jakarta-selatan

Road Test All New Suzuki Ertiga: Reposisi Makna Low MPV (Part 1)

  • 12 Sep, 2018
  • 3411 Kali Dilihat

Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), kendaraan berdaya angkut banyak dengan mesin proporsional berharga terjangkau. Suzuki Ertiga bukanlah peserta baru di kontestasi ini. Dibanding juniornya seperti Honda Mobilio dan Mitsubishi Xpander, mobil keluarga Suzuki sudah lebih berpengalaman.



 


Kami berkesempatan menguji secara komprehensif, All New Suzuki Ertiga. Sosok yang resmi dijual sejak Mei 2018. Tipenya GX ESP AT yang dibanderol Rp 238,5 juta. Tipe termewah dengan fitur terlengkap, bahkan dengan imbuhan kursi Ertiga Support System yang baru dikenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Agustus lalu.


Kami menilik banyak sekali temuan, yang akhirnya memfokuskan kami pada satu simpulan, penilaian atau pemaknaan ulang kata Low MPV. Ya, Ertiga mengartikan kembali diksi Low MPV, mobil keluarga murah meriah, menjadi sebuah standar baru. Meski harganya terjangkau, ruang kabinnya juga boleh lapang. Standar, meski menebusnya tak perlu mencicil mahal, namun fiturnya mumpuni. Standar, meski harganya tak semahal model Low MPV lain, namun ia tetaplah mewah.


Desain



Biasanya, kami tak mau panjang lebar membahas perihal desain. Bukan tanpa sebab, variabel ini memang cukup subjektif. Memberinya sebuah nilai, seringkali sulit diverifikasi. Namun biarlah jika akhirnya penilaian kami berdasar pada pengalaman, pasalnya, desain Ertiga terbaru memang perlu diapresiasi.


Untuk sebuah Low MPV, yang acapkali dianggap mobil keluarga dengan level paling bawah, biasanya desain yang disajikan tak ada yang mencolok. Ertiga generasi pertama paham betul hal itu. Toyota Avanza dan kembarannya, Nissan Grand Livina juga Chevrolet Spin, lebih tahu soal desain yang cenderung biasa saja. Honda Mobilio mencoba menggebrak dengan pendekatan sporty, lalu Xpander. Low MPV Mitsubishi itu menghadirkan konsep kendaraan futuristik, walau mereka sebut, ber-DNA SUV.


desain ertiga mirip xpander


Kini Ertiga terbaru kami tangkap mengedepankan sisi mewah. Aksen krom, garis bahu yang tegas, warna yang solid dan berani berpadu di sisi eksterior. Kecanggihan mobil ala-mobil kekinian, coba mereka sajikan dalam sebuah kendaraan keluarga yang tetap terjangkau. Kini, mudah untuk mencirikan Ertiga di malam hari. Lihat saja buritannya, jika dihias garis lampu LED berbentuk L, kemungkinan besar Ertiga, Xpander atau mungkin Lexus?


Interiornya tak kalah mencolok. Permainan aksen, kombinasi material, hingga fiturnya meningkatkan kualitas kabin Ertiga secara menyeluruh. Beruntung jika Anda belum pernah punya Ertiga sebelumnya. Jika sudah pernah punya, dijamin merasa menyesal pernah beli Ertiga lawas. Ubahannya di sisi dalam mobil, sangat signifikan. Pembahasan lebih detil soal kabinnya, kami ungkap di variabel yang lebih representatif.


Kenyamanan



Ada baiknya Anda mencoba semua mobil keluarga yang ada di pasaran, sebelum akhirnya menjajal Ertiga terbaru ini. Hal itu untuk menemukan ruang batas toleransi yang Anda butuhkan, untuk menilai sejauh mana kenyamanan yang Anda cari.


Terkait suspensi untuk menyokong kenyamanan pengendaraan, kami sudah menjajal semua Low MPV terbaru yang ada di Indonesia. Mulai dari Avanza, Xpander, sampai Ertiga terbaru. Dan boleh kami bilang, suspensinya kurang optimal. Malah jika dikategorikan, suspensinya paling keras yang ada di kelas Low MPV. Namun itu ketika kami kendarai sendiri. Dengan kondisi kabin hanya diisi oleh seorang penguji berbobot 100 kg.


interior ertiga lapang


Begitu diisi 5 orang penumpang dewasa, disertai kargo ala luar kota dengan bobot total sekitar 500 kg, nyatanya suspensi yang awalnya keras itu bekerja dengan baik. Menopang bobot yang relatif berat, Ertiga justru suportif. Bantingannya malah terasa pas, dengan rebound dan daya kompresi nyaman. Oke, masih terasa, sangat sedikit rasa keras, namun itu masih masuk toleransi. Toh kebiasaan keluarga Indonesia, mengisi penuh mobilnya dengan 7 orang dewasa sampai menaruh barang di kargo atap? Rasa-rasanya, dalam kondisi seperti itu, suspensi Ertiga tetap sanggup menyajikan kenyamanan dalam kabin.


Faktor kedua yang kami rasa menjabarkan kenyamanan Ertiga adalah kontur jok dan spasi kabin. Boleh dibilang, kabin Ertiga yang terlapang saat ini. Well, itu memang bukan hal baru. Sejak ia pertama keluar dengan format Low MPV penggerak depan, ruang kabin yang lebih spacious jadi kelebihannya dibanding Avanza. Namun kini Ertiga bersaing dengan peserta tambahan, Mobilio dan Xpander. Bukan cuma lapang, fleksibilitas ruang Ertiga juga bisa diacungi jempol. Coba saja maju mundurkan jok baris kedua untuk meracik ruang di semua baris. Niscaya tak akan kesulitan.


Pengendalian



Entah dari mana asalnya, Ertiga kabarnya memiliki sisi fun to drive. Jika boleh jujur, nuansa ini tidak pernah kami dapatkan sejak pertama kali mengendarai Ertiga lawas. Hingga saat ini, Low MPV paling fun to drive bagi kami, Honda Mobilio. Rasanya, kepiawaian Honda meracik mobil penggerak depan, tetap tersaji dalam format Low MPV sekalipun.


Namun hingga detik pengujian Suzuki Ertiga 2018, kami tak menemukan sisi fun to drive dari Ertiga. Tapi, pada kenyataannya, hal itu bukanlah sebuah kekurangan. Toh yang kami cari bagaimana pengendalian Ertiga, seperti apa karakternya. Fun to drive, bukanlah sebuah mahzab wajib. Ia karakter tersendiri bagi kami.



Kami merasa lebih layak menyebut Ertiga sebagai Low MPV yang pengendaliannya supel. Ia tetap lincah, khas mobil dengan pengalir tenaga roda depan. Setirnya terasa proporsional untuk mengkonversi derajat putaran pada setir menjadi arah kendaraan dengan tepat. Tak lebih tak kurang. Respon pun baik, meski terasa sedikit kurang komunikatif di putaran rendah. Tapi itu ciri khas mobil berpower steering elektrik. Toh kebanyakan pengguna mobil baru memang membutuhkan mobil yang kemudinya mudah diputar saat parkir.


Mencoba pengendaliannya di kecepatan tinggi, tentu bukanlah variabel kami. Kami hanya mencari sebatas penggunaan normal Ertiga sebagai Low MPV. Namun sejauh pengujian berlangsung, terasa sekali ada intervensi dari ESP (Electronic Stability Program). Sebuah fitur yang sangat baru bagi Ertiga untuk meningkatkan performa pengendalian. Mesin dan rem mendapat input dari sistem penjaga kestabilan ini. Terasa beda ketika sistem tidak aktif, membutuhkan banyak komunikasi dengan kendaraan agar mobil tetap bisa dikendalikan.


Performa



Untuk variabel performa, kami tak ingin menyanjung lebih banyak soal perubahan kapasitas mesin. Pasalnya, sudah seharusnya Low MPV, mobil keluarga, berkapasitas 7 penumpang, diberikan mesin 1.500 cc.


Kini, Ertiga memakai mesin baru di lini Suzuki, K15B. Kubikasi tepatnya 1.462 cc. Seperti mobil pada umumnya, pengatur katup variabel (VVT) sudah tersedia sebagai standar. Tenaganya memang melonjak drastis. Kini ada 104,7 dk tersedia dari mesin 4-silindernya. Entah apa alasannya, torsi justru tak mengalami peningkatan signifikan, hanya 138 Nm.


Well, beberapa figur di atas sejatinya hanya karakter di atas lembar spesifikasi saja. Performa aslinya harus kami uji lebih lanjut. Namun impresi yang berhasil kami tangkap, mesin Ertiga sudah proporsional menyajikan jumlah tenaga untuk kebutuhan.


Seperti sudah kami sebut, pengujian sempat dilakukan dengan kondisi beban penuh. Mesin 1,5 liter Ertiga tak terasa defisit tenaga. Dari setiap giginya, tenaga terasa tetap mumpuni. Oh ya, tipe yang kami uji bertransmisi otomatis 4-percepatan. Manipulasi perpindahan memang cukup terbatas, hanya ada D, 2 dan L untuk maju. Itupun dengan skema standar, bukan gate shift type. L dan 2 tentu hanya bisa digunakan di medan menanjak atau menurun. Untungnya, ada pengatur Overdrive (O/D). Jika pandai menggunakan, fitur ini bisa membantu meningkatkan efisiensi, hingga pengolahan tenaga di kecepatan tinggi. (Van/Odi)


Baca Juga: Road Test All New Suzuki Ertiga: Low MPV Paling Mewah di Indonesia (Part 1)

Galeri

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian Ertiga

  • GL MT | Rp214,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp22,99 Juta
    Angsuran Rp5,12 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GL AT | Rp225 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp24,82 Juta
    Angsuran Rp5,5 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GX MT | Rp226 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp25,44 Juta
    Angsuran Rp5,36 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GX AT | Rp236,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp27,28 Juta
    Angsuran Rp5,6 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GA MT | Rp196 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp28,6 Juta
    Angsuran Rp4,58 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Sport MT | Rp241 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp32,45 Juta
    Angsuran Rp5,84 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Sport AT | Rp251,5 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp34,49 Juta
    Angsuran Rp5,92 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Suzuki Ertiga

Lihat video terbaru Suzuki Ertiga untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Suzuki Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi