Mengenal Lebih Dalam Benelli Leoncino 500

Mengenal Lebih Dalam Benelli Leoncino 500
Gambar
Review Pengguna

Pecinta motor jangkung pasti mudah sekali terpikat Benelli Leoncino 500. Scrambler Italia ini, ternyata sudah dirakit di dalam negeri. Tepatnya di kawasan Gunung Putri, Bogor. Tak heran, harga jualnya masih terjaga di angka Rp 148 juta OTR Jakarta. Dengan harga ekonomis, apa saja yang bisa diberikan?



Desain


Biarpun harganya ekonomis, pahatan desain pada bodinya tak tampak murahan. Tangki besar diberi aksen hitam di kedua sisinya. Aksen ini bukan sekadar stiker, melainkan berbahan plastik keras dengan lekukan ke dalam. Dari tangki ke belakang pun dibuat efek menyambung. Selain itu, semakin apik dengan adaptasi model jok floating. Mereka berhasil memberikan sentuhan minimalis tapi terlihat eksklusif.


Bagian lampu-lampu, desainnya mengadaptasi modern-klasik. Mudah ditebak, formatnya menggunakan headlamp bulat, stoplamp segaris, dan sein terpisah. Layaknya motor masa kini, paras klasik tak berarti berteknologi uzur. Semua pencahayaan berasal dari LED dari depan ke belakang. Bahkan lampu utama berasal dari LED proyektor yang dikelilingi DRL, berbentuk huruf U terbalik.


Beranjak ke bagian bawah, Leoncino punya ciri khas yang unik. Di spatbor depan, terdapat ikon singa pada logo Benelli yang dipasangkan berdiri. Kami cukup yakin, aksesori itu bukan selera semua orang. Pasalnya, ornamen sejenis biasa menempel di kap mesin mobil mewah. Selain dari itu, desain dan komposisi spatbor depan tergolong proporsional dengan laburan cat sewarna bodi. Pindah ke belakang, bagian buntut diakhiri dengan spatbor yang begitu kecil. Maksudnya untuk mempertahankan estetika motor yang sudah keren. Sebagai gantinya, untuk menahan cipratan air, dipasang mud-guard yang bertumpu pada swing arm belakang.


Karakternya makin diperkuat dengan penggunaan pelek dan ban lebar. Di depan, terpasang pelek alloy lebar berukuran 17” x 3.50” berbalut ban 120/70 17 inci. Sedangkan di belakang, peleknya lebih lebar lagi di angka 17” x 4.50” dengan balutan ban 160/60 17 inci. Sayangnya, tak begitu banyak pilihan kelir yang diberikan. Bodi Leoncino hanya tersedia dengan warna merah dan abu-abu.



Rangka & Suspensi


Rangkanya mengadaptasi model teralis. Selain berperan untuk meningkatkan pengendalian, konstruksi jenis ini selalu berhasil membuat motor terlihat berotot. Lekukan dan susunan tulang besi dipertontonkan begitu saja, tanpa tertutup fairing. Aura maskulin semakin terasa, berkat penggunaan fork upside-down berdiameter 50 mm. Angka itu tergolong besar. Mestinya, performa pengendalian dan peredaman juga semakin baik. Sayangnya, tingkat kekerasannya tak bisa diseting. Berbeda lagi di belakang, suspensi tunggal mudah disetel dengan memutar kenop di dekatnya.


Mesin


Dengan harga segitu, sektor jantung pacu Leoncino 500 menjadi bagian yang cukup spesial. Mesin yang terkurung rangka teralis ini berkonfigurasi dua silinder segaris, DOHC, 499,6 cc. Ukuran (Diameter x Langkah) 69 x 66,8 mm dan rasio kompresi 11,5:1. Racikan itu membuatnya sanggup memompa tenaga sebesar 47 PS di 8.500 rpm.


Untuk menyalurkan daya ke roda belakang, dipasang gearbox 6-speed dengan kopling basah. Setelah tersalur, dengan instan Anda dapat merasakan torsi 45 Nm yang digapai pada 5.000 rpm. Tak perlu khawatir, hawa panas dari mesin didinginkan radiator. Jadi digunakan harian pun mestinya tak menyiksa.



Fitur


Tidak begitu banyak fitur yang tertanam. Jangan harap mode berkendara, kontrol traksi atau cruise control. Pengendalian motor ini benar-benar tradisional yang menuntut skill Anda sebagai pengendaranya. Tapi disitulah letak kenikmatan motor ini. Terasa natural dan memberi banyak feedback ke pengendara.


Bagian panel instrumen sudah digital. Layarnya terbagi dua dengan model beririsan. Di sisi kiri, menunjukkan fuel meter, jam, suhu mesin dan suhu udara. Sedangkan di sisi kanan menyajikan speedometer, takometer, posisi gear, odometer dan tripmeter. Ya, cukup informatif untuk menunjang berkendara harian.


Pengereman


Tak hanya mesin, sektor penahan laju juga spesial. Di depan, Benelli tidak pelit dengan menyematkan dua buah cakram 320 mm di depan. Keduanya diapit kaliper dua piston. Di belakang, cakramnya berukuran 260 mm yang dijepit kaliper satu piston. Sensor Anti-lock Braking System (ABS) juga menjadi standar. Dengan spesifikasi itu, mestinya deselerasi sangat optimal. Meskipun, bukan dari produsen rem papan atas. (Hel/Odi)


Baca Juga: Duel Scrambler Italia, Benelli Leoncino 500 VS Ducati Scrambler Sixty2

Jelajahi Benelli Leoncino

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store