jakarta-selatan
kali dibagikan

Untuk Harian, Pilih Honda Vario 150 atau Yamaha Aerox 155?

  • 25 Okt, 2019
  • 9724 Kali Dilihat

Aspek rasional dalam memilih skutik harian cukup sederhana. Fungsional, irit bahan bakar, ekonomis, beruntung jika ada fitur. Desain keren serta performa tinggi hanyalah nilai plus. Dalam kategori tadi, Yamaha Aerox 155 dan Honda Vario 150 sepertinya layak dibandingkan secara langsung. Mengingat keduanya cukup laris di Tanah Air. Namun sebetulnya, mana yang lebih layak digunakan sehari-hari?


Desain


Yamaha Aerox vs Honda Vario


Sebagian besar boleh jadi menganggap Aerox atraktif, termasuk kami. Karena dalam ranah skutik, jarang sekali ada yang seperti ini. Siluet sporty jelas terpampang di sekujur tubuh. Dari depan ke belakang ditarik garis tajam nan kekar, begitu pun buritan lancip. Ditambah lagi, penggunaan ban lebar yang membuatnya terlihat makin “lucu”. Revolusioner di kelasnya.


Tapi bukan berarti tanpa kekurangan. Akibat buntut lancip, jok penumpang sangat tidak nyaman buat ukuran skutik. Aerox lebih enak digunakan sendiri. Posisi lubang tangki di tulang tengah dek, juga membatasi ruang penyimpanan. Ya, nyatanya, masyarakat Indonesia kerap menggantungkan barang atau bahkan mengangkut sesuatu yang akhirnya membutuhkan dek rata.


Namun secara keseluruhan, rupanya tetap menggugah. Artikulasinya lugas memberi kesan agresif. Pilihan varian serta kelir pun beragam, mudah mempersonalisasi gaya masing-masing.


Lain cerita kalau pilih Vario 150. Anda dapat desain Elegan, futuristis serta fungsional. Itulah yang kami terjemahkan dari skutik besutan Honda. Walau bodi diberi sudut-sudut tajam, tapi tidak seekstrem milik Aerox. Tampangnya lebih kalem dan anggun.


Model jok rata, tak menjadi masalah saat dikendarai berboncengan maupun sendiri. Tetap nyaman digunakan. Dek rata lantai juga menjadi kelebihan tersendiri untuk tambahan ruang menyimpan barang. Sayangnya, bentuk seperti ini membuat ia tak terasa spesial. Karakternya seragam dengan skutik lain.


Walau begitu, Honda tetap berupaya membuat Vario menarik. Pilihan kelir cukup banyak, total ada enam opsi: Matte Blue, Matte Brown, Matte Black, Matte Red, Matte Silver dan Exclusive White berfinishing glossy. Tinggal pilih saja mana yang sesuai dengan karakter Anda.


Fitur



Aerox terdiri dari beberapa varian. Namun yang bisa menyeimbangi Vario, adalah seri tertinggi (S). Utamanya karena memakai sistem kunci pintar dan answer back system. Ya, tinggal putar kenop, motor pun langsung menyala. Perangkat Start/Stop System juga sudah ada, membantu efisiensi bahan bakar. Plus, panel meter digital, siap menyajikan kebutuhan informasi kendaraan, lengkap dengan takometer bar yang jarang ada di sebuah skutik.


Kepraktisan didukung pula oleh hadirnya soket 12V di balik laci tameng. Terdapat tutup plastik di bagian ini, menjaga gawai Anda tak terkena air di kala hujan. Namun, kualitas buatan plastik dan bracketnya memang kurang bagus.


Sementara itu, bagasinya luas dengan volume 25 liter. Helm half face dan beberapa barang mestinya cukup ditelan. Tapi, coaknya menjorok ke dalam, bukan memanjang ke belakang. Model seperti ini mengharuskan pengguna agak tricky saat menyimpan barang.


Mengenai sektor pencahayaan, headlight dan stoplamp sudah dibekali LED. Tentunya bisa memberikan pancaran sinar yang baik sekaligus hemat daya. Ada pun Smart Motor Generator (SMG), yang sanggup membisukan proses starter motor. Terakhir, soal keamanan, Aerox S dibekali pengereman ABS walaupun hanya satu kanal. Karena di belakang masih pakai teromol.


Beranjak ke Vario, ia tak kalah lengkap. Instrumen digital begitu informatif. Konsumsi bahan bakar, speedometer, trip meter, jadwal penggantian oli dan indikator baterai tertera di layar. Guna mengefisiensi bahan bakar, sistem ISS (Idling Start Stop) juga sudah menjadi standar. Ditambah fitur smart key system yang kurang lebih sama dengan Aerox.


Sayangnya, laci depan tidak memiliki tutup. Soket listrik pun tak hadir. Namun terdapat dua lubang yang bisa ditaruh barang. Botol minum, sarung tangan dan beberapa kebutuhan harian bisa disimpan di sana. Berbeda dengan Yamaha yang hanya punya satu, dan tidak begitu besar ruangnya. Bagasi Vario tidak begitu luas, sebesar 18 liter. Namun diklaim cukup menaruh helm full face tipe tertentu. Coak ruang juga memanjang ke belakang, tidak seperti rivalnya.


Bicara perangkat teknologi, Honda sepertinya harus angkat tangan. Ya, pencahayaan di depan maupun belakang seluruhnya sudah LED. ACG starter juga bisa membungkam suara kala menyalakan motor. Namun, ABS tidak ada di sini. Ia masih mengandalkan Combi-Brake System (CBS) pada sektor pengereman.


Performa


aerox 155


Tanpa perlu bicara panjang, performa pastilah dimenangi Yamaha Aerox. Dari segi kubikasi dan konstruksi mesinnya, Aerox unggul.


Kapasitas mesin Aerox lebih besar, mencapai 155,1 cc. Selain itu, konstruksi headnya diisi oleh 4 klep. Belum lagi disematkan  teknologi VVA (Variable Valve Actuation) yang aktif setelah melewati 6.000 rpm. Alhasil mesin mampu memproduksi tenaga lebih baik dengan tetap mampu menjaga efisiensi.


Catatan tenaganya sebesar 14,7 Hp/ 8.000 rpm serta torsi 13,8 Nm/ 6.250 rpm untuk Aerox. Jauh meninggalkan Vario, yang hanya memproduksi tenaga 13 Hp/ 8.500 rpm dan torsi 13,4 Nm/ 5.000 rpm dari mesin 150 cc PGM-FI-nya. Nah, untuk pendinginan, tidak perlu khawatir. Keduanya memakai teknologi liquid cooler alias radiator.


Bagaimana konsumsi bahan bakarnya? Belum ada uji langsung pada Aerox. Pun Yamaha tidak menyantumkan berapa besaran klaim pabrikan. Asumsi kami, sepertinya aspek itu bukan sebuah keunggulan. Dan wajar jika lebih “haus”, toh output dan kubikasinya lebih besar.


Honda lebih percaya diri dengan besutannya. Mereka menyantumkan angka klaim konsumsi bahan bakar sebesar 46,9 kpl. Metode yang dilakukan ialah ECE R40 Euro 3, dengan kondisi ISS menyala. Angka itu tergolong sangat efisien untuk digunakan harian.


Lantas urusan handling, Aerox juga unggul. Dua Shock absorber menopang bagian belakang dan teleskopik di depan. Belum lagi tapak ban lebar berukuran 110/80 14 inci di depan dan 140/70 14 inci di belakang siap menggigit aspal kala menikung. Honda tidak begitu. Vario Cuma dibekali shock tunggal di belakang sedangkan depannya sama, teleskopik. Sementara profil ban cenderung standar, 90/80 14 (depan) dan 100/80 14 (belakang).


Harga


Masuk ke bahasan paling penting, banderolnya. Dengan jelas tertera nominal Rp 27,810 juta untuk memboyong Aerox tipe S, yang bisa menyeimbangi fitur Vario. Selisih jauh dengan lawannya yang hanya dijual Rp 23,621 juta. Bahkan, seri standar Aerox (Paling murah) sekalipun, masih lebih mahal ketimbang Honda, senilai Rp 24,1 juta.


Simpulan


Dalam perspektif paling rasional, Honda Vario 150 menjadi pilihan tepat buat harian. Lupakan sedikit kekurangannya. Apa yang dipunya masih sangat menunjang kebutuhan. Selain itu, ia pun lebih fungsional dan tepat guna ketimbang Aerox. Dan yang paling penting, harganya termasuk ekonomis.


Aerox lebih tepat jika statusnya sebagai motor kedua. Apalagi kala intensitas Anda membonceng dan membawa barang cukup sering. Tapi kami tak menyalahkan kalau banyak yang memilih skutik Yamaha satu ini sebagai kaki harian. Desain dan performa yang dimiliki memang menggugah. Sulit ditolak. (Hlm/Van)


Baca Juga: Ini yang Bikin Kawasaki Ninja ZX-25R Menarik

Harga dan Promo Varian Vario 150

  • Standard | Rp 22 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 2 Juta
    Angsuran Rp 992.000
    Tenor 35 Months
    Lihat Promo

Video Honda Vario 150

Lihat video terbaru Honda Vario 150 untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Honda Pilihan

  • Populer
  • Komparasi