jakarta-selatan

Punya Rp 140 Jutaan, Pilih Honda Brio Satya E atau Toyota Agya G?

  • 14 Sep, 2018
  • 23594 Kali Dilihat

Jika Anda sedang berencana beli Low Cost Green Car (LCGC) tapi dana mentok tak sampai Rp 150 juta, ada dua mobil kami rekomendasikan. Pilihannya All New Honda Brio Satya tipe E atau Toyota Agya 1.2 tipe G. Brio Satya E, varian tertinggi di Brio LCGC. Sedangkan Agya G, posisinya di bawah Agya TRD.



 


Masih ada varian rendah yang harganya lebih terjangkau lagi, Brio Satya S dan Agya 1.0 G. Namun, pilihan Brio Satya E dan Agya 1.2 G paling masuk akal, mengingat kelengkapan fitur serta performa yang berimbang.


Persoalannya, harga Brio Satya E semakin menjauhi Agya 1.2 G. Varian transmisi manualnya saja sudah naik menjadi Rp 147,5 juta, sementara transmisi CVT melambung ke Rp 162,5 juta. Cukup jauh meninggalkan Agya G dengan banderol Rp 136,65 juta (MT) dan Rp 149,65 juta (AT). Dengan dana yang ada, Anda bisa mendapat Agya transmisi matik, tapi tidak untuk Brio Satya. Agar lebih adil, kami coba bandingkan varian manual saja. Apakah beda harga Rp 11 juta membuat Brio Satya E MT tidak pantas untuk dibeli?


Desain



 


Desain Brio baru, memang sedikit mengecewakan. Muka mengambil milik Mobilio, tapi karakter tajamnya tidak sesuai dengan desain membulat di belakang. Perubahan itu mengutamakan penambahan dimensi demi kabin luas sesuai keinginan konsumen. Desain Agya punya karakter hatchback yang pas. Di tipe G, tidak tersemat body kit seperti varian tertinggi TRD.


 


Kami menyukai interior Brio walau masih sama seperti model terdahulu. Desain dasbor persis Mobilio dan BR-V juga, punya material yang lebih berkualitas dari dasbor Agya. Apalagi bila melihat pengaturan AC model tombol dan ada panel digitalnya, terasa mahal dan berkelas.


Dimensi dan Kelapangan Kabin



Pertimbangan pertama konsumen membeli LCGC adalah bodinya yang ringkas, irit dan praktis dipakai di kepadatan kota. Kekurangan utama Brio Satya lama ada pada kabin dan bagasinya sangat sempit. Tidak jadi masalah bagi Anda yang kerap berkendara sendiri. Imbasnya konsumen beralih ke Toyota Agya jika butuh kabin untuk mengangkut orang dan barang lebih banyak.


Sebelumnya, Brio lebih mungil dari Agya, tapi kini sebaliknya. Penambahan panjang wheelbase 6 cm dan panjang bodi 16 cm, membuat ruang kaki penumpang belakang dan bagasi bertambah lapang. Kenyamanannya pun ditingkatkan berkat 3 head rest yang tidak ada di Brio terdahulu.


Duduk di bangku belakang Brio terasa nyaman dan menopang tubuh dengan baik. Tidak seperti Agya yang dudukannya kecil, sehingga kurang menyangga bagian paha. Siasat itu yang mengesankan kabin belakang Agya terlihat luas.


Fitur



 


Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan soal fitur. Dari eksterior, fitur Agya sedikit lebih baik. Lampu utama model proyektor meski masih pakai bohlam halogen. Sisi mewahnya ada LED Light Guide dan juga fog lamp. Lampu sein samping pun terletak di spion. Peleknya model kipas two-tone yang juga dipakai tipe TRD. Sayang gagang pintu masih model ungkit, berkesan ‘jadul’.


Brio lebih sederhana dari tampilan luar. Head lamp yang serupa dengan Mobilio, masih mengandalkan multireflektor dan halogen. Desain pelek berubah dan masih tetap berukuran 14-inci. Bagian baru yang luput dari perhatian, antena berganti model micro dan berpindah ke atap belakang.


Sarana hiburan keduanya dapat dikatakan berimbang. Mereka pakai headunit 2 DIN yang dilengkapi koneksi Bluetooth plus audio steering switch untuk kemudahan pengaturan.


Brio unggul dari sisi fitur keselamatan ABS+ EBD selain dual SRS airbag. Bahkan peranti di pengereman itu sudah standar dari Brio Satya tipe S. Agya G malah tidak dilengkapi ABS, karena hanya ada di TRD saja. Tapi Agya punya ISOFIX, untuk keamanan kala membawa bayi pakai child seat.


Rasa Berkendara



Mengenai performa mesin efisiensi bahan bakar, keduanya cukup seimbang karena sama-sama ditenagai mesin 4-silinder 1,2-liter dengan teknologi katup variabel. Hanya saja, daya di mesin Brio Satya sedikit lebih besar dengan 90 PS dan torsi 110 Nm.


Namun rasa berkendara keduanya amatlah berbeda. Bagi kami, mengendarai Brio jauh lebih mantap dan menyenangkan. Mulai dari posisi mengemudi seenak sedan, sampai pengendalian suspensinya. Menyetir Brio Satya tidak terasa murah seperti LCGC lain. Bahkan hampir tak berbeda dengan versi non-LCGC, Brio RS.


Ditambah lagi karakter perpindahan gigi manual keduanya. Rasa Brio Satya manual tipikal Honda yang perpindahan tuasnya solid. Cita rasa sporty sangat terasa, cocok bagi Anda yang gemar menyetir sendiri. Hal itu tidak ada di Agya, karena tetap terasa hambar dan cepat membosankan.


Simpulan


 


Kabin yang bertambah lapang menambah keunggulan Brio Satya atas Agya. Meski harus ditebus dengan harga jauh lebih mahal, kami tetap merekomendasikan Brio Satya sebagai pilihannya. Rasa berkendara yang sporty dan fitur keselamatan lengkap, menjadi kelebihan yang makin menyempurnakan perubahan di generasi terbaru. (Odi/Van)


Baca Juga: DFSK Mulai Invasi Yogyakarta

Komparasi Brio vs Agya

Honda Brio
Rp140 - Rp191 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
VS
Toyota Agya
Rp138,2 - Rp157,35 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
Brio vs Agya
kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Komparasi