MotoGP: Digelar di Indonesia, Haruskah Optimis atau Sekadar Lagu Lama?

MotoGP: Digelar di Indonesia, Haruskah Optimis atau Sekadar Lagu Lama?

Lagu merdu kembali dimainkan, judulnya “Ajang MotoGP siap digelar di Indonesia”. Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kabarnya dipastikan menjadi salah satu trek yang jadi ajang adu cepat antara Valentino Rossi, Marc Marquez dan puluhan pembalap lain.



Tentu menarik menunggu ajang ini dihelat. Praktis jutaan penggemar MotoGP di Indonesia, yang tadinya hanya menonton lewat layar kaca, bisa datang ke Mandalika. Di sana mereka bisa dengar dengan telinga sendiri, raungan knalpot Yamaha YZR-M1, Honda RC213V atau Ducati Desmosedici.


Isu ini kembali berembus setelah terbit sebuah klaim, ada kesepakatan antara pihak Indonesia dengan Dorna. Konon, pihak kita diwakili lembaga bernama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia. Bagi Anda yang belum tahu, ITDC merupakan Badan Usaha Milik Negara, yang sudah sukses membangun kawasan Nusa Dua di Bali. Nah, misi berikut mereka sejak 2009 memang mengembangkan Mandalika sebagai destinasi pariwisata bertaraf Internasional.



Hajatan MotoGP jelas jadi jargon menarik untuk mengangkat misi ini. Yang kami pertanyakan, justru kenapa pergerakan ITDC tidak selaras dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA). Pasalnya, pihak pemerintah pusat sebelumnya pernah menunjukkan minatnya untuk menggelar balap motor kelas dunia di Palembang, Sumatra Selatan. Isu ini santer terdengar pada 2016 silam. Semangat sang gubernur kala itu, Alex Noerdin disambut oleh Presiden dan jajarannya. Surat pengajuan ke Dorna pun berlanjut hingga Herman Tilke, sang insinyur sirkuit balap memberikan rancangannya untuk Sirkuit Jakabaring. Entah alasannya apa, rencana ini pupus.


Membuka halaman di beberapa tahun sebelumnya, bahkan lebih pedih lagi. Sirkuit Sentul sempat bergombal dengan pernyataan MotoGP 2017 digelar di sana. Tinton Soeprapto, pengelola sirkuit di 2015 memanfaatkan kedatangan pihak Dorna ke Indonesia untuk mencari dana tambahan RP 150 milliar, demi merenovasi arena balap tersebut. Namun, pemerintah tak menyambut baik niatan itu. Rencana pun akhirnya batal lantaran pihak Sentul tak juga mengirim masterplan yang diminta Dorna. Bahkan pihak Dorna sempat membandingkan keseriusan masterplan Sentul pada rencana berikutnya (sirkuit Palembang). Pedih, karena MotoGP pernah dihelat di Sentul.



Kalau Anda belum tahu, Sentul pernah menggelar dua kali MotoGP dan beberapa pertandingan Superbike. Informasi yang kami dapat, GP 500 yang kala itu merupakan ajang balap motor paling prestisius sempat dihelat pada 1996-1997. Rezim Orde Baru yang waktu itu berkuasa memang sangat perhatian pada ajang balap.


Gelaran MotoGP di Sentul, Jakabaring, atau Mandalika, tak lain hanyalah rencana demi rencana yang selalu disenandungkan oleh beragam pihak. Swasta, BUMN maupun pemerintah pusat. Masing-masing punya misi yang sejatinya sama, membawa kembali balap MotoGP ke tanah air. Andai semua pihak bisa bersinergi, rasanya pekerjaan membangun sirkuit dan menggelar kompetisi bisa jadi bukan rangkaian senandung janji yang kini sudah sumbang, namun wujud optimisme. (Van/Odi)


Foto: Instagram @Sea.Infra


Baca Juga: Tingkatkan Sportivitas, Ini Ubahan Regulasi Musim 2019

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store