MotoGP: Langgar Regulasi Mesin, Vinales Start dari Pit Lane Valencia

Seberapa pun cepatnya Maverick Vinales membukukan lap time di kualifikasi, joki Monster Energy Yamaha akan tetap start dari pit lane. Hukuman ini diberikan lantaran timnya memilih membuka mesin keenam pada gelaran MotoGP Eropa. Sementara menurut peraturan FIM, tim pabrikan Yamaha hanya memiliki alokasi lima mesin saja dalam semusim.

Artinya, semakin berat peluang Vinales ikut serta memperebutkan gelar juara dunia musim ini. Kendati begitu, tak ada cara lain hingga pemandangan itu pun terlihat pada sesi free practice kedua (FP2) MotoGP Eropa (6/11). "Kami kecewa karena tidak dapat balapa seperti yang lain. Memang itu masalah kami. Satu-satunya kendala yang saya lihat adalah overtake. Mungkin bisa, tapi banyak risiko untuk melakukannya," kata Vinales seperti dilansir Crashnet.

MotoGP Vinales Valencia

"Namun, kami tetap harus coba menghadapinya dan bekerja yang terbaik. Bisa Anda bayangkan bagaimana perasaan saya. Setiap tahun kami membuang kesempatan memenangkan gelar karena kesalahan. Tentu saya merasa kecewa. Tapi, saya punya situasi yang sempurna di sini dan tidak ingin marah lagi. Saya ingin senang. Walau tak punya peluang tahun ini, masih ada sekali atau dua kali lagi. Saya punya dua musim bersama Yamaha dan kami bisa melakukan sesuatu yang luar biasa," paparnya.

Pasca memakai mesin baru, Vinales punya sedikit optimisme. Bukan semata lebih maksimal melahap Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, ia pun berharap para rival melakukan kesalahan esok hari (8/11). "Pikiran saya untuk balapan ini sangat terbuka. Bisa jadi itu adalah hari spesial jika saya dapat membuat hasil bagus. Perasaan terhadap motor kuar biasa dan saya lebih cepat dari yang lain. Kita lihat, jika kami bisa mengambil sesuatu yang sangat positif, lawan kami melakukan kesalahan. Ada kemungkinan hujan dan terjadi red flag, lalu dapat memulainya lagi dari grid. Saya tidak ingin kehilangan motivasi," ungkap Vinales.

Di latihan kedua kali itu, Vinales sendiri tampak belum optimal. Catatan waktunya berada di urutan 11. Terpaut 0,882 detik dari pencatat waktu tercepat, Jack Miller (Pramac Ducati Racing). Kejutan justru diperlihatkan Garrett Gerloff. Pengganti Valentino Rossi ini ternyata cukup kompetitif, meski baru pertama kali menunggangi kuda besi MotoGP. Namun, itu saja pengalaman yang didapat pembalap WSBK asal Amerika Serikat tersebut.

Sebelumnya tim pabrikan Yamaha memang memasangnya sebagai cadangan jika Rossi masih positif COVID-19. Lantaran dua tes PCR lanjutannya negatif, The Doctor diizinkan mengikuti balapan di putaran pertama Valencia akhir pekan ini. Sebaliknya kekhawatiran terpapar corona virus tengah merundung Vinales. Menurut pemberitaan dari media serupa, salah satu kru di paddock Vinales dikabarkan positif. Dan memaksa dirinya untuk melakoni lagi tes PCR.

"Saya benar-benar tidak tahu situasinya. Bisa dilihat, saya tidak pernah melepaskan masker karena tidak ingin positif. Pertama-tama karena saya memiliki orang penting di rumah. Tidak ingin menyebarkan COVID-19 kepada orang-orang terdekat, tim atau pembalap lain. Yang pasti, saya akan berusaha melakukan pencegahan maksimal. Pagi hari setelah FP1, saya melakukan PCR. Kita lihat saja hasilnya," tutup Vinales. (Ano/Van)

Sumber: Crashnet

Baca Juga: Rossi Berpeluang Balapan di Valencia