jakarta-selatan

Komparasi Wuling Cortez CT vs Toyota Venturer

  • 12 Jun, 2019
  • 4176 Kali Dilihat

Cortez CT mengisi varian tertinggi MPV jagoan Wuling Motors. Pilihan mesinnya kini ada tiga, dengan transmisi yang berbeda-beda. Harga termahal juga tetap menarik, tidak sampai Rp 300 juta. Masih masuk dalam level harga Low MPV, namun dengan spesifikasi setara MPV medium.


Kami sempat membandingkan Wuling Cortez 1.8 dengan Toyota Innova. Hasilnya malah tak berimbang. Cortez unggul fitur jauh dan juga rasa berkendara sesuai kenyamanan mobil keluarga. Nah, tipe tertinggi Cortez CT, semakin bertambah kekuatannya untuk menghadapi Innova. Jangankan Innova, Toyota Venturer yang harganya Rp 400 jutaan juga pantas dikomparasi. Sama-sama varian termahal, apakah bisa berimbang?



Desain dan Dimensi


Rancangan Cortez CT cenderung tidak istimewa. Lebih bermain aman dengan garis dan lekukan tajam. Tidak juga orisinal, karena banyak kemiripan desain dengan mobil Eropa. Tapi ini sudah jadi tabiat pabrikan Cina, yang berani menjiplak desain pabrikan lain. Yang pasti, masih bisa dikenali sebagai Cortez CT lewat grille yang dibedakan dari Cortez 1.8 maupun 1.5. Interior lebih kentara lagi. Didominasi hitam dan abu-abu, tidak coklat seperti varian lain.


Venturer layaknya Innova yang ditempeli banyak aksesori. Moulding di sekeliling bodi sampai fender, membentuk karakter tangguh khas SUV. Proporsi tubuh juga kurang ideal sebagai MPV. Sayang rodanya terlalu kecil untuk dijadikan SUV. Peleknya pun turut dikelir gelap, berukuran 17-inci dari Innova tipe Q. Ornamen krom bertebaran sebagai penanda trim termewah, bahkan sampai di bagian moulding hitam tadi. Terlalu ramai? Tentu saja, bagi yang suka desain mobil minimalis.


Dari segi dimensi, Cortez memang lawan sebanding Venturer. Hampir sama, Venturer hanya lebih lebar 14 mm dan lebih tinggi sedikit 4 mm. Terlihat jangkung karena menganut platform ladder frame. Padahal ground clearance keduanya ternyata tak beda banyak, Cortez 170 mm dan Venturer 178 mm. Wheelbase keduanya serupa, 2.750 mm. Namun duduk di dalam Cortez CT justru lebih lega. Jarak antara lantai dan plafon jauh karena memakai sasis monokok. Baris ketiga lebih luas dan sangat layak menampung penumpang dewasa. Kabin Venturer sempit karena lantai yang tinggi disebabkan platform ladder frame. 



Fitur


Venturer 2.0 sebagai varian Innova bensin termahal, tetap saja kalah dalam hal kelengkapan fitur. Terpaut harga nyaris Rp 150 juta semakin menambah kelayakan Cortez CT untuk dipilih, khusus Anda yang mementingkan fitur.


Bayangkan saja, fitur keselamatan ada 4 airbag, Electronic Stability Control (ESC), Traction Control System (TCS), Automatic Vehicle Holding (AVH) dan Hill Hold Control (HHC). Rem parkirnya elektrik, belum lagi banyak gimmick menarik seperti sun roof dan head unit canggih.


Venturer bensin masih miskin fitur keselamatan. Vehicle Stability Control (VSC) dan Hill Start Assist (HSA) tak punya. Keduanya baru tersedia di Venturer diesel. Praktis hanya mengandalkan ABS, EBD dan 3 airbag. Kelebihan yang tidak dimiliki Cortez CT, sarana hiburan untuk penumpang belakang.



Performa dan Pengendaraan


Data spek tersaji, semakin timpang. Padahal Cortez CT mengadopsi mesin berkapasitas hanya 1,5-liter. Semua itu berkat induksi turbocharger, yang mampu memproduksi tenaga 140 hp dan torsi 250 Nm. Venturer bensin yang masih mengandalkan mesin lawas 1TR-FE 2,0-liter, cuma menghasilkan 137 hp dan torsi 183 Nm. Fakta di atas aspal pun sama, tarikan Cortez CT amatlah menggoda saat turbo mulai menyalak.


Rasa penyalurannya sangatlah berbeda. Transmisi CVT di Cortez CT menawarkan kehalusan yang juga berimbas pada kenyamanan. Karakter lamban khas girboks sabuk baja ini juga ada. Tanpa sensasi entakan seperti matik konvensional seperti milik Venturer. Tidak ada pilihan transmisi manual bagi Cortez CT tipe L tipe tertinggi. Sebaliknya, Venturer bensin punya.


Pengendaraan kedua MPV sama-sama nyaman, namun dalam artian berbeda. Sasis monokok Cortez CT memberi kestabilan dan kenyamanan lebih baik dari ladder frame Venturer. Belum lagi pemakaian double wishbone untuk suspensi belakang Cortez, pengendalian saat kecepatan tinggi pantas diakui jempolan. Body roll jauh lebih minim dan juga lebih lincah.


Tak seperti Venturer yang berat dan pengendalian layaknya jip. Format ladder frame dan penggerak roda belakang (RWD) memang dirancang sebagai mobil pekerja berat. Sisi positifnya, sangat tahan banting dan cocok menerima siksaan beragam kondisi jalan, mulai aspal mulus sampai semi-offroad. Tetap empuk, tapi banyak tercipta gejala mengayun karena faktor sasis truk itu.



Simpulan


Bagaimanapun juga, Wuling Cortez tidak bakal mengalahkan penjualan Toyota Venturer maupun Innova. Mereka adalah Kijang yang melegenda soal urusan durabilitas, kemudahan spare part, resale value tinggi dan naungan nama besar Toyota. Membeli Venturer, sekaligus mendapat rasa ketenangan, walau harus menebusnya dengan nilai yang semakin tinggi.


Kalau tidak mencari itu semua, Cortez CT jadi pilihan menarik sebagai MPV medium. Harganya sangat terjangkau, tidak beda jauh dengan Low MPV. Tapi Anda mendapatkan banyak hal dari nilai yang dibayarkan. Kecuali merek dan resale value yang belum terjamin. (Odi)


Baca Juga: Komparasi Hyundai Kona vs Honda HR-V 1.8 Prestige

Komparasi Venturer vs Cortez

Toyota Venturer
Rp 407,3 - Rp 466,6 Juta
  • Mesin
  • Tempat Duduk
  • Tenaga
VS
Wuling Cortez
Rp 202,8 - Rp 271 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
Venturer vs Cortez
kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • Mitsubishi Triton 2019 | Diuji Di Sirkuit Offroad...
    • 17 Agt, 2019
    •  
  • Honda Accord 2019 | First Drive | Bagaimana...
    • 17 Agt, 2019
    •  
  • Range Rover Evoque | First Impression | Tetap...
    • 05 Agt, 2019
    •  
  • DFSK Glory i Auto | First Impression |...
    • 26 Jul, 2019
    •  
  • Mitsubishi Outlander PHEV | First Drive | SUV...
    • 25 Jul, 2019
    •  
  • Toyota GR Supra | First Impression | Apa...
    • 24 Jul, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Komparasi