jakarta-selatan

Riset Sudah Masuk Tahap Final, Honda Segera Pasarkan Monkey?

  • 22 Mei, 2019
  • 1932 Kali Dilihat

PT Astra Honda Motor (AHM) sudah dua kali pamerkan Monkey di Tanah Air. Pabrikan motor Jepang itu, menampilkan dalam dua event, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 dan terbaru Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Lantas apakah ini menjadi sinyal motor mungil itu segera dipasarkan AHM?



Ketika ditanyakan ke Direktur Pemasaran PT AHM, Thomas Wijaya, belum bisa memastikannya. Bahkan ia tak mengonfirmasi apakah motor dimaksud dijual atau tidak. Walau begitu, pihaknya saat ini masih terus melakukan studi untuk melihat bagaimana minat pasar terhadap Monkey. Risetnya sendiri sudah mencapai tahap finalisasi.



“Betul Monkey sudah dua kali didisplay, memang kemarin sudah sampai tahap studi final. Hasilnya sedang dianalisis. Mudah-mudahan di semester dua ada hasil positif. Kita lihat perkembangannya,” terangnya.


Bila memang jadi, apakah AHM memanfaatkan dua pameran yang bakal berlangsung pada semester kedua? Yang terdekat ada Jakarta Fair Kemayoran, event ini sering dimanfaatkan Agen Pemegang Merek (APM) untuk mengenalkan produk baru. Thomas tak mengiyakan dan meminta konsumen bersabar. Jawaban yang sama juga berlaku untuk Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.



“Jakarta Fair? Belum, kami masih menunggu analisisnya sebentar lagi,” tuturnya.


Honda Monkey merupakan kendaraan roda dua bertubuh kecil yang mengusung mesin MSX 125 SF berkubikasi 125cc dan berpendingin udara. Konfigurasinya mendorong produksi tenaga sebesar 9,6 hp pada 7.000 rpm dan momen puntir 10,5 Nm di 5.500 rpm. Seluruh daya dorong disalurkan melalui transmisi 4-speed. Dapur pacu itu disuplai bahan bakar dari tangki yang bervolume 5,6 liter.


Untuk menunjang pengendalian, suspensi teleskopik upside-down sudah dipasangkan di depan. Kemudian sektor penghela laju didukung model cakram 220 mm di depan dan 190 mm di belakang. Berukuran kecil, Monkey didukung pelek berukuran 12 inci.


Fitur yang dibenamkan juga cukup lumayan, komponen penerangan jalannya sudah didukung lampu berteknologi dioda (LED). Panel instrumennya mampu menampilkan informasi terkait kendaraan dengan lengkap dan jelas, karena berupa digital.


Di Indonesia, Monkey Z125 sebenarnya sudah bisa ditemukan di pasaran. Tapi penjualnya importir umum. Tentunya harga yang ditawarkan berbeda dengan pabrikan resmi. Sayang, Thomas juga masih enggan untuk memaparkan kemungkinan harga jualnya.


Ada kemungkinan Monkey disuguhkan dengan banderol tak jauh dari Super Cub yang kini dilego Rp 57 juta. Soalnya di negara tetangga, Honda Malaysia sudah mematok Monkey dengan harga 13.399 ringgit atau Rp 50 jutaan (pada 2018). (Hfd/Odi)


Baca Juga: Motor Listrik Gesits Mulai Jualan, Honda PCX Electric Tetap Disewakan

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Honda Monkey

Lihat video terbaru Honda Monkey untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Honda Pilihan

  • Populer
  • Komparasi