara gamblang menyebutkan ingin menyaingi Vespa. Walaupun sama-sama memiliki nilai histori, tak dapat dipungkiri Vespa lebih dulu populer dan jumlah penjualannya di Indonesia cukup tinggi.



Fenomena ini bahkan mewabah pada konsumen yang tadinya tak melirik Vespa dua-tak (klasik). Belum lagi, dari segala aspek PT Piaggio Indonesia (APM Vespa) jauh lebih matang dan diperkuat dengan banyak merek motor yang dibawanya.


V125 Special dilepas seharga Rp 44,5 juta OTR jakarta dan V200 Special Rp 52,5 juta OTR Jakarta. Kisaran harga yang bersinggungan langsung dengan Vespa. “Segmentasi motor ini agak menuju ke premium. Tapi antara V125 Special dan V200 Special, gak ada yang lebih diprioritaskan. Dua-duanya sama. Terserah konsumen memilih sesuai karakter mereka,” tambah Donny.


Untuk saat ini, jaringan diler dan servis Lambretta memang baru tersedia di Jakarta. “Konsumen dari luar kota, kami belum bisa provide. Tapi tahun ini kami berencana membuka jaringan diler di Bali. Termasuk servis dan penyediaan spare part. Baru setelah itu, kami mempertimbangkan untuk menambah jaringan. Lihat animo dan perkembangan minat masyarakat terhadap motor ini dulu,” tutupnya.


Urusan layanan aftersales cukup penting menurut kami. Kesiapan mereka baiknya dipercepat guna menyeimbangi layanan merek lain. Untuk segmentasinya lebih populer di kota-kota besar. Makanya Piaggio, sudah cukup matang menyediakan jaringan diler dan service, setidaknya di banyak kota tersebut. Dari pernyataan Donny dan sudut pandang kami, Lambretta memiliki pangsa pasar yang sama dengan Vespa. Maka tak ada salahnya belajar dari Piaggio dalam membangun brand image, layanan, serta menyediakan spare part pendukung.


Dua motor Lambretta akan hadir di IIMS 2019 (25 April-5 Mei). Jika penasaran ingin melihatnya, kunjungi saja booth mereka. (Hlm/Van)


Baca Juga: Tengok Persiapan Kymco di IIMS 2019

Galeri

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Motor Pilihan

  • Populer
  • Komparasi