• Wishlist

Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Tips dan Trik Menanjak Pakai Transmisi i-AMT

Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Tips dan Trik Menanjak Pakai Transmisi i-AMT

Hari pertama media test drive Wuling Cortez, langsung disuguhi jalur menantang. Terutama bagi sebuah MPV, rute Malang menuju Gunung Bromo bisa dikatakan berat. Karena harus menghadapi banyak tanjakan dan turunan curam, berpadu dengan tikungan sangat tajam. Skill mengemudi mumpuni tak cukup bila tak diimbangi kemampuan mobil.


Drive Wuling Cortez


Cortez memiliki konstruksi tipikal MPV kebanyakan. Sasis monokok, bodi bongsor, ground clearance tidak terlalu tinggi dan penggerak roda depan (FWD). Nah, ada satu pertanyaan yang selalu dilontarkan calon konsumen yang sedang mengincar mobil baru. Apakah kuat menanjak? Karena banyak mobil walau berkapasitas mesin besar sekalipun, kesulitan bila bertemu tanjakan terjal. Jawaban untuk Cortez dengan transmisi i-AMT: sangat bisa!


Mesin Cortez tidak ada persoalan sama sekali. Unit 4-silinder 1,8-liter VVT-i menghasilkan tenaga 129 hp dan torsi 174 Nm. Tidaklah istimewa tapi sangat cukup sebagai sumber penggerak. Torsi di putaran rendah hingga tengah sudah memadai. Disusul kemudian powerband meningkat di putaran atas. Mendaki kemiringan 30 -35 derajat menuju Plataran Bromo mudah diatasi dengan gigi pertama. Begitu masuk gigi dua, butuh waktu untuk mengail torsi di putaran lebih tinggi, wajar sekali untuk sebuah mesin bensin. 


Transmisi i-AMT Wuling COrtez


Bagian perlu perhatian lebih sudah pasti transmisinya. Pertama, harus mengenal jenis transmisi ini sangatlah berbeda dengan transmisi otomatis biasa dan CVT. Yang sama hanya jumlah pedal tanpa adanya pedal kopling. Automated-Manual Transmission (AMT) milik Wuling dirancang khusus oleh Aisin AW, supplier transmisi ternama asal Jepang.


Jumlah gigi ada 5, berbeda dengan transmisi manual dengan rasio 6-speed. Ada awalan 'i' di depannya untuk menandakan pengembangan lebih lanjut dari transmisi semi-otomatis ini. Sama seperti Auto Gear Shift (AGS) milik Suzuki Ignis dan Karimun Wagon R, pada dasarnya sebuah transmisi manual ditambahkan servo dan modul robotized, yang tugasnya mengaktifkan kopling dan memindahkan gigi.



Untuk pemakaian sehari-hari, i-AMT terasa lebih halus perpindahan giginya dibanding AGS. Namun jeda gigi berpindah dan seolah tertahan seperti saat kopling dilepas masih ada dan lama-lama jadi menyebalkan. Soal ini perlu siasat khusus, apalagi ketika bertemu tanjakan. Sudah pasti tenaga drop bila sedang berada di posisi gigi tinggi. Mode manual paling dibutuhkan di situasi ini. Lebih baik kendali berada sepenuhnya di tangan pengemudi. Karena paling merasakan kebutuhan atas tenaga dan torsi, agar bisa terus melaju hingga puncak.


Kondisi menanjak curam lebih sering terpakai antara gigi 1 dan 2. Gigi pertama memiliki rasio cukup kasar dengan napas pendek. Mobil merangkak pasti seiring peningkatan terus putaran mesin. Tenaga semakin besar di atas rpm 3.500 dan bisa oper ke gigi 2.


Handling Wuling COrtez


Mode D drive bisa saja tetap digunakan kalau tidak mau repot. Tapi perpindahan giginya berlangsung lama, sehingga bisa kehilangan momentum yang pas. Ada satu kejadian akibat tetap di mode Drive. Saat masuki hairpin yang menanjak dengan jalanan basah akibat hujan, otomatis kaki kickdown untuk menurunkan gigi, tapi karena sudah berada di tengah tanjakan dan langsung dihadapkan torsi yang besar, alhasil ban slip dan bisa gagal mendaki. Sepatutnya segera menggeser tuas transmisi dan menurunkan gigi secara manual sebelum mulai menanjak. Tinggal mengikuti dan atur irama torsi dan posisi gigi paling tepat. Model manual di i-AMT memang terasa lebih cekatan ketimbang mode D. Mirip di matik konvensional, hanya saja tidak secepat sequential di transmisi kopling ganda maupun CVT.


Memang lebih merepotkan karena tangan jadi sibuk mengoper gigi. Ini satu-satunya cara mengoptimalkan peran AMT di tanjakan maupun turunan. Terkadang, matik biasa lebih pintar untuk menentukan kapan harus berpindah gigi di saat tepat, meski dalam mode Drive sekalipun. (ODI/IND)


Baca Juga: Wuling Confero digoyang di Pantura

Jelajahi Wuling Cortez

Wuling Cortez Rp 219,8 - Rp 290 Juta Cicilan : Rp 5,02 Juta

Bandingkan & Rekomendasi