Oto
jakarta-selatan

Mengenal Cara Kerja Fitur Canggih Honda X-ADV

  • 06 Mei, 2019
  • 4314 Kali Dilihat

Honda X-ADV, skuter dengan kemampuan menggaruk tanah. Bentuk kekarnya begitu menyita perhatian, ditambah fitur-fitur canggih di dalamnya. Basis dan teknologi mesin yang diusung sebetulnya serupa dengan Honda Vultus, 2-silinder 745 cc DOHC PGM-Fi berpendingin cairan. Selain itu, juga menggunakan Dual Clutch Transmission (DCT), Honda Selectable Torque Control (HSTC), dan mode gravle atau disebut G-Switch. Semua hal inilah yang membuatnya dibanderol Rp 450 juta. Dengan adanya fitur-fitur tadi, apa kelebihan dan bagaimana sistem kerjanya? Endro Sutarno, selaku Technical Service Division AHM menjelaskannya pada kami.



DCT


“DCT ini sistem transmisi yang mengandalkan dua kopling pada setiap perpindahan gear. Kopling pertama menggerakkan gigi ganjil, yang kedua menggerakkan gigi genap. Saat tombol Drive (D) diaktifkan, putaran mesin dari crankshaft diteruskan ke mainshaft kemudian ke countershaft. Nah, saat perpindahan gigi (semisal gigi satu ke dua), sebetulnya gigi satu masih terhubung, namun tidak diberi tekanan oleh crankshaft,” ujarnya. Maka, kelebihan dari hal ini, ada pada kecepatan dan kehalusan transisi gear. Seperti estafet, tidak langsung terlepas seperti pada transmisi manual konvensional.


Mode Berkendara


Untuk mode berkendara, ada pilihan Drive dan Sport. Yang sport terbagi lagi dalam tiga level. Ada pula mode manual dengan perpindahan yang tetap halus berkat teknologi DCT. “Cara kerjanya simple, mengandalkan jumlah semprotan bahan bakar dan sudut pengapian pada setiap levelnya. Jadi semakin tinggi level, semprotan bahan bakar semakin banyak dan sudut pengapian semakin maju,” ujar Endro.


HSTC


Tenaga X-ADV cukup besar, 54,7 PS dan torsi puncak 68 Nm. Sistem kontrol torsi seperti HSTC sudah sewajibnya hadir, guna memberikan keamanan pada pengendara. Saat mesin dinyalakan, posisi HSTC berada di level maksimal, walaupun sebelumnya berada di posisi lain. Endro membeberkan, yang menaiki motor belum tentu seorang dengan skill tinggi. "Mengingat tenaga motornya besar, maka Honda meminimalisir terjadi kecelakaan dengan menyematkan sistem seperti itu. Jika ternyata jalanannya licin dan sang pengendara tak sengaja menarik gas penuh, ban belakang tidak spinning dan tetap terkontrol. Cara kerjanya juga sama, dengan mengurangi bahan bakar sehingga tenaga ke roda belakang tereduksi.”



G-Switch


Arti dari imbuhan G-nya adalah gravel. Maksudnya, mode ini diperuntukkan saat melalui medan offroad tanah maupun kerikil, yang membuat motor membutuhkan tenaga besar. Sistem ini bekerja dengan memberikan putaran dari crankshaft langsung ke roda belakang. “Saat keadaan off, itu mirip dengan melepas kopling motor manual pelan-pelan, sehingga majunya smooth. Tapi saat fitur ini dinyalakan, tenaganya tersalur instan, seperti melepas kopling dengan cepat. Makanya, entakan begitu keras. Hal ini sangat dibutuhkan saat melalui medan offroad. Tapi jangan lupa, fitur HSTC harus dimatikan agar kerjanya maksimal.”


Endro menjelaskan lagi, “Seluruh fitur tadi bekerja atas dukungan sensor di roda depan dan belakang yang menyatu dengan ABS. Jika salah satu tak berfungsi, bisa mengganggu sistem kerja, karena seluruh pengukuran ada di sana. Makanya, peranti ABS juga tak bisa dimatikan. Selain itu, modifikasi pada sektor ban maupun pelek sangat tidak disarankan. Begitu pula saat memasang kunci roda perlu hati-hati. Itu bisa berpengaruh pada kinerja sensor yang tidak maksimal atau bahkan rusak.”



Melihat ground clearance tinggi, spesifikasi mesin, ban, serta suspensi mumpuni pasti membuat para pengguna X-ADV ingin menjajalnya ke medan off-road. Tapi perlu diingat, motor ini bukan diperuntukkan melibas medan berat apalagi lumpur. Melainkan hanya light off-road dengan medan yang tak terlalu ekstrem.


“Ban dan jarak kolong X-ADV tidak sebebas jika kita pakai Honda Africa Twin. Kalau dilihat dari spesifikasinya, ini hanya mampu melibas medan off-road ringan seperti pasir, gravel, sedikit air, atau gundukan pendek. Makanya, bannya pun pakai tubeless. Kalau benar-benar untuk off-road pasti pakai ban dalam lagi. Selain itu, jika masuk lumpur, dikhawatirkan sensor roda terganggu karena kemasukan kotoran. Walapun, sebetulnya sudah didesain tertutup dan aman. Kalau untuk medan ringan, peleknya juga sudah didesain kuat menggunakan model jari-jari. Ini ada alasannya, pelek model ini lebih memiliki sifat lentur ketimbang cast-wheel saat menghantam permukaan keras,” tutupnya. (Hel/Odi)


Baca Juga: Begini Cara Menyalakan Honda X-ADV Lewat Mode Darurat

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Honda X-ADV

Lihat video terbaru Honda X-ADV untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi