Anti Ribet, Ini 3 Cara Mudah Merawat Rantai Sepeda Motor di Rumah

Anti Ribet, Ini 3 Cara Mudah Merawat Rantai Sepeda Motor di Rumah

Rantai jadi komponen vital pada sepeda motor bertransmisi manual dan berkaitan dengan performa. Secara fungsinya, dia meneruskan tenaga dari mesin untuk menggerakan roda belakang. Apabila kondisi rantai sudah aus atau bahkan rusak maka ada beberapa hal yang dirasakan pada kendaraan. Di antaranya adalah laju motor bakal tersendat, perpindahan gigi yang tak halus, rantai mudah kendur, dan bisa saja putus ketika motor sedang melaju kencang.

Manager After Sales CS Division, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Riyadi Prihantono mengatakan, menjaga kualitas rantai motor harus dilakukan dengan benar agar kondisinya terus optimal.

"Rantai merupakan komponen penting pada motor tipe sport dan bebek, yang berfungsi sebagai penerus tenaga ke roda belakang, karenanya perlu mendapatkan perawatan rutin. Kondisi rantai yang aus akan mempengaruhi kinerja rantai," kata Riyadi.

Sebagai panduan Anda, di bawah ini adalah langkah-langkah yang harus diikuti. Mari kita ulas.

1. Perawatan Rantai Motor

Pertama adalah menginspeksi kekencangan, kelancaran, kondisi rantai serta komponen gear-nya. Menurut Riyadi penyetelan tak rantai yang ideal tak boleh terlalu kencang maupun longgar.

"Kekencangan rantai harus dijaga agar tetap di batas yang sudah ditentukan. Batas kekencangan rantai (free play) ada pada buku petunjuk pemilik, biasanya di rentang 25-35 mm. Rantai yang terlalu kencang akan membebani mesin dan komponen lainnya, sementara jika terlalu longgar bisa terlepas dan merusak komponen lainnya," pungkasya.

Baca juga: Terlalu Lama Parkir, Lakukan Langkah Ini Agar Sepeda Motor Tetap Prima

rantai motor

2. Perhatikan Ini Saat Menyetel Rantai

Ketika ingin mengencangkan atau mengendurkan rantai Anda perlu memahami teknik dan caranya. Ini penting, agar penyetelan bisa maksimal dan menghindari kerusakan. Posisi yang benar saat menyetel rantai adalah motor dalam keadaan standar 2 dan di tempat yang datar.

"Putar roda belakang beberapa kali dan cari posisi paling kencang. Kemudian periksa kelonggaran rantai, jika diluar spesifikasi lakukan penyetelan. Setelah dilakukan penyetelan, gerakkan rantai, lalu cek kelancaran gerakan rantai dan kondisi gear rantai. Jika terjadi keausan lakukan penggantian gear set beserta rantai," jelas Riyadi.

Oke, selanjutnya adalah melumasi rantai yang sudah dikencangkan. Ini penting untuk menjaga kondisi rantai terhindar dari karat dan kondisi gearset tidak mudah aus.

"Hindari melumasi rantai menggunakan oli bekas atau oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau yang direkomendasikan karena akan menyebabkan rantai akan cepat berkarat, renggang, kaku dan gear rantai cepat aus," tambahnya.

3. Waktu tepat ganti rantai dan gear set motor

Sejatinya tak ada batasan waktu kapan mengganti rantai serta gear-nya. Indikator paling mudah kapan harus mengganti dengan part baru, ketika rantai sudah kaku dan renggang. Riyadi bilang, kondisi tersebut tetap tidak akan berubah meskipun sudah dilakukan pembersihan, pelumasan, atau penyetelan.

"Gear rantai yang aus adalah salah satu penyebab rantai longgar. Jika keausan mata gear sudah di luar spesifikasi, biasanya rantai akan tetap longgar meskipun sudah kita stel maksimum. Lakukanlah penggantian satu set gear rantai yaitu gear kecil dan gear besar," imbuhnya.

Terakhir, untuk perawatan dan pengecekan komponen rantai serta gear disarankan setiap 500 atau 1.000 kilometer sekali. Kemudian ketika motor baru selesai dicuci pemilik juga harus melihat kondisi rantai. (Kit/Raju)

Baca juga: Tips Mudah dan Murah Menghitamkan Bodi Kasar Motor yang Kusam

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor