GIIAS 2019: Honda Monkey Punya Fitur Sama Dengan CBR 1000RR SP

GIIAS 2019: Honda Monkey Punya Fitur Sama Dengan CBR 1000RR SP
Gambar
Review Pengguna

Ternyata mesin Honda Monkey identik dengan Supra. Meski ia didatangkan dari Thailand, ada beberapa komponen yang bisa saling substitusi. Mesinnya ‘tidur’ dan sudah menggunakan PGM-Fi, teknologi sistem suplai bahan bakar yang bekerja secara elektronik, mampu memasok bahan bakar dan oksigen secara optimum sesuai kebutuhan mesin.

Endro Sutarno, Technical Service Department PT Astra Honda Motor mengungkapkan, jenis mesin yang dipakai Honda Monkey serupa dengan jenis C125 series alias motor bebek 125 cc. Perbedaannya hanyalah pada bagian kopling, karena Honda Monkey memakai jenis manual. Dengan demikian, motor mungil ini tidak memakai kopling sentrifugal sebagaimana pada motor bebek.

“Honda Monkey persis menggunakan kopling manual seperti motor sport. Contohnya Honda Supra XX zaman dulu. Namun ada perbedaan di balancer (gigi primer). Piston hingga kampas kopling bisa saling subtitusi, jadi pengguna tidak perlu khawatir mengenai spare partnya,” jelas Endro di GIIAS 2019 (24/7).

Meski mesinnya 125 cc, ia mampu menghasilkan tenaga maksimal 9,6 dk pada 7.000 rpm dan torsi sebesar 11 Nm pada 5.250 rpm. Sepeda motor ini sudah ada pendingin udaranya serta diameter dan panjang langkah sebesar 52,4 x 57,9 dengan perbandingan kompresi 9,3:1. Jelas cukup tangguh untuk ukuran motor kecil.

Jangan salah, teknologi yang disematkan pada motor ikonik itu ternyata sama dengan punya CBR 1000RR SP. Adanya sistem pengeremannya dengan Inertial Measurement Unit (IMU). Hanya saja, pengunaannya pada ABS 1 channel. Cara kerjanya untuk mencegah ban belakang terangkat saat pengereman mendadak. Lebih spesifik, ABS tadi menggunakan wheel speed sensor pada roda depan. Saat terjadi hard breaking, sensor ABS dan ECU menerima sinyal akselerasi roda depan dan sinyal kecepatan dari IMU. Ketika IMU mendeteksi ketidaksejajaran sumbu X dan sumbu Y pada kendaraan, IMU bertugas mengirim pesan ke ECU (Electronic Control Unit) secara langsung, yang mengatur keseimbangan kendaraan.

“IMU tetap menjaga ban belakang di posisinya, jadi enggak bakal terangkat. Makanya, saat pengereman mendadak, motor tidak terjungkal ke depan. Jika bagian belakang terangkat pun, motor dikembalikan secara cepat oleh teknologi IMU. Di Honda Monkey baru bisa mendeteksi 2 titik saja, sumbu X dan sumbu Y, jika bicara CBR 1000 SP dia ada 5 sensor,” terangnya.

Endro menjelaskan bahwa teknologi ini dibuat bukan tanpa alasan, ukuran dan dimensi Honda Monkey yang mungil bisa saja membuat motor tidak stabil. “Kita tahu, Honda Monkey punya ground clearance (jarak terendah ke tanah) pendek. Jadi, ketika melakukan pengereman, bisa saja ada kemungkinan terjadi entakan, dan ban ikut naik. Jadi teknologi IMU ini untuk mencegah hal seperti itu terjadi,” katanya.

Lokasi IMU berada di bawah jok bagian depan atau tengah pada motor. Sebagai informasi, IMU membutuhkan penanganan khusus. Tidak boleh terjatuh, jangan gunakan impact wrench saat menginstal IMU, dan jangan terkena impact saat memasang IMU.

“IMU ini tidak boleh sembarangan penanganannya. Jika terjatuh atau terkena benturan keras, sensor di dalamnya yang sensitif bisa rusak. Tetapi jangan khawatir, semua mekanik kami sudah terlatih untuk hal itu,” ungkapnya. (Bgx/Odi)

Baca Juga: Honda Monkey Resmi Dijual, Harganya Rp 65 Juta

Jelajahi Honda Monkey

Honda Monkey Rp 77,7 Juta Cicilan : Rp 1,77 Juta
      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store