Menjajal Kawasaki Versys-X250 di Pasir Berbisik

Menjajal Kawasaki Versys-X250 di Pasir Berbisik
Gambar
Review Pengguna

Akhirnya saya berkesempatan mencoba Kawasaki Versys-X250 di jalan non-aspal. Tepatnya, di hamparan pasir berbisik Gunung Bromo, Jawa Timur.

Saat mencoba jalanan aspal kemarin, kami memang mendapat impresi yang cukup baik tentang kuda besi ini. Melewati rute menanjak, menurun dan berkelok, saya merasakan bahwa kendaraan yang memiliki kapasitas tangki bensin 17 liter ini begitu menyenangkan. Handling jempolan, bantingan suspensi empuk dan bobot terasa ringan menjadi nilai lebih. Lalu bagaimana dengan rasanya di jalan berpasir?

Kali ini unit yang saya tunggangi untuk test ride justru Kawasaki Versys-X250 City. Varian ini tanpa aksesori adventure lengkap, layaknya varian tourer. Biarpun begitu, secara keseluruhan keduanya merupakan motor yang sama.

foto versys 02

Satu yang sangat terasa berbeda adalah bobotnya, yang berkurang lebih dari 10 kg dibanding varian tourer. Hal ini dikarenakan hilangnya aksesori seperti box samping, hand guard, engine guard, fog lamp LED dan standar tengah.

Alhasil ketika dipakai berkendara, motor berkapasitas mesin 250 cc ini semakin mudah dikendalikan. Membuat saya begitu percaya diri menungganginya. Apalagi ditambah penggunaan ban semi off-road sebagai standarnya. Karet bundar berukuran 100/90-19 M/C untuk depan, 130/80-17 M/C untuk belakang terasa cukup menggigit saat digunakan berakselerasi di medan berpasir.

Memang masih ditemui sedikit gejala tergelincir saat saya mencoba bermanuver terlalu liar. Biarpun begitu, semuanya masih dalam kendali. Inilah bukti bahwa Kawasaki Versys-X250 dapat digunakan di jalan off-road ringan. Meski memang fitur traction control yang jamak ditemukan pada motor jenis ini, belum hadir dihadirkan.

Saat menemui jalanan bergelombang, hasil racikan rangka dan suspensinya patut diacungi jempol. Saya merasakan guncangan yang sangat minim, ketika berkendara. Begitu juga saat dipakai dalam kecepatan tinggi, motor yang diimpor dari Thailand ini terasa begitu stabil.

foto versys03

Dalam hal pengereman pun motor ini cukup mumpuni. Dilengkapi cakram di ban depan dan belakang, membuat saya yakin menekan tuas rem kapan saja. Walaupun memang varian city ini belum dibekali sistem Anti-lock Braking System (ABS), yang mampu mencegah roda terkunci saat melakukan pengereman mendadak.

Kehadiran windshield tinggi pada kendaraan berbobot 173 kg ini, juga menjadi nilai tambah. Terutama saat digunakan untuk lokasi berangin kencang seperti Bromo. Angin dari depan tidak langsung mengenai pengendara, melainkan terbuang ke atas. Efeknya motor jadi lebih aerodinamis dan berkendara lebih nyaman.

Berboncengan Tetap Nyaman

Berboncengan menggunakan Kawasaki Versys-X250, bagi pengendara rasanya tetap nyaman. Tidak ada gejala suspensi belakang "ambles", sehingga kesenangan berkendara sama sekali tidak berkurang.

foto versys 04

Saya juga mencoba peran menjadi penumpang, ketika melakukan pengujian. Duduk di belakang tidak kalah rileks dari di depan. Bodi motor yang ramping, membuat kedua kaki penumpang dapat mengapit dengan mudah. Di tambah lagi di belakang motor, terdapat "behel" yang bisa digunakan sebagai pilihan untuk penumpang berpegangan. Semua itu membuat kenyamanan sebagai penumpang tidak kalah, dibanding ketika berperan sebagai pengendara.

Selesai sudah pengujian Kawasaki Versys-X250 yang saya lakukan di kaki Gunung Bromo. Jika dikatakan cukup, tentu belum. Pasalnya jarak tempuh pengujiannya belum terlalu jauh untuk sebuah motor adventure tourer.

foto versys05

Total dari dua sesi berkendara di jalan aspal berbukit di daerah Terminal Sukapura dan Pasir Berbisik Bromo hanya menempuh total 21 Km. Biarpun begitu, saya harap, tulisan ini tetap bisa memberikan gambaran kepada Anda tentang rasa berkendara motor terbaru Kawasaki ini.

Kawasaki Versys-X20 varian City dijual dengan harga Rp 61,9 juta. Ada tiga pilihan warna yaitu candy lime green, metallic graphite gray (abu-abu) dan candy burnt orange. Bagi saya yang paling menggoda adalah warna abu-abunya, namun ini hanya soal selera.

Sementara untuk varian Tourer atau tipe tertinggi dari Kawasaki Versys-X250 dibandrol lebih mahal Rp 10,8 juta dibanding varian City. Harga tepatnya Rp72,7 juta.

Secara keseluruhan, kuda besi bermesin dua silinder ini sudah terpesan lebih dari 1.000 unit sejak peluncurannya akhir tahun lalu. Angka penjualan seperti itu, salah satunya dikarenakan konsumen Indonesia belum memiliki pilihan lain di kelas adventure tourer 250 cc. Bisa dikatakan Kawasaki Versys-X250 merupakan pioner di kelasnya.

Baca juga : Kawasaki Versys-X250, Perintis Adventure Bike Bermesin Sedang

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store