jakarta-selatan
kali dibagikan

Pertarungan Dua Skuter Legendaris, Lambretta V125 Special VS Vespa Sprint

  • 08 Mei, 2019
  • 5246 Kali Dilihat

Masuknya Lambretta ke Indonesia, membuat Vespa punya lawan sepadan. Maka kami sandingkan V125 Special untuk berhadapan dengan Sprint. Kedua motor, merupakan skuter klasik beraksen sporty, yang memiliki tampang agak mirip. Harganya pun berdekatan. V125 dibanderol Rp 44,5 juta OTR Jakarta, Sprint (Basic) Rp 45,5 juta OTR jakarta.



Desain


V125 dan Sprint terlihat serupa, tapi tak sama. Secara keseluruhan, keduanya mengadaptasi desain modern-klasik dengan aksen sporty. Tampang depannya pun hampir sama berkat penggunaan headlamp hexagonal. Tapi melihat ke bagian belakang dan samping, ini jauh berbeda.


Sprint memiliki “tepong” dan buritan yang membulat. V125 terlihat mengotak sekaligus ramping dan panjang. Bahan yang digunakan pun berbeda. Bagian sisi belakang bodi Lambretta didominasi plastik fiber tebal, sedangkan Vespa masih mempertahankan plat besi.


Untuk pilihan kelir, kedua motor cukup mencolok. V125 disediakan dalam tiga opsi: orange super gloss, blue mint super gloss, grey super gloss. Lalu pada lubang klakson, list bodi samping, cover muffler, ring lampu depan maupun belakang dilabur hitam. Vespa Sprint juga tersedia dalam empat kelir mencolok: Yellow Sole, Grey Titanio, White Innocenza, Red Passione. Tapi, pada lis bodi dan ring lampunya kromium.


Di sektor kaki-kaki, model pelek V125 mirip sekali dengan pendahulunya, dengan alur palang kecil-kecil. Seluruhnya dilabur hitam dengan balutan ban 110/70 R12 di depan dan 120/70 R12 di belakang. Berbeda dengan Sprint, peleknya lebih terlihat modern beralur 14-spoke dengan kombinasi hitam dan alumunium di bibir peleknya. Ukuran ban sama persis dengan milik V125.



Fitur


Pada panel Instrumen, tersimak perpaduan digital-analog di kedua motor. Informasi yang disajikan cenderung sama. Seperti speedometer dengan jarum mekanik dan informasi fundamental lain dipresentasikan layar digital (Fuel gauge, trip meter, odometer, jam, dan voltmeter). Tapi bentuknya berbeda. Milik V125 cenderung mengotak dan memanjang ke bawah, Sprint memiliki lekukan membulat di bagian atas. Keduanya terinspirasi dari desain yang dimiliki pendahulunya masing-masing.


Desain headlamp keduanya begitu mirip. Berbentuk hexagonal dengan separator di tengah yang memisahkan lampu utama dan highbeam. Adapun DRL di bodi depan dengan alur vertikal. Di belakang, baru terlihat berbeda. Menurut kami, desain stoplamp mencuat milik Lambretta lebih terlihat atraktif ketimbang Vespa. Komposisinya lebih “berani” ketimbang tarikan garis di Vespa.


Untuk menyimpan barang, baik V125 maupun Sprint memiliki ruang akomodasi yang baik. Persis di atas dek, keduanya punya laci yang cukup untuk menaruh jas hujan atau perlengkapan mengendara yang tak terlalu besar. Bagasinya juga cukup besar, muat dimasukkan helm half face dan masih memiliki sisa ruang. Perbedaannya, untuk membuka bagasi ini Vespa sudah mengandalkan tombol elektrik. Lambretta masih harus menggunakan anak kunci. Selain itu, dua-duanya menyediakan power outlet 12V untuk mengisi daya gawai di perjalanan.



Mesin


Sektor jantung pacu, V125 kalah unggul. Mesin rancangan SYM ini hanya berkubikasi 124,7 cc dengan keluaran tenaga maksimal sebesar 10,1 PS/8.500 rpm dan torsi 9,2 Nm/7.000 rpm. Makanya topspeed terbatas hingga 95 km/jam. Kalah jauh dengan Sprint yang mengandalkan mesin i-Get 3V 154,8 cc, dengan tenaga maksimal 12,9 PS/7.750 rpm dan torsi 12,8 Nm/6.500 rpm. Untuk pencapaian kecepatan puncak, Sprint mampu menembus 100 km/jam. Ya, walaupun bukan untuk melaju kencang, mungkin bagi Anda yang gemar kecepatan Sprint sedikit bisa memenuhi.


Kaki-kaki


Konstruksi suspensi depan kedua motor berbeda. V125 menggunakan model teleskopik, Sprint menggunakan lengan tunggal dengan single shock. Sedangkan di belakang, keduanya mengandalkan suspensi tunggal. Bedanya, milik Sprint bisa diatur dalam empat setelan.


Beranjak pada sektor pengereman, Lambretta melengkapi seluruh variannya dengan cakram hidrolis 226 mm di depan dan 220 mm di belakang. Namun sayang, peranti keamanannya hanya dilengkapi sistem Combi-Brake System (CBS) saja. Perangkat ABS baru bisa didapat pada varian V200. Berbeda lagi pada Vespa Sprint, rem cakram hidrolis 200mm hanya ada di depan saja, dan bagian belakang masih mengandalkan teromol 140 mm. Walau begitu, sudah tersedia ABS 1-channel di depannya.



Simpulan


Bicara desain, perlu dikembalikan pada selera masing-masing. Tapi menurut kami, desain Lambretta lebih menarik dengan lekukan yang berani ketimbang Vespa. Secara fitur keduanya tak memiliki banyak perbedaan. Tapi secara performa, tentu saja Sprint jauh lebih unggul ketimbang V125. Bekalan mesin yang lebih besar jelas berdampak pada output tenaga yang melimpah. Namun kembali lagi, tergantung kebutuhan masing-masing. Karena mestinya, kemampuan melaju kencang hanyalah sebuah bonus. Nilai utama jenis skuter seperti ini ada pada sensasi berkendara dan desainnya yang eye-cacthy. (Hel/Odi)


Baca Juga: Duel Scrambler Italia, Benelli Leoncino 500 VS Ducati Scrambler Sixty2

Komparasi V125 Special vs Sprint

Lambretta V125 Special
Rp 44,5 Juta
  • Kapasitas
  • Tenaga Maksimal
  • Opsi start
VS
Vespa Sprint
Rp 45,5 - Rp 48 Juta
  • Kapasitas
  • Tenaga Maksimal
  • Opsi start
V125 Special vs Sprint

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Motor Terbaru di Oto
  • Kymco Like 150i | Test Ride | Gaya...
    • 31 Okt, 2019
    •  
  • Aprilia Shiver 2019 | First Ride | Naked...
    • 23 Okt, 2019
    •  
  • Yamaha MT 25 2019 | First Impression |...
    • 05 Okt, 2019
    •  
  • Vespa GTS Super Tech | First Impression |...
    • 26 Sep, 2019
    •  
  • Honda ADV 150 | Test Ride | Nanjak...
    • 07 Sep, 2019
    •  
  • Honda Genio | Bike Review | Ini kelebihan...
    • 30 Agt, 2019
    •  

Motor Populer

  • Populer
  • Komparasi