MotoGP: Yamaha Butuh Test Rider, Lorenzo Sosok Paling Ideal

MotoGP: Yamaha Butuh Test Rider, Lorenzo Sosok Paling Ideal

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP mengakui butuh test rider cekatan. Jonas Folger, yang sebelumnya menempati jabatan, tak cukup memenuhi kriteria. Pun demikian dengan penguji mereka dari Jepang. Pantaslah jika pihak Garputala terindikasi menggaet kembali Jorge Lorenzo.

Jorge Lorenzo

Sepekan belakangan, berita mengenai kembalinya Lorenzo kembali menyeruak. Terutama semenjak ia menyatakan bakal balik lagi ke paddock MotoGP. Dia ditawari pekerjaan tanpa beban layaknya pembalap reguler. Besar kemungkinan X-Fuera mengemban tugas sebagai test rider. Selaras dengan kebutuhan Yamaha - mencari pengganti Folger.

"Atas alasan pribadi, kami tidak melanjutkan Folger tahun depan. Kami di tim tidak menemukan kesepakatan, itu (mempertahankannya) adalah situasi yang tepat," kata Lin Jarvis dikutip dari Crashnet. Namun, bukan berarti Yamaha lantas cuma mengandalkan rider Jepang saja. Bahkan sang Managing Director Yamaha Racing berucap, pihaknya tengah mencari pengisi kursi yang kosong tadi.

"Bukannya kami tidak punya pembalap non-Jepang. Tunggu saja dan kita lihat, karena kami butuh pembalap cepat. Seseorang yang bisa memberikan kami umpan balik akurat, sekaligus menjembatani kesenjangan antara kelompok penguji dari Jepang," ujarnya lagi.

Dia tak memungkiri ada program, khususnya dari area pengujian Yamaha yang tidak klop. Tak jarang ada perbedaan feedback antara tim uji di Eropa dengan tim dari Jepang. "Kami tidak mengubah rencana, lebih tepatnya memperbaiki program pengujian. Kami membawa tim ini ke seluruh dunia untuk melakukan tes. Makanya, semoga saja kami memiliki pembalap yang cepat itu dalam waktu dekat," papar Jarvis.

Menurutnya, tahun depan merupakan momen penting bagi Yamaha. Terutama menyangkut pengembangan paket motor. Fokus utama menyasar ke sektor mesin, lantaran Yamaha ingin memaksimalkan top speed Yamaha M1. Kendati urusan optimalisasi grip roda, juga masih menjadi PR-nya. "Salah satu masalah yang kami dapati tahun lalu, cara kami melakukan pengujian. Pendekatan tim Eropa berbeda dengan Jepang. Jadi sulit untuk mendapatkan satu interpretasi," ucap Jarvis.

Walau begitu, Jarvis tak lantas menelantarkan tim uji asal Jepang. Di musim depan, test rider mereka, Katsuyuki Nakasuga dan Kohta Nozane, jua andil menjalani tes di Eropa. Sebagai tambahan selain tugas utama mereka di negara Matahari Terbit. Sementara untuk test rider anyar, Yamaha memutuskannya pada helatan tes pramusim di Malaysia. "Setelah perencanaan akhir (soal tim test MotoGP), kami mengumumkannya di Sepang, apa yang bakal dilakukan buat test rider lain - Pembalap non-Jepang, tutup Jarvis.

Jika melihat kebutuhan itu, mestinya Lorenzo jadi pilihan terbaik. Pensiunan asal Spanyol itu, juga sangat mengenal karakter M1. Selama 9 tahun ia membalap dengan kuda besi itu. Dan tiga gelar juara dunia MotoGP sudah dipersembahkannya untuk Yamaha. Masih ada kandidat ideal selain Lorenzo? (Ano/Van)

Baca Juga: Kaleidoskop Peluncuran Motor Paling Menarik di 2019