Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Varian Piaggio di Indonesia, SYM X 150, dan Yamaha XSR125

Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Varian Piaggio di Indonesia, SYM X 150, dan Yamaha XSR125

Dari sekian berta yang disajikan OTO.com pekan ini, pembaca lebih banyak melihat model-model baru dan mencari harga. Piaggio, meski berada di bawah bayang-bayang Vespa, punya model yang bisa dijadikan alternatif pilihan. Mereka punya skutik dan roda tiga. SYM sebenarnya juga punya banyak model untuk bersaing di Tanah Air. Sayangnya mereka tak banyak bicara. Yang terkini mereka punya skutik gambot Jet X 150. Secara tampilan dan spesifikasi layak beradu dengan Yamaha NMax atau Honda PCX 160.

Di Eropa, Yamaha menghadirkan XSR125. Banyak peningkatan yang dilakukan pabrikan asal Jepang berlogo garputala tersebut. Pertanyaannya apakah ia akan masuk Indonesia mendampingi sang kakak XSR155? Ini ringkasannya.

Piaggio Medley S

2 Pilihan Piaggio di Indonesia

Piaggio punya produk menarik bisa dijadikan alternatif. Di Indonesia, ada dua pilihan. Ya, sekarang hanya ada dua spesies. Nama-nama seperti Beverly dan Liberty sudah absen. Setidaknya mengacu dari laman resmi merek terkait. Mungkin akibat kalah pamor dengan gempuran skutik Jepang. Dan kini, segmen skuter non retro diwakili oleh Medley S sendiri.

Campuran gaya skuter dan bebek seperti ini memang jarang mendapat respons baik. Segmentasinya begitu sempit. Tapi sebetulnya ia menyimpan beragam potensi. Dari unsur elegan serta kemewahan, berikut perfoma dan daya akomodasi baik. Piaggio Indonesia menjualnya Rp 49,9 juta OTR Jakarta.

Unit yang kami maksud adalah versi facelift. Artinya, sudah seragam dengan produk Piaggio lain, termasuk Vespa. Alias memakai headlamp LED dengan pemisah tegas. Dan diberi aksen DRL pada mika terpisah, tempat lampu sein berada. Bagian unik di fasad juga dapat dilihat dari pemasangan aksesori semacam lubang udara. Dengan tepian merah menyala.

Selain Medley, kelasnya langsung lompat ke skuter tiga roda. Adalah Piaggio MP3 500 HPE Sport yang telah berganti generasi. Dan kini harganya naik cukup banyak, ke angka Rp 360 juta OTR Jakarta. Alias ada peningkatan sekitar Rp 80 jutaan. Tentunya, dialokasikan untuk serangkai optimalisasi fitur dan ruang bakar.

Secara fisik, kami yakin Anda tak begitu pangling dengan model lama Piaggio MP3. Lantaran memang hampir tak tertera revisi bentuk maupun tambahan aksesori di sekujur tubuh. Fokus pembaruan skuter tiga roda bernama lengkap MP3 500 HPE Sport Advance ini terletak di balik bodi bongsor.

Penyematan titel HPE (High Performance Engine) bukan tanpa arti. Ini adalah rangkaian dapur pacu generasi terbaru untuk MP3. Pastinya tertera banyak ubahan terkait komponen pendukung di ruang bakar. Sehingga performanya diklaim naik 14 persen.

Bicara konfigurasi dan ukuran, sebetulnya sama persis. Satu silinder 493 cc berpendingin cairan dengan ukuran bore dan stroke 94 mm x 71 mm. Tampak serupa generasi MP3 lama yang beredar di Indonesia. Namun ketika melirik catatan daya kuda, meningkat jadi 44,2 Hp/7.750 rpm dan torsi 47,5 Nm/5.500 rpm. Baca lengkapnya di sini.

SYM Jet X 150

SYM Jet X 150

SYM meluncurkan varian baru. Berlabel Jet X 150 dan baru dirilis di Malaysia. Pabrikan sepeda motor asal Taiwan menghadirkan skutik gambotnya itu dengan segudang fitur dengan gaya sporty dan agresif. Ada dua versi yang ditawarkan yakni Jet X 150 Edisi Standar seharga RM8.888 atau sekitar Rp 30 jutaan, sedangkan Edisi Khusus yakni seharga RM9 188 atau sekitar Rp 31,8 juta. Bila masuk Indonesia, ia bisa menjadi penantang Yamaha Nmax atau bahkan Honda PCX 160.

Mengutip Paultan, Jet X 150 menawarkan gaya futuristik. Dan punya desain yang mencerminkan skutik premium. Di beberapa sektor bodinya dibumbui dengan sentuhan garis tegas dengan siku tajam. Bagian depan terdapat winshield tinggi nan besar, seperti yang diterapkan pada PCX 160. Di bawahnya terdapat headlamp yang terpisah menjadi dua bagian. Bentuknya mirip kepunyaan Yamaha R25, membuatnya terlihat agresif. Di tiap sisi tameng depan disematkan lampu sein tipis.

Sekilas kalau dari samping, dek tengah mirip dengan campuran Honda ADV 150 dengan PCX 160. Bahan kasar warna hitamnya itu dibuat besar. Bahkan pijakan kaki pengendara dari depan hingga belakang dibikin persis. Sedang footpeg untuk pengendara dirancang bisa dilipat. Secara estetika jadi terlihat rapi. Dan lagi-lagi, komponen itu mengikuti yang diterapkan Honda pada skutik premiumnya. Sedang kursinya pakai model menyatu dengan desain stepped up, dan ketinggian jok tidak terlalu tinggi, yaitu 780 mm.

Untuk jantung pacunya menggendong mesin 149,6 cc berpendingin cairan, dengan injeksi bahan bakar dan pendingin cairan serta sudah memenuhi standar emisi Euro 4. Dirinya mampu menghasilkan 12,3 Hp pada 8.000 rpm dan torsi 12 Nm pada 6.000 rpm.

Dalam hal kepraktisan, ia sudah didukung dengan penyimpanan di bawah jok sebesar 18 liter. Bisa memuat helm model half face. Ada pula kompartmen depan sebelah kiri dan tangki bahan bakarnya berkapasitas 7 liter. SYM Jet X 150 tipe standar tersedia dengan tiga pilihan warna, yakni kuning, merah dan abu-abu. Untuk Jet X 150 special edition, hanya Chameleon Blue. Kelir ini merupakan andalannya, karena jika terkena sinar matahari, memberikan efek gradasi yang menyenangkan. Baca lengkapnya di sini.

Yamaha XSR125

Yamaha XSR125

Yamaha melengkapi jajaran Sport Heritage untuk kelas entry level di Eropa. Adalah XSR125. Sesuai trahnya ia mengadopsi konsep naked bike modern dengan sentuhan lawas. Banderolnya sendiri mencapai 4.450 Pound Sterling untuk wilayah Inggris, atau jika dikonversikan sekitar Rp 90 jutaan.

Yamaha XSR125 adalah adik dari XSR155 yang beredar di Indonesia. Secara tampilan tidak ada perbedaan berarti antara XSR kecil ini dengan versi Tanah Air. Boleh dibilang guratnya sama persis. Mengenakan komposisi a la motor retro: Lampu bulat, sein terpisah, hingga stoplamp bulat minimalis. Bentuk dan pahatan tangki pun persis. Dibuat kekar serta proporsional hingga ke belakang. Tidak terlihat terlalu kurus meski bermesin kecil.

Hanya saja, soal pewarnaan berbeda. Tidak tersedia kelir ikonik silver dengan finishing bak aluminium brushed. Yang ada merah menyala, kuning, serta hitam. Ekspresif. Serta merta memiliki grafis tangki lebih lawas dari pada di sini. Berkat adanya double stripe kontras. Meski jika dilihat rancang bangun serupa, ada sedikit perbedaan dimensi. Agak lebih ringkas. Panjang totalnya 1.960 mm, lebar 800 mm, tinggi 1.065 mm. Sementara milik XSR155 punya panjang 2.007 mm, lebar 804 mm dan tinggi 1.080 mm. Namun kalau sumbu roda benar-benar identik di 1.330 mm.

Bukan cuma ukuran sekeliling. Ground clearance XSR kecil juga lebih rendah. Uniknya justru jarak jok ke tanah malah agak lebih tinggi. Sepertinya ini merupakan penyesuaian dengan standar postur di daratan Ras Kaukasoid. Ada lagi, terletak perbedaan minor dalam hal daya tampung bensin. Di Eropa agak lebih besar, mungkin karena itu pula bobot totalnya memberas 2 kg (Full Loaded).

Yang pasti sangat beda tentu perolehan output. Karena format mesin lebih kecil. Konfigurasi silinder tunggal bervolume 124 cc SOHC tanpa VVA. Tenaga maksimal hanya 14,7 Hp di 10.000 rpm dan torsi 11,5 Nm pada 8.000 rpm. Jauh kalau melihat milik versi 155 cc yang mampu menginjeksi tenaga 19 Hp di 10.000 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 8.500 rpm. Belum lagi punya VVA untuk memperkuat power di putaran menengah sampai atas. Baca lengkapnya di sini. (Raju)

 

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor