jakarta-selatan

Suzuki Ertiga GX vs Toyota Veloz 1.5, Saling Adu Keunggulan

  • 20 Mar, 2019
  • 6922 Kali Dilihat

Suzuki Ertiga tipe GX mendapat ubahan minor untuk model 2019. Beberapa fitur ditambahkan, agar tidak tertinggal dengan LMPV setaranya. Desain pelek pun berganti untuk membedakan dengan varian bawah. Nah, Ertiga GX punya pesaing terdekat yang pantas diperhitungkan. Ialah Toyota New Veloz 1.5, varian termahal dari keluarga Avanza yang membawa ubahan dalam hal kelengkapan fitur, kenyamanan dan rasa berkendara. Meski belum berganti generasi, apakah mampu lebih baik dari Ertiga? Berikut penilaian kami.


Desain dan Dimensi



Melihat Ertiga masih lebih segar dibanding Veloz yang dipermak bagian wajah dan bokong saja. Namun desain baru Ertiga, tidak masuk ke selera banyak konsumen di Indonesia. Banyak kemiripan dengan mobil lain menjadi alasannya. Seperti pencampuran banyak mobil, tapi tidak proporsional. Desain keren Mitsubishi Xpander semakin membuat Ertiga dipandang sebelah mata. Versi pembenahan terbaru ini, hanya diubah model peleknya. Kini menganut dual tone alloy dan hitam sesuai tren masa kini.


Walau secara keseluruhan tidak berubah total, Veloz tetap bertambah ganteng berkat lampu, grille dan bumper baru. Dua lampu bertingkat terpisah, menambah kesan mewah mirip seperti Vellfire. Ada kesamaan desain bumper dengan Xpander, tapi tidak semencolok di Avanza biasa dan Veloz bisa tampil lebih sporty. Semua kembali ke selera. Bagi kami, keduanya bukanlah mobil yang atraktif. Mencari LMPV berdesain keren, ada Honda Mobilio, Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina terbaru.


Ukuran bodi Ertiga lebih besar hampir dari segala sisi dibanding Veloz. Itupun sudah bertambah panjang dari generasi sebelumnya, untuk menambah ruang penumpang dan bagasi di baris ketiga. Veloz lebih tinggi bukan hanya di bagian atap, juga bodi semuanya. Sasis unibody atau semi-monokok mempengaruhi ini dan menghasilkan ground clearance 200 mm. Bedanya cukup jauh dengan Ertiga yang hanya 180 mm.


Harga dan Fitur



Kedua mobil punya banderol terpaut tipis. Makanya sangat pas disandingkan satu sama lain. Dari harga yang harus dibayar, pembeli sudah bisa mendapat banyak kelengkapan sebagai varian atas. Setidaknya fitur mereka berimbang. Ada yang hanya dimiliki Ertiga GX, begitu pula sebaiknya. Veloz dan Avanza sangat membanggakan lampu utama LED yang standar di semua tipe. Adanya lampu hemat energi mudah ditebak, setelah Rush generasi baru diguyur seabrek fitur. Sayang 6 airbag dan electronic stability control serta hill start assist tidak diikutsertakan.


Ertiga GX juga tak punya fitur keselamatan aktif tersebut. Tadinya ada untuk tipe terpisah dengan ESP. Lalu dihilangkan untuk hadir kembali di Ertiga Sport. Dan di edisi pembaruan ini, pengaturan AC berubah ke model tombol dengan informasi digital. Ada fungsi auto climate begitu pula heater. Veloz juga sudah model digital, tapi tanpa fitur tadi. Sarana hiburan dan konektivitas unggul di Veloz. Monitor tidak hanya di baris depan saja, terdapat monitor di plafon untuk penumpang belakang. Fitur T-Link menjadi andalan dalam menghubungkan smartphone dengan headunit.


Performa dan Pengendaraan



Di atas kertas, data teknis mesin Ertiga dan Veloz seimbang. Mesin mereka sama-sama 4-silinder, dengan teknologi katup variabel dan kapasitas ruang bakarnya beda tipis. Kami lebih menyukai mesin baru K15B di Ertiga, karena menawarkan peningkatan performa cukup signifikan daripada mesin lama K14B. Seiring kubikasi bertambah, meningkat pula tenaga dan torsi setara LMPV 1,5-liter lain, kecuali Honda Mobilio. Karakter mesin Ertiga menyenangkan, lantaran mampu memberi lonjakan torsi di putaran mesin rendah. Sehingga laju terasa lebih ringan dan tidak perlu sering menurunkan gigi.


Jantung mekanis 2NR-VE milik Veloz juga bertenaga dan masih kencang seperti ciri khas Avanza. Hanya saja, rasio gigi kasar di transmisi manual maupun otomatis mengurangi rasa nyaman mengendarainya. Meski kualitas berkendara sudah meningkat dari sisi suspensi, peredaman dan bobot kemudi, semua itu belum mampu menyamai rasa berkendara Ertiga. Tipe sasis berpengaruh dalam hal ini. Ertiga berbasis monokok layaknya sedan dengan penggerak roda depan. Sedangkan Veloz tetap mengandalkan unibody dengan penggerak roda belakang.


Mulai dari melesakkan tubuh ke bangku pengemudi, Ertiga sudah menawarkan kenyamanan lebih baik dari Veloz. Posisi ergonomis mudah didapat, dengan melalui pengaturan ketinggian kursi. Veloz tak berubah, joknya kurang menyangga punggung secara penuh, terutama untuk pengemudi jangkung.


Bantingan kaki-kaki Ertiga lebih lembut dan peredamannya mantap. Kestabilan pada kecepatan tinggi juga superior. Body roll minim dan tidak limbung berlebih. Jika lebih sering bertemu jalan rusak, Veloz sangat cocok dengan durabilitas yang telah teruji. Faktor itulah yang terkadang menjadi pertimbangan memilih Avanza maupun Veloz. Apalagi ayunan suspensi kini semakin enak. Tidak memantul-mantul lagi seperti model sebelumnya. Walau begitu, ciri khas Avanza lawas masih banyak terasa.


Simpulan


Kesan yang didapat setelah mencoba dua LMPV ini tetap sama seperti model terdahulu. Suzuki Ertiga masih erat dengan segala kenyamanan berkendara dan kini ditunjang performa mesin lebih baik. Veloz tetap identik dengan Avanza, yang sangat cocok dijadikan kuda beban dalam kebutuhan sehari-hari. Mobil yang kuat dengan kemudahan perawatan serta layanan purnajual. Sulit mematahkan citra dari sang raja otomotif Indonesia. Namun bagi Anda yang mencari kenikmatan mengemudi, dari dua pilihan ini jawabannya jelas, Suzuki Ertiga. (Odi)


Baca Juga: Komparasi Daihatsu Xenia 1.5 vs Mitsubishi Xpander Exceed

Komparasi Ertiga vs Avanza Veloz 2019

Suzuki Ertiga
Rp196 - Rp251,5 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
VS
Toyota Avanza Veloz 2019
Rp215,65 - Rp239,45 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
Ertiga vs Avanza Veloz 2019
kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Komparasi