jakarta-selatan
kali dibagikan

Motor Trail Murah Meriah, Pilih Kawasaki KLX230 atau Viar Cross X 250 ES?

  • 24 Mei, 2019
  • 5985 Kali Dilihat

Kawasaki KLX230 dibanderol Rp 42.5-Rp 44,9 juta OTR Jakarta. Harga jualnya cukup menjawab konsumen yang bimbang, antara memilih motor trail 150 dan 250cc. Namun benarkah ia menjadi satu-satunya? Ternyata tidak.



Uang sebesar itu bisa juga dibelikan motor Viar Cross X 250 ES. Ya, dengan kapasitas dan spesifikasi mesin yang lebih tinggi, harganya mirip. Cross X dibanderol Rp 42,73 juta OTR Jakarta. Tapi kami akui, ia tak sepopuler motor sejenis dari Jepang. Kalau urusan spesifikasi, bisa dibilang cukup baik. Simak ulasan berikut.


Mesin


KLX dibekali mesin SOHC satu silinder 233cc 2-valve. Sedangkan ukuran (Diameter x Langkah) 67 x 66mm dan rasio kompresi di angka 9,4:1. Rancangan itu mencatat tenaga sebesar 19PS/7.600rpm dan torsi 19.8Nm/6.100rpm di atas kertas. Angka yang tergolong impresif.


Tapi yang mengejutkan, Viar punya bekalan yang lebih mumpuni. Mesin SOHC satu silinder yang tertanam, berkubikasi 249,6cc 4-valve. Ukuran (Diameter x Langkah) sebesar 77 x 53,6mm. Praktis, outputnya jauh lebih besar. Tenaga 24,7PS mampu dilontarkan pada putaran 9.000rpm dan torsi puncak 23Nm di 7.000rpm. Untuk menyalurkan tenaganya ke roda belakang, sistem yang diadaptasi keduanya sama saja. Mengandalkan transmisi manual 6-percepatan dengan kopling basah.


Sistem suplai bensin, keduanya berbeda. KLX sudah mengadopsi teknologi injeksi sedangkan Cross X mempertahankan karburator. Jelas, semprotan dari injektor lebih presisi dan efisien. Tapi kembali lagi tergantung kebutuhan sang pengguna. Bagaimanapun, menyeting karburator jauh lebih mudah. Anda yang gemar “ngoprek” setelan bisa dengan leluasa mengubahnya.


Untuk mendinginkan mesin, KLX tetap mengandalkan udara. Lain halnya dengan sang rival, yang sudah dipasangkan radiator dengan fan. Otomatis proses pendinginan bisa lebih instan. Tak perlu khawatir overheat saat menyiksanya.


Pengendalian


Konstruksi KLX berasal dari rangka tubular, semi-double cradle yang mereka sebut All-New perimeter frame. Disematkan pula fork teleskopik berdiameter 37mm dan monoshock dengan swing-arm unitrack yang bisa disesuaikan dalam lima tingkatan. Rancang bangun ini dinilai pas untuk menjajal medan tanah dan berbagai rintangan.


Jika Anda berpikir Cross X punya spesifikasi yang lebih rendah, salah besar. Rangkanya mengadaptasi model Delta Box yang ringan. Serta suspensi upside-down 45mm di depan dan monoshock di belakang. Kami tak tahu siapa vendor yang membuatnya. Namun desain seperti itu mestinya bisa menghasilkan pengendalian dan redaman yang lebih baik ketimbang teleskopik.


Desain


Bicara mengenai desain bagus atau tidak, sangatlah subjektif. Semuanya tergantung selera. Tapi menurut kami, proporsi KLX jauh lebih baik. Setiap pahatan bodi dibuat selaras dan memiliki tampang keren. Sedangkan pada Cross X, entah kenapa tak begitu enak dilihat. Terlalu kaku dan tidak rapi. Seperti pada buntut yang menjorok terlalu jauh dari sumbu roda.


Dimensi total KLX sebesar (P x L x T) 2.105mm x 835mm x 1.165mm, sedangkan X Cross (P x L x T) 2120 x 810 x 1250 mm. Kemiripan dimensi ini tentunya menghasilkan posisi dan rasa mengendara yang kurang lebih sama.


Fitur


Keduanya dibekali panel instrumen full digital. Modelnya juga mirip-mirip. Berbentuk persegi panjang dengan cover plastik hitam. Apa yang di presentasikan tak jauh berbeda. Meliputi speedometer, takometer, trip meter, odometer, waktu, indikator lampu dan fuel gauge. Untuk ukuran motor trail sudah cukup komplet.


Viar Cross X 250ES dan 200ES


Tapi urusan kapasitas tangki, KLX unggul dengan kemampuannya menelan 7,5 liter bensin. X Cross hanya mampu hingga 6,7 liter. Sebetulnya cukup. Namun karena peruntukannya di hutan, lebih besar lebih baik. Tak ada SPBU di arena off-road.


Untuk joknya, kurang lebih sama. Khas motor trail, pastinya ramping dan memiliki busa cenderung tipis. Makanya tak begitu nyaman dibawa harian atau jarak jauh. Tapi saat dibawa ke medan ekstrem, barulah dirasakan pentingnya desain ramping. Pergerakan kaki jauh lebih mudah saat bermanuver.


Roda dan Pengereman


Baik Kawasaki maupun Viar, menyematkan konfigurasi ban berdiameter 21-18 dengan model semi pacul. Keduanya juga menggunakan pelek model jari-jari. Untuk menahan laju, KLX dibekali cakram wavy 240mm yang terapit kaliper dua piston di depan. Sedangkan di roda belakang, cakram 220mm diapit kaliper satu piston. Berbeda dengan Cross X, bagian depan dan belakang cakramnya berukuran sama, 240mm. Sayang, mengenai kaliper tak dicantumkan informasi pada laman resminya.


Simpulan


Jujur banyak kelebihan yang dimiliki Viar Cross X 250 ES ketimbang Kawasaki KLX230. Dari mulai harga, mesin dan beberapa hal teknis lain. Walaupun mengenai jaringan diler serta durabilitas, kami tak bisa bicara banyak. Dari segi desain, menurut kami memang masih unggul KLX. Tapi hal itu dikembalikan pada selera. Keunggulan lain, jaringan aftersales Kawasaki serta kualitas buatan yang sudah terbukti.


Terlepas hal itu, ada satu yang kami yakini. Mungkin Anda tak cukup percaya atau bahkan gengsi untuk membeli Viar. Sama seperti memilih Wuling Almaz atau Honda C-RV. Sebaik apapun fitur yang ditawarkan percuma, jika kepercayaan pada suatu brand sudah melekat. Memang itulah yang paling sulit. Branding dari sebuah produk. Keputusan dikembalikan ke tangan Anda. (Hlm/Van)


Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Yamaha WR250 R

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Kawasaki KLX 230

Lihat video terbaru Kawasaki KLX 230 untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Kawasaki Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi